Sabtu, H / 31 Juli 2021

Lovepink, Penyintas Kanker Payudara, Ani Noor Alami Ujian Berat Berturut-Turut

Rabu 28 Apr 2021 14:04 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews, JAKARTA – Rabu (28/4/2021) Komunitas Kawan Sejalan (KS) gelar webinar dengan topik Kisah Kita "Berjuta Hadiah dibalik Ujian" bersama Ummu Sajjad dan Ani Noor Isfiani (Survivor breast Cancer, penyintas Covid, Penulis buku "From Wheel Chair To High Heels") wanita kuat dan hebat yang mengalami begitu banyak ujian dalam waktu yang berdekatan.


"Begitu banyak kisah yang Allah SWT hadirkan dalam setiap hidup anak manusia, ada senang, sedih, suka, duka dan bahagia. Namun dari setiap kisah itu yang terpenting adalah rasa dan respon kita menghadapi, kuat dan lemahnya bukan soal fisik tapi keimanan dan keyakinan kitalah sebagai muslim," tutur Ummu Sajjad kepada 50 peserta lebih. 




Lantunan ayat suci Al-quran atau tilawah mengawali sesi siang itu, dibacakan oleh Liez Endahniati. Ia melafalkan Surat Al Baqoroh ayat 214, tentang cobaan serta pertolongan Allah yang sangat dekat.


"Kita sebagai manusia harus siap untuk diujii dan menjalani ujian itu. Seperti narasumber yang hadir hari ini, ada Coach Ani. Perjuangan dan perjalanan beliau sangat luar biasa. Saya saja belum tentu sekuat beliau," sambung Ummu. 


<more>


Wanita yang akrab disapa Baby itu menyapa dan mulai menceritakan perjalanan hidupnya kepada insan online yang hadir. 


"Ujian pertama saya yang paling berat saat mas Dino, almarhum suami saya didiagnosa kanker paru langsung stadium 4 pada tahun 2011. Selang berapa bulan beliau meninggal. Alhamdulillahnya atas ijin dari Allah, mas Dino diberikan kesempatan untuk pergi haji meskipun memakai kursi roda dan paska operasi," jelasnya. 


Peserta ikut menyimak, mendengarkan, bahkan bisa merasakan jika diposisi Ani saat itu, pasti tidaklah mudah. Ada beberapa orang bahkan sampai menangis. 




Bagaimana tidak, bagi Ani, almarhum suaminya itu sudah menjadi partner hidup, yang bisa diajak saling berbagi tanpa ada rasa ingin mengeluh.


"Setelah suami wafat secara mental mempengaruhi saya dan anak-anak, yang berujung ke sakit fisik. Anak saya yang kedua didiagnosa lupus. Anak saya yang ketiga terkena usus buntu.




Tak hanya itu, saya pun diangkat rahimnya. Sampai pada akhirnya tahun 2014, saat saya sedang sibuk-sibuknya bekerja, ternyata saya didiagnosa kanker payudara. Allahuakbar betapa ujian ini datang bertubi-tubi dan silih berganti kepada saya. Saya harus kuat ya Rabb," ungkapnya sambil menangis dan terisak ketika mengingat ujian atau cobaan yang kini telah berhasil ia lewati. 




Ummu bertanya, apa yang membuatnya kuat, apa strong why-nya sehingga ada secercah harapan? 


"Setelah saya ikut ESQ ada perubahan dalam diri saya. Ada strong why yang sangat saya yakini. Yang jadi pegangan saya waktu itu cuma bilang Allah pasti ngasih yang terbaik. Karena saya melihat anak-anak, melihat suami yang butuh semangat dan motivasi kala itu."


Bukunya sangat menginspirasi banyak tokoh, golongan, kalangan, komunitas dan lainnya. Terlihat dari testimoni yang terdapat di dalam maupun di luar buku bersampul merah jambu itu. 




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA