ESQNews.id, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam kancah pengelolaan talenta nasional.
Keberhasilan meraih lima penghargaan nasional dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pengembangan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi bukti nyata bahwa Jawa Timur telah bertransformasi menjadi pemimpin, bukan sekadar pengikut, dalam modernisasi birokrasi di Indonesia.
Pencapaian luar biasa ini tidak membuat Jawa Timur berpuas diri. Penghargaan tersebut justru dijadikan fondasi kokoh untuk melakukan lompatan besar berikutnya: membangun ekosistem talenta yang presisi, berbasis data (data-driven), dan adaptif terhadap era disrupsi.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) lewat instrumen AI TalentDNA dari ESQ.
Komitmen strategis tersebut dibahas secara mendalam dalam Webinar bertajuk "Implementasi AI TalentDNA di Jawa Timur: Akselerasi Manajemen Talenta ASN" yang digelar secara virtual via Zoom Meeting pada Kamis (9/4/2025).
Acara ini menghadirkan Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C) Khofifah Indar Parawansa, M.Si. (atau yang mewakili), Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, S.H., M.H., serta Founder ESQ Corp Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian.
Bukan Sekadar Wacana, Jatim Cetak Rekor MURI
Pemanfaatan AI TalentDNA di Jawa Timur terbukti bukan lagi sekadar proyek percontohan (pilot project), melainkan sebuah realitas berskala besar.
Sistem berbasis kecerdasan buatan ini mampu memetakan potensi dan algoritma genetika perilaku ASN secara ilmiah, mempercepat pengembangan kompetensi yang tepat sasaran, serta menerapkan prinsip the right man on the right place demi dampak pelayanan publik yang nyata.
Hingga saat ini, Jawa Timur tercatat telah berhasil memetakan 36.886 ASN dan 2.165 CPNS menggunakan pendekatan AI.
Berkat capaian masif tersebut, Jawa Timur tidak hanya memborong penghargaan dari BKN, tetapi juga berhasil menyabet dua rekor dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori implementasi pemetaan talenta kepada PNS dan CPNS terbanyak.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa teknologi ini merupakan instrumen fundamental untuk menyentuh aspek terdalam dari karakter setiap pegawai.
"Manajemen talenta melalui TalentDNA ini menjadi pintu masuk utama bagi kita untuk mengidentifikasi karakter sesungguhnya dari masing-masing ASN, CASN, maupun PPPK secara presisi," ujar Khofifah dalam keterangannya.
Untuk mengawal keberlanjutan transformasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menyiapkan infrastruktur SDM yang mumpuni dengan mencetak 200 mentor siap pakai.
"Harapan besar kami adalah Jawa Timur mampu bertransformasi menjadi Lumbung Talenta Nasional, sebuah pusat keunggulan SDM yang akan menyuplai pemimpin-pemimpin terbaik bagi bangsa.
Jatim siap menjadi Gerbang Baru Nusantara yang menyokong kemajuan nasional melalui birokrasi yang unggul dan berintegritas," pungkas Khofifah optimistis.
Pergeseran Kepemimpinan Modern: Berbasis Data, Bukan "Rasa"
Sementara itu, Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan visioner di Jawa Timur. Ia menekankan bahwa di era disrupsi, pemenang bukanlah institusi yang paling besar, melainkan yang paling cepat memahami manusia.
"Kita tidak sedang sekadar membahas program SDM, kita sedang membahas bagaimana Indonesia membangun masa depan melalui talenta. Hari ini Jawa Timur tidak membawa konsep, tapi membawa bukti nyata," kata Ary Ginanjar.
Ary memaparkan tren global di mana permintaan terhadap instrumen asesmen berbasis data melonjak tajam hingga 406% (mencapai 284.546 responden selama periode Januari–Desember 2025).
Hal ini menandakan para pemimpin modern kini beralih dari intuisi dan asumsi ke pengambilan keputusan berbasis data dan prediksi risiko yang terukur (calculated risk).
Di Jawa Timur sendiri, hasil riset universitas terhadap 571 responden menunjukkan dampak yang sangat signifikan:
78,8% berkontribusi meningkatkan kualitas pengambilan keputusan (didorong oleh efisiensi kerja di bidang SDM).
86,5% berkontribusi terhadap efektivitas manajemen talenta (didorong oleh penguatan aspek strategis menyelaraskan talenta dengan kebutuhan jabatan).
"Keputusan tidak lagi berdasarkan 'rasa', tapi berdasarkan data dan presisi. Kita bergerak dari precision, personalization, hingga menuju performance," tambah Ary.
Arsitektur transformasi ini diperkuat dengan tiga pilar: TalentDNA (memahami identitas manusia), AI Talent Management (mengelola kompleksitas data), dan My Growth Map (memastikan setiap individu berkembang secara personal).
Ke depan, Jatim akan memperluas fase ini ke pegawai paruh waktu, integrasi dengan BPSDM, serta pengoptimalan jalur pertumbuhan karier yang spesifik bagi tiap ASN.
Menuju Gerakan Nasional Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan tersebut, Ary Ginanjar juga memuji Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrullah sebagai sosok genius yang meletakkan fondasi manajemen talenta nasional, bahkan sebelum isu ini menjadi sorotan utama dalam World Economic Forum oleh Klaus Schwab yang memprediksi manajemen talenta sebagai core competency tahun 2030.
Ary menilai, keberhasilan meritokrasi di Jawa Timur yang didukung oleh tiga faktor utama—leadership commitment, system thinking, dan data-driven decision—sangat siap untuk direplikasi oleh provinsi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, DKI Jakarta, hingga seluruh Indonesia.
"SDA akan habis pada tahun 2043, namun SDM adalah kunci kejayaan bangsa yang tak terbatas. Sejarah tidak menunggu mereka yang ragu; sejarah ditulis oleh mereka yang berani memulai hari ini.
Kami mengundang kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk bergerak bersama sebagai satu bangsa, satu bahasa, satu talenta menuju Indonesia Emas 2045," tutup Ary Ginanjar.
Pada tahun 2026 ini, ESQ menargetkan kolaborasi strategis dengan 10 hingga 20 institusi strategis serta ratusan pemerintah daerah demi membangun ekosistem talenta nasional pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
https://www.youtube.com/live/ls7V_quefjU?si=_1NMOTPObu_EYmz6
