ESQNews.id, MAJALENGKA — Warga Kabupaten Majalengka dan sekitarnya belakangan ini membutuhkan kehangatan lebih, akibat suhu udara yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya menjelang malam hingga dini hari. Fenomena ini dilaporkan merata di wilayah Ciayumajakuning.
Dilaporkan dari Times Indonesia, BMKG Kertajati menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh dominasi tutupan awan tebal.
Prakirawan BMKG, Dyan Anggrainy, mengungkapkan bahwa awan tersebut menghalangi sinar matahari menyentuh bumi secara maksimal pada siang hari.
“Akibat mengurangi radiasi matahari, panas yang tersimpan di bumi menjadi minimal. Dampaknya, suhu menurun tajam pada malam hingga dini hari,” jelas Dyan.
Data Stasiun Meteorologi Jatiwangi mencatat suhu minimum menyentuh angka 22,4 derajat Celcius.
Meski masyarakat merasa kedinginan, BMKG menegaskan fenomena ini bukan kondisi ekstrem, melainkan dinamika normal di puncak musim hujan.
Warga diimbau untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca dingin ini, karena kondisi serupa yang diprediksi masih akan bertahan selama intensitas hujan dan tutupan awan di Jawa Barat masih tinggi. [infomjlk]