Senin, H / 14 September 2026

HASANUDDIN GLOBAL STUDENT CONFERENCE 2026 “Transforming Environmetal Agendas: A Socio-Political Approach to Global Climate Justice”

Minggu 13 Sep 2026 12:12 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: Unhas

ESQNews.id, Makassar - Hasanuddin Global Student Conference (HGSC) 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin dengan Prisma FISIP Unhas sebagai panitia pelaksana.


Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11–12 September 2026, dan menghadirkan berbagai pembahasan mengenai climate justice, tata kelola lingkungan, kebijakan karbon, serta ketimpangan sosial.


Pada hari pertama, 11 September 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan doa serta penayangan cultural video.


Acara kemudian dilanjutkan dengan welcoming speech dari Head of Committee HGSC 2026, Siti Nur Fadilah, serta sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., serta sambutan dan sekaligus pembuka acara oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat.D.




Kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Salfadillah Az-Zahrah. Sesi selanjutnya menghadirkan invited speaker Muhammad Al Hilal Gibraltar dari Universitas Kebangsaan Malaysia, yang membawakan materi berjudul “Political Ethics and

Climate Justice: Strengthening Democratic Accountability in Environmental Governance”.


Dalam pemaparannya, ia membahas climate justice sebagai salah satu hal penting dalam menghadapi tantangan politik dan memperkuat akuntabilitas dalam tata kelola lingkungan.


Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan panel session yang terbagi dalam empat panel.


Selain membahas isu lingkungan, HGSC 2026 juga menghadirkan pembahasan mengenai isu sosial melalui materi dari invited speaker Afifah Araminta Wardiyah berjudul “Fertility Postponement and Social Inequalities”.




Materi tersebut membahas faktor-faktor yang menyebabkan penundaan kesuburan dan kaitannya dengan ketimpangan sosial, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan pada hari pertama.


Pada hari kedua, 12 September 2026, kegiatan dibuka dengan pemaparan Nurul Habib Al Mukarramah dari Universitas Hasanuddin melalui materi “Can Justice Be Served? A Philosophical Legal Evaluation on Indonesia Carbon Pricing Policy”.


Dalam pemaparannya menyimpulkan bahwa kebijakan harga karbon Indonesia belum sepenuhnya berkeadilan dan perlu direkonstruksi melalui tata kelola yang lebih transparan dan inklusif.


Setelah itu para presenter kemudian kembali mengikuti panel session yang terbagi dalam empat panel.


Rangkaian konferensi ditutup dengan pemaparan Adzaniya Magfira Sausan, S.Si. melalui artikel “From ‘Don’t Litter’ to ‘Why Floods Happen’: A Systematic Review of ASEAN Environmental Education for Localized Indonesian Climate Justice Framework”.


Dalam artikelnya menegaskan pentingnya pendidikan lingkungan diarahkan menjadi pemberdayaan sipil aktif, bukan sekadar kepatuhan moral semata. Pemaparan tersebut menjadi sesi akhir dari Hasanuddin Global Student Conference 2026.


Melalui kegiatan ini, HGSC 2026 menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan dan memperluas wawasan mengenai isu lingkungan, keadilan iklim, serta berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan kebijakan dan kehidupan masyarakat. 


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA