ESQNews.id, JAKARTA - Kepala Pusat Diklat Teknis dan Fungsional (Kapus DTF) pada Badan Diklat Kejaksaan RI, Rini Hartatie, S.H., M.H., memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya kedalaman proses dalam membentuk karakter calon Jaksa.
Menurutnya, internalisasi nilai-nilai Grand Why yang dibawa oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian tidak bisa dilakukan hanya dalam satu pertemuan singkat.
"Untuk benar-benar masuk ke dalam jiwa mereka, proses ini idealnya dilakukan secara berulang. Tujuannya agar mereka menjadi sosok Jaksa yang genuine (asli) sesuai dengan harapan kita bersama.
Kualitas materi dari Pak Ary sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, karena saya dan Pak Kapus Mapim pun sudah merasakan langsung manfaat pembelajaran ini sebelumnya," ujar Rini Hartatie.
Lebih lanjut, Rini menyoroti inovasi penggunaan TalentDNA yang kini diintegrasikan dalam program PPPJ.
Berdasarkan evaluasi dari angkatan-angkatan sebelumnya, ia melihat bahwa setiap calon Jaksa memiliki spesifikasi dan keunikan karakter yang berbeda.
Melalui pemetaan TalentDNA, institusi dapat secara presisi menentukan penempatan tugas yang paling sesuai dengan bakat alami mereka.
"Dari pembentukan karakter melalui ESQ dan pemetaan TalentDNA ini, kita bisa melihat kecocokan bidang bagi setiap personel.
Misalnya, kita bisa mendeteksi siapa yang memiliki ketegasan untuk di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), atau siapa yang memiliki empati tinggi sehingga lebih cocok di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
Ada orang yang secara alami 'enggak tegaan', dan sifat-sifat seperti ini akan terlihat jelas di TalentDNA," jelasnya.
Bagi Rini, sinergi antara penguatan spiritual dan pemetaan talenta digital ini adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap lulusan Bandiklat tidak hanya kompeten secara hukum, tetapi juga ditempatkan pada posisi di mana mereka dapat memberikan dampak paling maksimal bagi keadilan di Indonesia.
Diketahui, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kejaksaan RI kembali menunjukkan komitmennya sebagai kawah candradimuka bagi para penegak hukum kelas dunia.
Pada Selasa malam (20/1/2026), suasana di Gedung Sasana Adhika Karya Kejaksaan RI, Jakarta, tampak khidmat saat digelarnya Training ESQ serta Kick Off Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang 1 Tahun 2026.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Manajemen Kepemimpinan (Kapus Mapim), Dr. Teuku Rachman, S.H., M.H., serta Kepala Pusat Diklat Teknis dan Fungsional (Kapus DTF), Rini Hartatie, S.H., M.H.
Sebagai narasumber utama, hadir Sang Inspirator Bangsa, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Corp), yang memberikan pembekalan karakter bagi 500 calon Jaksa dan 5 personel TNI.
PPPJ tahun ini mengusung tema besar: "Mewujudkan Penegak Hukum yang Profesional, Berintegritas, dan Berkapabilitas Tinggi dalam Transformasi Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas 2045".
Program ini dirancang bukan sekadar untuk mencetak ahli hukum, melainkan pemimpin masa depan yang memiliki loyalitas besar kepada negara dan kepatuhan mutlak pada nilai-nilai ketuhanan.