897 Peserta Ikuti Penguatan dan Pemetaan Talenta untuk Mendukung Kualitas Pendidikan Jakarta
ESQNews.id, Jakarta — Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bersama ESQ memulai Penguatan Manajemen Talenta Sekolah berbasis TalentDNA yang melibatkan 299 SMP Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan yang digelar pada 1 September 2026 menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan talenta di sekolah secara lebih terarah, dengan mengenali potensi dan karakteristik unik setiap individu.
Kegiatan diikuti oleh 897 peserta, yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru BK, dan Guru/Staf Operator dari 299 SMP Negeri. Pelaksanaan dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang, dengan rangkaian kegiatan berupa penguatan manajemen talenta, pengenalan TalentDNA, pengisian TalentDNA, serta sesi diskusi dan tanya jawab.
Mengenali Anak Tidak Bisa Hanya dari Satu Ukuran
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, M.Pd., menyampaikan bahwa kualitas pembangunan Jakarta tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting bersama kesehatan serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sistem pendidikan tidak dapat melihat seluruh anak hanya dengan satu ukuran yang sama. Setiap anak memiliki potensi, karakter, cara berpikir, dan kebutuhan pengembangan yang berbeda.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pendekatan TalentDNA dalam pendidikan. Terlebih pada jenjang SMP, siswa berada dalam fase transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja.
Mereka mulai membangun identitas diri, memiliki cara berpikir dan respons yang semakin kompleks, namun kondisi tersebut tidak selalu terlihat dari perilaku sehari-hari.
Anak yang terlihat sulit diatur belum tentu hanya membutuhkan teguran. Anak yang selalu terlihat ceria juga belum tentu sedang baik-baik saja.
Dibutuhkan pemahaman yang lebih dalam mengenai karakteristik dan potensi setiap anak agar pendampingan yang diberikan dapat lebih tepat.
TalentDNA hadir untuk membantu mengidentifikasi karakteristik individu yang dapat memengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merespons, dan mengambil tindakan.
Dimulai dari Mengenal Diri
Pesan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa proses mengenali peserta didik perlu dimulai dari tenaga pendidiknya sendiri.Prinsip “If I don’t know me, I cannot lead you" menjadi relevan dalam konteks pendidikan.

Kepala sekolah, Guru BK, wali kelas, maupun guru mata pelajaran perlu memahami potensi dan karakteristik dirinya agar dapat lebih memahami dan mengembangkan peserta didik.
Dengan demikian, Guru BK tidak hanya menjadi tempat siswa datang ketika memiliki masalah, tetapi juga berperan dalam membaca, memahami, dan memetakan konteks serta potensi siswa.
Kepala sekolah diharapkan menjadi pengarah secara berjenjang, sehingga hasil pemetaan talenta dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan guru maupun siswa di sekolah.
Apresiasi untuk Prof. Ary dan Kolaborasi ESQ
Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ, atas gagasan dan dorongannya dalam pengembangan manajemen
talenta melalui TalentDNA.
Prof. Ary yang berhalangan hadir secara langsung karena kondisi kesehatan tetap menyampaikan salam dan dukungannya kepada jajaran Dinas Pendidikan serta para peserta.

Sementara itu, Hesti Herminiati, MBA, CEO ESQ, hadir dan menyampaikan speech dalam kegiatan tersebut, mewakili ESQ dalam mendukung implementasi program bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Penguatan materi mengenai manajemen talenta dan TalentDNA kemudian disampaikan oleh Coach Eka Chandra, Senior Consultant ESQ.

Tidak hanya memberikan materi, tim ESQ juga turut mendampingi peserta selama proses pengisian TalentDNA, sehingga peserta dapat memahami proses dan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengenali potensi dirinya.
Dari Pemetaan Talenta Menuju Kualitas Lulusan
Program ini tidak diarahkan sekadar untuk menghasilkan data atau menyelesaikan pengisian asesmen.
Lebih jauh, TalentDNA diharapkan menjadi langkah awal bagi sekolah untuk mengenali potensi, memahami karakteristik, dan menentukan pengembangan yang lebih tepat bagi guru maupun peserta didik.
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta juga memberikan akses TalentDNA secara gratis untuk satu kelas di setiap SMP Negeri sebagai bagian dari keberlanjutan program.
Dengan pemanfaatan tersebut, sekolah diharapkan dapat membangun pendekatan pendidikan yang semakin sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya berapa banyak anak yang mengikuti asesmen, tetapi sejauh mana potensi mereka dapat dikembangkan
menjadi kekuatan dan berkontribusi terhadap kualitas lulusan.
897 Peserta, 299 SMP Negeri
Sebagai tahap awal, kegiatan pada 1 September 2026 mencatat 897 peserta dari 299 SMP Negeri DKI Jakarta, yang mengikuti kegiatan dalam dua sesi.

Program kemudian dilanjutkan melalui rangkaian Journey Penguatan Manajemen Talenta berbasis TalentDNA bagi siswa/siswi SMP di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta, mulai dari Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat hingga Kepulauan Seribu.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin mampu mengenali, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi setiap anak.
Sebab, untuk mewujudkan Jakarta sebagai Global City, pembangunan kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur dan kemajuan ekonomi. Jakarta membutuhkan manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu mengoptimalkan potensi terbaiknya.
