Senin, H / 28 November 2022

Coaching Masuk Kurikulum Merdeka Belajar! Ratusan Guru BK se-DKI Jakarta dan Kota Bekasi Ikuti Perhelatan dari ESQ Business School

Rabu 23 Nov 2022 17:12 WIB

Reporter :EDQP

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Workshop dengan tema "Great Teacher as A Coach" kembali digelar oleh Kampus ESQ Business School pada 22 November 2022, pukul 07.30 -12.00 WIB secara online melalui Zoom Meeting. Ada sekitar 400 orang yang mendaftar dalam acara tersebut. Mereka adalah tenaga pendidik, guru Bimbingan Konseling (BK) se-DKI Jakarta dan Kota Bekasi.


Dalam kesempatan ini, ESQ Business School bersinergi dengan MGBKI DKI Jakarta dan MGBK SMK Kota Bekasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat, ESQ Business School kepada guru guru BK. 




Sehingga ESQ Business School juga ingin membantu metode pengajaran yang efektif bagi para guru, terutama guru guru BK dengan teknik yang dinamakan Coaching.


Untuk itu, di dalam Zoom Meeting turut hadir Ketua MGBK DKI Jakarta Dra. Ester Damanik, M.Pd. M.Psi, Kons dan Ketua MGBK SMK Kota Bekasi Heri Purnomo., S.Psi, MM. Mereka disambut hangat oleh Coach Desi (Direktur Sales dan Marketing ESQ Business School).


"Di sini kami ingin tahu banyak hal. Seperti bagaimana cara berkomunikasi dengan siswa supaya lebih terbuka dan tidak menyimpan masalahnya sendiri. Kami ingin sekali siswa-siswi merasa bahagia dan dapat menemukan solusinya," harap Ester Damanik.




Kemudian mereka diberikan pemahaman dan cara praktek ilmu coaching oleh Coach Desi, Coach Venny Rikarianty, dan Coach Ida S. Widayanti (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian). 


Ilmu coaching yakni sebuah teknik bertanya dan mendengarkan seseorang tanpa ada unsur menasehatinya. Tujuannya adalah untuk menggali potensi yang ada pada dirinya, perencanaan strategi, bahkan mempunyai perencanaan untuk menyelesaikan permasalahannya tanpa diberikan saran atau masukan dari orang lain.


Setelah itu, ratusan tenaga pendidik sepakat bahwa teknik coaching ini sangat membantu mereka, agar para muridnya lebih terbuka dan bisa membantu saat mereka ada masalah atau mereka yang sedang bingung menggapai mimpi-mimpinya. 


"Mereka lah (guru) yang harus terlebih dahulu menyelesaikan masalahnya, memberikan energi dan senyum terbaiknya, sehingga sampai energi itu kepada siswa-siswa binaannya," ucap Coach Venny.




Berbicara tentang Coaching, Coach Desi mengatakan, "Dengan Coaching, diharapkan sebagai guru tidak menghakimi, tidak banyak menasehati, dan lainnya. Karena metode pengajaran terus mengalami penyesuaian, sehingga perlu metode 2 arah yang interaktif dan membantu siswa menemukan solusinya."


"Menurut guru besar kami, Pak Ary Ginanjar, Manusia bukan ember yang harus diisi tapi api yang harus dinyalakan, sehingga bapak ibu guru perlu terus men-support siswanya dengan sepenuh hati, high level energy," katanya.


Lebih lanjut, "Sehingga bisa membantu siswa/i untuk meraih impiannya dan menemukan solusi untuk tantangan yang dihadapinya dengan bertanya dan menjadi pendengar yang baik bagi siswa-siswanya. Itu akan membangkitkan api di dalam diri dan potensi yang telah Tuhan titipkan kepada mereka."


<more>


Wanita yang merupakan President ASESCO 3.0 Coaching itu menjelaskan alasan ingin bekerjasama dengan MGBKI DKI Jakarta dan MGBK SMK Kota Bekasi yakni ingin berjuang bersama, memajukan pendidikan Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama dan sudah di sampaikan bahwa metodologi pengembangan anak dengan coaching menjadi salah satu yang tertulis di Kurikulum Merdeka Belajar. 


"Kami ESQ Business School dan ASESCO 3.0 Coaching ingin menjadi partner karena terpanggil juga oleh Guru besar kami yang menyampaikan paparannnya saat rapat kerja DPR bahwa ilmu pengetahuan sudah bisa dicari di google. Sehingga metode pembelajaran kita sebagai guru terdistrupsi."


"Namun, ada 2 hal construct yang tidak bisa didistrupsi oleh kemampuan teknologi, yaitu kecerdasan emosi dan spiritual yang bisa diisi oleh metodologi coaching," lanjutnya.




Disambungkan oleh Coach Ida yang mengatakan, "Peran kita sebagai guru dan orang tua adalah menyalakan api yang ada di dalam dirinya karena itu adalah fitrah yang Tuhan titipkan kepada siswa-siswi kita."


Ratusan guru terlihat menyimak dengan baik workshop yang digelar selama setengah hari itu. Beberapa mereka mengungkapkan perasaannya lewat chat room maupun open mic (secara langsung).


"Terimakasih sekali ilmunya, saya bisa menerapkan ilmu ini kepada anak didik saya, karena saya ingin membantu mereka dan membersamai mereka meraih cita-citanya," ungkap Marjandi Suhendi.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA