ESQNews.id, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam transformasi digital pemerintahan. Kabupaten Badung resmi menjadi pemerintah kabupaten pertama di Indonesia yang mengimplementasikan sistem Manajemen Talenta berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Langkah inovatif ini membuahkan penghargaan bergengsi atas komitmen daerah dalam mendorong pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbasis data dan teknologi.
Apresiasi tersebut salah satunya datang dari praktisi sekaligus perwakilan talenta digital, Ary Ginanjar (Founder ESQ), yang menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian progresif ini.
Menurutnya, langkah Pemkab Badung merupakan bukti nyata komitmen daerah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih unggul, transparan, dan adaptif di era digital.
"Selamat kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah meraih penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten pertama di Indonesia dalam mengimplementasikan Manajemen Talenta berbasis AI.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Badung dalam mendorong pengelolaan SDM menuju tata kelola pemerintahan yang lebih unggul," ujar Ary.
Keberhasilan ini selaras dengan langkah strategis yang terus digulirkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa.
Pada Sabtu (11/4), bertempat di Rumah Jabatan Bupati Badung, Adi Arnawa menerima audiensi dari para talenta dan pengembang teknologi berbasis AI, yakni Ary Ginanjar dan tim.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi dan tukar gagasan yang dinamis mengenai pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mengoptimalkan pelayanan publik, memacu pertumbuhan ekonomi kreatif, serta mendongkrak daya saing daerah di kancah nasional maupun internasional.
"Kami sangat mengapresiasi semangat dan inovasi yang ditunjukkan oleh generasi muda dalam memanfaatkan AI sebagai solusi masa depan.
Pemerintah Kabupaten Badung akan terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar potensi digital ini dapat berkembang secara optimal," kata I Wayan Adi Arnawa selepas pertemuan.
Adi Arnawa menambahkan bahwa implementasi teknologi di pemerintahan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah kebutuhan dasar untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Penggunaan AI dalam manajemen talenta diharapkan mampu memetakan kompetensi aparatur daerah secara akurat, sehingga pelayanan publik menjadi jauh lebih prima.
"Terima kasih atas kunjungan dan ide-ide konstruktif yang telah disampaikan. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Badung yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga adaptif dan lincah terhadap perkembangan teknologi," pungkasnya.
Dengan diterapkannya Manajemen Talenta berbasis AI ini, Kabupaten Badung diharapkan dapat menjadi role model bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam hal digitalisasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi masa depan.
https://www.instagram.com/reel/DXT_SP1kot9/?igsh=ZXFmdTJ5ZTlvc2Y0