Rabu, H / 16 September 2026

Dihadiri Menteri Komunikasi Malaysia, Kehadiran Rina Sarif (ESQ) di Forum Spektakuler CNF26 Jadi Sorotan Eksekutif Global!

Selasa 15 Sep 2026 22:40 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, KUALA LUMPUR – Dunia praktisi Human Resources (HR) Asia Tenggara dibuat gempar oleh penampilan Rina Sarif, Senior Human Resources Advisor sekaligus Member of Board of Advisor ESQ Corp (ACT Consulting International) dalam ajang bergengsi The 3rd Edition of the CHRO Nexus Forum (CNF26). 


Acara bertema perancangan tenaga kerja masa depan ini berlangsung di Grand Nexus Ballroom, Bangsar South City pada tanggal 7 September 2026.




Forum yang dihadiri lebih dari 340 eksekutif senior dan pimpinan HR global ini dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi Malaysia, YB Dato' Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil, serta diselenggarakan atas kerja sama Human Resource Leaders' Circle (HRLC) dan UOA Academy.


Mewakili ESQ Corp, Rina Sarif menyampaikan paparan utama bertajuk "The Strategic CHRO: Mastering Consultative Influence". 


Mengawali pembicaraannya dengan melontarkan energi tinggi yang membakar semangat seluruh isi ruangan untuk saling memberikan apresiasi dengan terselenggaranya acara spektakuler ini.




Dalam sesinya sesuai dengan tema yang dibawakan, Rina menegaskan bahwa transformasi besar dalam lanskap manajemen modal manusia bahwa era kecerdasan buatan (artificial intelligence) tidak akan mampu menggeser posisi pimpinan HR selama mereka bertransformasi dari function-centric menjadi enterprise-centric. 


Beliau menjelaskan pentingnya pergeseran bahasa komunikasi HR di ruang direksi (boardroom), di mana jargon internal seperti tingkat keterikatan karyawan harus diterjemahkan menjadi risiko eksekusi bisnis, dan kenaikan angka pengunduran diri harus dinarasikan sebagai hilangnya kapabilitas kritis organisasi. 


Bagi Rina, pengaruh terbesar seorang pimpinan HR tidak terletak pada tumpukan data atau presentasi canggih, melainkan pada keberanian mengajukan pertanyaan-pertanyaan strategis yang mampu mengubah cara pandang para jajaran C-suite.




Lebih lanjut, Rina menekankan bahwa nilai tertinggi seorang CHRO diuji melalui keberanian berlandaskan integritas (courage with substance), bahkan ketika harus menantang keputusan pimpinan tertinggi demi mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan organisasi. 


Beliau membagikan pengalaman masa lalu saat memilih mengundurkan diri dalam waktu singkat demi mempertahankan prinsip moral tersebut. 


Menurutnya, tantangan yang dilandasi rasa saling percaya akan berubah menjadi nasihat strategis yang dicari oleh para CEO saat menghadapi ketidakpastian. 


Penampilan Rina Sarif menjadi salah satu sesi paling berkesan dalam CNF26 yang kemudian ditutup dengan exclusive networking buffet dinner untuk mempererat kolaborasi antar pimpinan HR lintas negara.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA