Aisha dan Zaidan merasa prihatin dan kasihan pada mereka yang
masih juga diolok-olok. Kata ibu Aisha, jangan terlalu menghiraukan ucapan
orang yang suka mengolok-olok. “Kita harus tetap bersikap baik dan tetap saling
menghormati pada tetangga,” kata ibu Aisha.
Aisha dan Zaidan masih terus berteman dengan anak pemulung
itu. Tiap hari, mereka masih mengaji ke rumah Aisha. Sekarang, keduanya sudah
mulai pandai mengaji, bahkan Dudi sudah akan ujian akhir di buku Iqra 5.
Ramadhan telah datang. Bulan ini adalah bulan solidaritas kaum Muslimin kepada para dhuafa. Lapar dan dahaga yang kita rasakan akan menumbuhkan rasa empati pada orang miskin.

Zakat fitrah merupakan bukti kepedulian dan kasih sayang
umat Islam pada kaum yang kurang beruntung itu.
Solidaritas dan kepedulian tak hanya dijalankan di bulan suci itu, namun seyogyanya dihidupkan sepanjang tahun, sebagaimana keluarga di atas.
Kaum dhuafa memang memerlukan beras, namun mereka juga perlu ilmu, pengetahuan, dan wawasan. Ada banyak yang bisa kita lakukan bagi kaum dhuafa setelah Ramadhan usai.
(Mengutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)



