ESQNews.id, JAKARTA - Dalam rangka membekali ASN untuk menggali potensi lebih dalam dan memaksimalkan talenta untuk mengabdi kepada negara, Sekretariat Jenderal DPR RI mengadakan training Membangun ASN Bertalenta di Lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI bersama dengan ESQ.
Melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom), Sekretariat Jenderal DPR RI (Setjen DPR RI) menyelenggarakan pembekalan talenta bagi ASN yang ada di Setjen DPR RI selama 2 hari sejak tanggal 4 - 5 Desember 2025.
Indra Iskandar selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI turut membuka kegiatan tersebut dan memberikan semangat kepada para peserta yang hadir lebih dari 200 orang.

“Ibarat kalian sebagai pilot, tentu di antara soft landing atau hard landing, kalian akan memilih soft landing yang nyaman. Namun, untuk mencapai soft landing, terkadang perjalanan yang ditempuh tidak selalu mudah.
Terkadang akan bertemu hujan, lapangan yang pendek, sehingga otak kita tak lagi mempertimbangkan akan soft landing atau hard landing, namun yang utama adalah landing dengan selamat.” Sekjen DPR RI tersebut memberi perumpamaan tujuan dari pelatihan tersebut.
Ia melanjutkan, “Oleh karena itu, pelatihan ini adalah bekal untuk kita menuju tujuan hidup yang bukan hanya menginginkan keselamatan saja, namun jalan yang benar. Kami harap, semangat yang ada hari ini akan terus hadir dalam 4 sampai 5 tahun ke depan, dengan bekal yang ada untuk menghadapi apa yang akan terjadi.”
Sekjen DPR RI tersebut juga mengatakan bahwa program ESQ ini adalah bagian dari komitmen DPR RI untuk menggali talenta dan potensi diri tiap ASN lebih dalam, sehingga dapat membangun ASN yang bertalenta dan adaptif serta kontribusi nyata sesuai dengan nilai BerAKHLAK.
Sesuai dengan pesan dari Indra Iskandar (Sekjen DPR RI), Ary Ginanjar selaku founder ESQ Corp melanjutkan bagaimana agar para ASN dapat melakukan soft landing seperti perumpamaan yang diberikan.
“Agar menjadi pilot yang tetap selamat dan benar, Anda memerlukan untuk mengetahui 4 hal, yaitu kompas, radar, sayap kemudi, dan mesin atau energi.”

Untuk menuju perjalanan, Founder ESQ tersebut mengatakan kepada para peserta bahwa memerlukan kompas untuk mengetahui arah, karena pilot tak mungkin untuk terbang tanpa kompas, ia akan kehilangan orientasi.
Pilot juga memerlukan radar untuk mengenali potensi, risiko, dan peluang dalam menghadapi apa yang terjadi di depan. Sayap kemudi untuk mengendalikan pesawat, dalam artian seseorang perlu mengendalikan hidupnya dengan kompetensi yang dimiliki.
“Dan energi adalah yang terpenting, sebuah motivasi dan dorongan internal, bagaimana Anda sebagai pilot tetap menjaga energi Anda, yang menjadi sumber ketahanan mental.
Sebagai ASN, perlu untuk terus meningkatkan energi Anda, memberikan semangat untuk melayani publik, dan kemampuan dalam menghadapi tekanan ke depan. Sehingga, energi inilah yang menentukan apakah Anda dapat mencapai soft landing di kemudian hari.” Ujar Ary Ginanjar.
Dengan memahami 4 hal tersebut, ASN dapat melihat bahwa perjalanan karir bukan hanya soal bekerja, namun dengan arah dan kesadaran diri.
Di sinilah manajemen talenta menjadi penting, untuk melakukan pemetaan talenta setiap ASN untuk kenali kekuatan uniknya, kecenderungan perilaku, dan pola kerja alami untuk mencapai soft landing.




