ESQNews.id, JAKARTA - Untuk mendapatkan feedback, bisnis para mahasiswa tersebut dinilai oleh para juri. Juri berkeliling dari 1 booth ke booth yang lain.
Juri lakukan interaksi dengan mahasiswa dan berkesempatan mencicipi belasan bisnis. Tentu, di akhir para juri membubuhkan nilai, dengan penilaiannya yang harus objektif.
Para juri tersebut antara lain adalah Iim Rusyamsi (CEO OK OCE), Wahyu Hidayah (Founder & CEO Malaika Group), Fatta Hermana (Owner Urban Wagyu), dan Rafi Pangestu (Alumni ESQ Business School, Creative Manager of HMNS).
Turut hadir memberikan penilaian, Bapak Iim Rusyamsi (CEO OK OCE) menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas bisnis yang dipamerkan dalam Pasar Lokal 2026.
Dalam pandangannya, mahasiswa Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School telah melangkah lebih jauh dari sekadar berdagang; mereka telah memahami esensi dari bisnis masa depan.
"Saya melihat inovasi dan kreativitas yang luar biasa. Namun yang paling membanggakan adalah kesadaran mereka terhadap aspek 'hijau' atau keberlanjutan.
Mahasiswa sudah memahami konsep ekonomi sirkular yang memberikan dampak nyata serta pemberdayaan masyarakat," ujar Pak Iim dengan nada apresiatif.
Ia mencatat bahwa para pengusaha muda ini tidak lagi hanya fokus pada keuntungan pribadi, melainkan sudah mampu menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam rantai bisnis mahasiswa ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai integritas telah diimplementasikan dengan baik.
Pak Iim juga menyoroti keunggulan kurikulum di ESQ Business School yang berhasil mengubah mindset mahasiswa sejak dini.
Ia sangat mendukung pola pendidikan yang mendorong mahasiswa membangun perusahaan sejak semester 5.
"Harapannya, saat mereka lulus nanti, mereka tidak lagi mencari kerja, tetapi justru membuka lapangan kerja bagi orang lain melalui bisnis yang sudah mereka rintis sejak bangku kuliah.
Peluang usaha ini harus terus dijalankan agar memberikan manfaat yang lebih luas," tambahnya.
Sebagai pesan penutup untuk para talenta muda, Pak Iim menekankan pentingnya satu elemen kunci dalam skala bisnis global: Kolaborasi.
"Bisnis yang penuh inovasi itu bagus, tetapi kolaborasi dengan banyak pihak adalah kunci agar bisnis tersebut bisa terus berkembang dan berkelanjutan di masa depan," pungkasnya.
Diketahui, Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan ESQ Business School angkatan 11 sukses menggelar event bisnis tahunan bergengsi, Pasar Lokal 2026, pada Minggu (18/01/2026).
Bertempat di Melting Pop, M Bloc Space, acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB ini menjadi magnet bagi para pecinta creative vibes dan pendukung bisnis lokal.
Mengusung tema besar "The Market Within: Where Youth Business Reflects Tomorrow" dengan slogan inspiratif "Ngabar: Reflect the Best Version of You," Pasar Lokal 2026 bukan sekadar bazar biasa.
Ini adalah ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri, berbagi inspirasi, dan menemukan versi terbaik mereka melalui karya-karya autentik.
Sepanjang hari, pengunjung dimanjakan dengan berbagai aktivitas menarik: Pop Up Market & Art Exhibition (Menampilkan karya terbaik mahasiswa), Flower Arrangement Workshop (Ruang kreasi bagi pecinta estetika), Live Music & DJ San (Menambah suasana chill di jantung M Bloc).
Lalu ada sesi Talkshow oleh Jihan Amirah (Founder In Our Twenties) serta Rinaldi Nur Ibrahim (Founder Youth Ranger Indonesia & Owner youtzmedia, wizpen.io, Youthranger.id). Spesialnya adalah ada Live Business Pitching (Mahasiswa mempresentasikan ide bisnisnya di depan juri profesional untuk mendapatkan feedback objektif).
Acara yang bersifat Free Entry ini terselenggara berkat dukungan penuh dari PT Arga Bangun Bangsa, ESQ Tours Travel, Fresh Manggoes, Art Umi Creative, Rolling Chicken, MBK, Steezy, Nutrifarm Geneuine, Enagic serta dukungan dari Pandu Karier.





