Senin, H / 15 Juli 2024

3 Opsi Keberangkatan Haji Indonesia Tahun 2022 M/1443 H

Jumat 14 Jan 2022 09:00 WIB

Reporter :EDQP

Ilustrasi

Foto: bbc.com

ESQNews.id, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melakukan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M dengan menyiapkan tiga opsi yaitu, kuota penuh, kuota terbatas dan tidak memberangkatkan jamaah haji. Ia paparkan hal tersebut dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR/RI, Kamis (13/1/2022).


Di sisi lain, ia menyebut kepastian ada tidaknya penyelenggaraan ibadah haji sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Dalam rangka memperoleh kepastian tersebut, pada November 2021 Kemenag disebut telah melakukan koordinasi dengan Kerajaan Saudi dan lembaga lainnya.


Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, diperoleh informasi sampai saat ini belum ada kepastian untuk penyelenggaraan ibadah haji pada 1443 H/2022 M.


Salah satu tahapan persiapan haji adalah adanya MoU tentang jumlah kuota haji. Dalam kondisi normal, MoU dilakukan pada bulan Robiul Awal sampai Robi'atssani.




(Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi, menyebut hingga saat ini masih belum ada keputusan dari Saudi terkait penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M. Namun, ia menilai penetapan BPIH dan Bipih bisa dilakukan sembari menunggu informasi tersebut.


Terkait calon jamaah yang bisa berangkat merupakan mereka yang berhak berangkat pada 1441 H/2020 M, telah melunasi Bipih maupun yang belum sempat, serta tidak melakukan pembatalan hajinya pasti diberikan prioritas.


Untuk syarat usia, Kemenag mengalokasikan 1 persen untuk usia lanjut. Namun, kebijakan ini dikembalikan kepada Panja DPR, bilamana ada kebijakan lain akan dipertimbangkan kembali.

 

<more>


Terkait strategi pelaksanaan haji 2022, sejauh ini pihaknya menetapkan tiga opsi. Opsi tersebut antara lain, keberangkatan penuh, terbatas dan kemungkinan sangat pahit, yaitu tidak memberangkatkan jamaah.


"Selama ini, kalau ada penambahan kuota jamaah haji, biasanya langsung diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Semoga ini ada. Sampai saat ini, kami masih tetap menggunakan tiga opsi," lanjutnya.


Ia pun menyebut, varian baru Covid-19 yang muncul saat ini memberi kekhawatiran baru, dimana ditakutkan adanya pembatalan keberangkatan haji 2022.


Untuk penggratisan visa jamaah haji, Wamenag mengatakan hal ini masih belum bisa diberikan jawaban.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA