Senin, H / 02 Februari 2026

Dari "Strong Why" Menuju "Grand Why": Janji Jaksa untuk Tuhan dan Bangsa

Rabu 21 Jan 2026 18:10 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Malam di Badan Diklat Kejaksaan RI menjadi saksi sebuah transformasi batin yang luar biasa. Di hadapan ratusan calon jaksa, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian melempar sebuah pertanyaan mendasar yang menggetarkan nurani: "Apa niat sesungguhnya Anda menjadi seorang jaksa?"

Sesi ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah ikrar untuk membentuk barisan penegak hukum yang istimewa, jujur, dan terpercaya.

Ary Ginanjar mengingatkan para peserta agar tidak terjebak dalam jebakan "Jaksa Materialistik" sosok yang tampak religius dan ramah di luar, namun pusat komputernya hanya digerakkan oleh ambisi posisi dan harta.

"Jaksa seperti ini akan melakukan apa pun demi jabatan, namun batinnya kosong. Jika pusat kendali Anda adalah uang, maka keadilan akan diperjualbelikan. Jika pusatnya adalah eksistensi, Anda akan hancur saat tidak mendapatkan pujian," tegasnya.

Beliau kemudian memperkenalkan konsep Grand Why, sebuah motivasi tertinggi yang melampaui kepentingan diri sendiri. 

Ary mengajak para calon jaksa meneladani tokoh-tokoh besar seperti Baharuddin Lopa dan Artidjo Alkostar, sosok-sosok yang namanya harum hingga kini karena memegang teguh integritas tanpa kompromi. 

"Suatu saat, namamu harus ada di barisan manusia-manusia kuat itu," ujarnya yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Suasana berubah haru saat Ary mengajak peserta berefleksi tentang pengabdian. Beliau menekankan bahwa menjadi jaksa berarti hidupnya telah "dibeli" oleh negara untuk mengabdi. 

"Mungkin kebaikan yang kau lakukan hari ini akan dilupakan orang esok hari, namun tetaplah berbuat baik. Karena pada akhirnya, ini bukan antara dirimu dengan mereka, melainkan antara dirimu dengan Tuhan."

Puncak emosi pecah saat para calon jaksa berdiri bersama dan mengucapkan janji suci. Di bawah kesaksian para pimpinan Kejaksaan, termasuk Ibu Kapus DTF, mereka berikrar:

 * Tidak akan mengecewakan air mata dan harapan orang tua.

 * Menjadi jaksa yang berkeadilan, bukan pemburu posisi.

 * Menjadi garda terdepan penegak hukum menuju Indonesia Emas 2045.

"Malam ini adalah keputusan besar. Indonesia Emas ada di tangan Anda. Saya yakin dan percaya, di depan saya ini adalah jaksa-jaksa terbaik yang pernah dilahirkan di bumi pertiwi," pungkas Ary Ginanjar menutup sesi dengan penuh keyakinan. 

Melalui pembekalan ini, para calon jaksa tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi membawa "kompas hidup" yang akan menjaga mereka dari badai godaan di masa depan.

Diketahui, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kejaksaan RI kembali menunjukkan komitmennya sebagai kawah candradimuka bagi para penegak hukum kelas dunia. 

Pada Selasa malam (20/1/2026), suasana di Gedung Sasana Adhika Karya Kejaksaan RI, Jakarta, tampak khidmat saat digelarnya Training ESQ serta Kick Off Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang 1 Tahun 2026.

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Manajemen Kepemimpinan (Kapus Mapim), Dr. Teuku Rachman, S.H., M.H., serta Kepala Pusat Diklat Teknis dan Fungsional (Kapus DTF), Rini Hartatie, S.H., M.H. 

Sebagai narasumber utama, hadir Sang Inspirator Bangsa, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Corp), yang memberikan pembekalan karakter bagi 500 calon Jaksa dan 5 personel TNI.

PPPJ tahun ini mengusung tema besar: "Mewujudkan Penegak Hukum yang Profesional, Berintegritas, dan Berkapabilitas Tinggi dalam Transformasi Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas 2045".

Program ini dirancang bukan sekadar untuk mencetak ahli hukum, melainkan pemimpin masa depan yang memiliki loyalitas besar kepada negara dan kepatuhan mutlak pada nilai-nilai ketuhanan.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA