Rabu, H / 09 September 2026

62,5 Persen Lulusan UAG University Sudah Bekerja Sebelum Wisuda, Perkuat Sekolah Rakyat dan Halal Nasional

Rabu 09 Sep 2026 20:33 WIB

Author :Ida S. Widayanti

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, Jakarta — Sebanyak 62,5 persen lulusan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) telah diterima bekerja sebelum di wisuda. Capaian ini diumumkan dalam Wisuda Ke-10 Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Granada Ballroom Menara 165, Jakarta, Rabu (9/9), bersamaan dengan Welcoming Reception mahasiswa baru.


Mengangkat tema "From Knowledge to Global Impact: Advancing Halal Excellence for Indonesia Emas 2045", acara tersebut dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof. Dr. Ir. Haikal Hasan, M.M.T.




Kehadiran keduanya menegaskan sinergi UAG University dengan agenda nasional, mulai dari perluasan akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat hingga penguatan ekosistem halal Indonesia.


Mensos yang biasa disapa Gus Ipul menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat yang diperuntukan keluarga yang pra-sejahtera yang belum mendapat akses pendidikan.


“Mereka ini selain titipan Tuhan juga titipan negara, karena menurut UUD Pasal 34 dikatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.




Menurutnya saat ini ada sektar 4 juta anak-anak usia sekolahyang belum beruntung.“Sekolah Rakyat membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak putus sekolah, tidak sekolah, atau belum sekolah.”


Dalam sambutannya itu Gus Ipul mengapresiasi peran ESQ yang telah membantu Sekolah Rakyat dengan memberi assessment TalentDNA kepada 40.000 siswa Sekolah Rakyat. 




Sedangkan Kepala BPJPH Haikal Hasan menegaskan Halal saat ini sudah bertransformasi bukan hanya mengurusi makanan semata, namun cakupannya lebih luas. Halal harus menjadi simbol menyehatkan dan menguatkan.


“Sudah berapa lama halal salah tempat hanya mengurus soal no pork, no lard, no alcohol. Bagaimana dengan mono sodium glutamate, artificial coloring, gluten, expired.”


Selain itu juga halal harus dibawa ke perilaku, sikap, gaya hidup. Halal harus berkembang pesat. Hari ini halal paling diminati, dibutuhkan. “Indonesia harus menjadi pusat halal dunia tahun 2029,” ujarnya.


Haikal  meminta dukungan dari berbagai pihak, dan mengatakan bahwa yang senantiasa mendukung adalah Universitas Ary Ginanjar.

 

Mayoritas Lulusan Siap Berkarya


Pada wisuda kali ini, UAG mengukuhkan 50 lulusan sarjana dan lima peserta program non-degree. Lulusan berasal dari Program Studi Manajemen (36 orang), Ilmu Komputer (7 orang), dan Sistem Informasi (7 orang). Sebanyak 18 wisudawan meraih predikat cum laude.




Selain tingkat keterserapan kerja yang mencapai 62,5 persen, sebanyak 23,8 persen lulusan telah membangun usaha sendiri atau mengembangkan bisnis keluarga. Para lulusan telah berkarier di berbagai sektor, mulai dari teknologi, pendidikan, industri kreatif, pariwisata, hingga pengembangan sumberdaya manusia.


"Keterserapan ini menunjukkan bahwa lulusan UAG tidak hanya memperoleh gelar, tetapi memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat," ujar Rektor Universitas Ary Ginanjar Dyah Utami Aryanti.




Prestasi internasional juga diraih salah seorang wisudawan yang diterima di Virginia Tech, Amerika Serikat, melalui jalur fast-track doktoral dengan beasiswa hingga jenjang S3.


Perluas Akses Pendidikan melalui Sekolah Rakyat


Pada kesempatan yang sama, UAG University menyerahkan Beasiswa Sekolah Rakyat kepada Ananda Putri untuk menempuh pendidikan di Program Studi Sistem Informasi.


Program tersebut menjadi bagian dari dukungan UAG terhadap upaya pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda berpotensi.




Dalam Welcoming Reception Ke-14, UAG University juga menyambut 112 mahasiswa baru pada tujuh program studi, yaitu Manajemen, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Teknik Industri, dan Sastra Inggris.


Tahun ini, UAG University turut memberikan 41 Beasiswa Fellowship, 2 Beasiswa Penuh Yayasan Ary Ginanjar, dan 3 Beasiswa KIP Kuliah.


Siapkan Talenta untuk Ekosistem Halal Indonesia


Menyongsong implementasi kewajiban halal pada Oktober 2026, UAG University mengembangkan Halal Supply Chain Engineering sebagai salah satu center of excellence yang menyiapkan talenta untuk membangun rantai pasok halal secara terintegrasi, mulai dari bahan baku, proses produksi, teknologi, logistik, hingga distribusi.


Inisiatif tersebut akan disinergikan dengan ESQ Halal Hub guna mendorong dunia usaha bertransformasi dari halal compliance menuju halal excellence.


"Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar produk halal dunia. Dengan kekuatan sumber daya, pelaku usaha, dan generasi mudanya, Indonesia harus tampil sebagai pemimpin ekosistem halal global," kata Pendiri Universitas Ary Ginanjar Prof. Dr. H.C. Ary Ginanjar Agustian.




Pendidikan Berbasis IQ, EQ, dan SQ


UAG University mengembangkan model pembelajaran yang mengintegrasikan Intellectual Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ) melalui pendekatan University of Life dan metode SKID (Spiritualitas, Kreativitas, Intelektualitas, dan Dampak).


Pembelajaran akademik dipadukan dengan pengembangan kepemimpinan, coaching, life skills, dan TalentDNA Assessment untuk membangun karakter sekaligus kesiapan kerja mahasiswa.


Pada wisuda tahun ini terdapat 20 penghafal Al-Qur'an, termasuk 5 hafiz 30 juz. Sementara dari 112 mahasiswa baru, 42 orang merupakan penghafal Al-Qur'an, termasuk 8 hafiz 30 juz. Secara keseluruhan, UAG kini memiliki 298 mahasiswa penghafal Al-Qur'an.


"Pendidikan tidak boleh berhenti pada IQ. IQ menunjukkan apa yang mampu kita lakukan, EQ menentukan bagaimana kita melakukannya bersama orang lain, sedangkan SQ memastikan mengapa dan untuk siapa kita melakukannya," ujar Ary Ginanjar.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA