ESQNews.id, JAKARTA - Menurut K.H. Hasan Abdullah Sahal, santri itu besar,
santri itu tinggi, santri itu kuat, santri itu kaya ilmu, santri itu bener,
santri itu baik.
"Jadi, santri tidak usah minta di tinggikan, tidak usah dibesarkan. Karena santri itu sudah baik, santri itu kuat, santri itu besar. Yang bikin gak tinggi adalah manusianya atau orangnya," paparnya.
Supaya mereka para santri memiliki hati yang besar, besar hati, bukan besar kepala, bukan besar mulut, hatinya besar, jiwanya besar. Jadi apa yang dimiliki santri itu sesuatu yang lebih mahal daripada yang di luar.

<more>
Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar:
- Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik
Indonesia, berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam
Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik
Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia, berideologi negara satu
ideologi Pancasila, berkonstitusi satu Undang Undang Dasar 1945, berkebudayaan
satu kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.
- Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik
Indonesia, selalu bersedia dan siap siaga, menyerahkan jiwa dan raga, membela
tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional
serta mewujudkan perdamaian dunia.
- Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik
Indonesia, ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan
kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin, untuk seluruh rakyat
Indonesia.
- Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.
