Jumat, H / 22 Oktober 2021

Public Speaking, Ary Ginanjar: Ilmu Mengeluarkan Mutiara dari dalam Kerang

Selasa 23 Feb 2021 18:01 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

“If you can speak, you can influence. If you can influence, you can change life.”

 

ESQNews.id, JAKARTA – “Kalian telah join di dalam training yang benar. Selama 25 tahun, saya sebagai seorang tentara, professional, trainer, CEO. Dan selama 25 tahun perjalanan itu, saya mempelajari bahwa banyak orang-orang pandai yang tidak jadi apa-apa. Otaknya pandai sekali, hatinya baik sekali, tetapi tidak jadi apa-apa,” demikian sambutan dari President ESQ Group, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian kepada para peserta training ESQ Public Speaking Mastery.

 

Ary Ginanjar turut hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu, pada (20-21/2/2021) melalui Zoom Meeting. Ia berbicara tentang ilmu mengeluarkan mutiara dari dalam kerang.

 

Kebaikan yang ada di hatinya tidak mampu disampaikan kepada orang lain. Jadi ibarat mutiara tersimpan selamanya di dalam kerang. Sehingga kerang tersebut tidak pernah terbuka. Tetapi untuk membuka kerang tersebut, kita punya ilmunya yaitu public speaking.

 

Dan itu tidak diajarkan ketika kita sekolah ataupun di university. Kita hanya diajarkan matematika, biologi, kimia dan semua ilmu kita pelajari. Tetapi kita tidak mampu menyampaikan apa yang ada dipikiran dan hati kita. Kita tidak mampu menyampaikan visi misi kita,” sambungnya.


<more> 


Hal itu seperti kerang yang di dalamnya terdapat mutiara namun tidak bisa dibuka. Ary tunjukkan cara membuka kerang tersebut melalui Coach Rendy dan Astrain Rudi (trainer ESQ).

 

“Why itu kan motif atau motivasinya. Jadi seseorang itu harus dibangun dulu, dibuka dulu motifnya terhadap 1 audien. Sehingga ‘why’ menjadi urutan pertama yang membantu pemikiran audien,” tutur Rendy.



 

Acara berlangsung dari pagi hingga sore. Namun antusiasme dan semangat para pastisipan tetap terjaga. Mereka terlihat fun saat acara berlangsung di zoom meeting. Mereka juga memberikan feedback di akhir sesinya, yakni:

 

“Saya amat takut bicara, banyak pikiran buruk, mental block diri saya, saya tak boleh bercakap, tak confidence. Namun di training ini saya tersadarkan. Selama ini saya asyik fokus dengan kelemahan saya. Sekarang saya hanya nak fokes pada kekuatan saya saje lah, dan Alhamdulillah saya jadi berani bicara, confidence dan paham struktur yang tepat,” papar Zura dari Malaysia.



 

“Sebagai remaja, saya sangat beruntung ikut kelas public speaking ini. Selain motivasi yang membuat saya menjadi berani, yakin dan percaya diri, kita juga langsung praktek bicara selama mengikuti training ESQ Public Speaking. Satu lagi, para Coach-nya mengajarkan dengan contoh yang sangat membantu saya dalam proses belajar. Kerenn,” ucap anak Milenial bernama Hamzah.



Fadillah, wanita yang berprofesi sebagai HR di salah satu perusahaan IT mengatakan bahwa, “Training ini dikemas dengan begitu fun. Di awal training kita dibangun dulu motivasinya. Selama ini mungkin kita mencari, apa sih motivasi yang bisa bikin kita pengen maju dan lebih baik? Ternyata cuma butuh why.”





Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA