Minggu, H / 26 Juli 2026

Khofifah Puji TalentDNA yang Di Pionir oleh Ary Ginanjar

Rabu 06 May 2026 07:42 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Media Massa

ESQNews.id, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempertegas posisinya sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan komitmennya untuk menjadikan wilayah yang dipimpinnya sebagai "Lumbung Talenta Nasional" guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.


Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2026).


Menurutnya, Jawa Timur kini tengah membangun sistem yang terukur untuk memetakan potensi generasi muda agar siap mengisi berbagai sektor strategis.


“Jawa Timur insyaAllah hari ini dan yang akan datang bersiap menjadi lumbung talenta nasional. Ketika sektor pemerintahan, TNI, Polri, hingga pelaku usaha global membutuhkan input talenta terbaik, kita sudah siapkan dari Jawa Timur,” ujar Khofifah, melansir dari media massa.


Sinergi dan Pemetaan Talenta Digital


Khofifah menekankan bahwa kunci utama dalam membangun ekosistem SDM yang berkelanjutan adalah sinergi antarpihak. Salah satu langkah konkret yang telah diambil adalah kolaborasi dalam pemetaan talenta secara masif menggunakan teknologi.


Dalam momentum Hardiknas 2026 yang bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan tertinggi Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya kepada Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian.


Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kontribusi ESQ dalam pengembangan SDM berbasis karakter dan teknologi di Jawa Timur.


Melalui platform TalentDNA, Jawa Timur telah melakukan pemetaan talenta dengan skala yang sangat besar, mencakup kepala sekolah, guru, hingga ratusan ribu siswa. Berikut adalah data sebaran pemetaan talenta di Jawa Timur:




Menjadi Model Nasional


Ary Ginanjar Agustian mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. Ia menilai langkah Jawa Timur dalam mengimplementasikan manajemen talenta secara real-time dan presisi dapat menjadi percontohan bagi provinsi lain di Indonesia.


“Penghargaan ini menjadi simbol bahwa Jawa Timur sedang bergerak menuju lumbung talenta nasional yang unggul. Semoga Jawa Timur menjadi modelling dan piloting nasional bagaimana manajemen talenta diwujudkan secara masif menghadapi tantangan zaman,” tutur Ary.


Program pemetaan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memastikan setiap individu berkembang sesuai dengan karakter dan potensi uniknya, sehingga kontribusi Mata Uang Rupiah terhadap pertumbuhan ekonomi melalui produktivitas SDM dapat semakin optimal di masa depan.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA