Minggu, H / 19 April 2026

Dari Guru untuk Negeri: Memutus Mata Rantai Krisis Mental Pelajar Lewat Sinergi dan Keyakinan Kuat

Minggu 15 Mar 2026 17:14 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BANDUNG – Sebuah gerakan besar untuk menjaga kewarasan mental dan kekuatan spiritual tenaga pendidik di Jawa Barat pecah di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Jumat (13/3/2026). Korwil Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat secara resmi menutup rangkaian "Training ESQ Peduli Pendidikan" yang diberikan secara gratis kepada 1000 guru se-Jawa Barat.

Puncak acara yang berlangsung dalam 3 batch ini dihadiri langsung oleh Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran sang maestro transformasi karakter ini memberikan energi luar biasa bagi 500 peserta yang hadir di lokasi, mulai dari guru SD hingga SMA/SMK se-Jabar.

Keberhasilan acara ini merupakan buah manis dari sinergi berbagai pihak, di antaranya Disdik Jabar, ESQ, FKA ESQ, STIKes Dharma Husada Bandung, UPZ Baznas STIKes Dharma Husada, Quran Cordoba, Nur Quran Indonesia, dan PGRI.

Acara dibuka oleh Sekjen FKA ESQ Pusat, Gita A. Fadilla, dan dihadiri pula oleh Waketum FKA ESQ, Komjen. Pol. (Purn.) Nanan Soekarna. Dari pihak birokrasi, hadir memberikan sambutan di awal batch Ahmad Asikin Spd. M Mpd. (Kabid P3TK) yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Dewi Sartika, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen kolektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kecerdasan emosional dan spiritual (Emotional and Spiritual Quotient). 

Menurutnya, di tangan para pendidiklah karakter generasi masa depan, khususnya di Jawa Barat dan Indonesia secara luas, dibentuk.

"Kami berharap guru tidak sekadar berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi teladan yang mampu membentuk karakter anak-anak penerus bangsa agar menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan zaman tanpa melupakan doa untuk keberkahan dari Allah SWT," ujar Dewi dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Dewi memaparkan perjalanan panjang program Training Peduli Pendidikan 1000 Guru ini yang telah berlangsung dalam tiga fase intensif. Perjalanan dimulai pada Batch 1 (27-28 Februari) dan Batch 2 (6-7 Maret) yang masing-masing diikuti oleh 250 guru di STIKes Dharma Husada Bandung. 

Puncaknya, pada Batch 3 yang digelar 12-13 Maret di Gedung Andalawangi Poltekpar NHI, sebanyak 500 guru hadir melengkapi kuota 1000 agen perubahan.

Melihat antusiasme yang masih sangat tinggi dari para tenaga pendidik, Dewi pun memberikan sinyal akan adanya keberlanjutan program ini ke tahap berikutnya.

"Melihat masih banyak rekan-rekan guru yang ingin ikut, kami tentu berharap akan ada Batch keempat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang bersinergi sehingga kegiatan ini berjalan lancar di bulan yang penuh kebaikan ini.

Semoga amanah di pundak Bapak dan Ibu guru menjadi amal jariah dalam menciptakan pendidikan yang tak hanya unggul secara intelektual, tapi juga kuat secara nilai spiritual," pungkasnya yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA