ESQNews.id, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat transformasi birokrasi di Indonesia. Setelah sukses meraih penghargaan bergengsi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pengembangan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemprov Jawa Timur enggan berpuas diri.
Penghargaan tersebut justru dijadikan pijakan untuk melakukan lompatan besar: membangun ekosistem talenta yang lebih presisi, berbasis data, dan adaptif melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), AI TalentDNA dari ESQ.
Langkah strategis ini dikupas tuntas dalam Webinar Nasional bertajuk "Implementasi AI TalentDNA di Jawa Timur: Akselerasi Manajemen Talenta ASN" yang digelar secara virtual via Zoom Meeting pada Kamis (9/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh para tokoh kunci, antara lain Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C) Khofifah Indar Parawansa, M.Si yang diwakili oleh Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni, S.H., M.Si; Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, S.H., M.H.; serta Founder ESQ Corp Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian.
Lompatan Transformasi Menuju "Lumbung Talenta Nasional"
Dalam sambutannya, Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrullah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Jawa Timur yang dinilai memiliki visi sangat futuristik.
Dengan populasi yang besar dan kualitas SDM yang unggul, Jawa Timur dinilai sangat strategis untuk menjadi "Lumbung Talenta Nasional."
"Selamat untuk Ibu Gubernur Jawa Timur yang sangat futuristik pemikirannya. Bersama BKD, beliau mendedikasikan bagaimana SDM di Jawa Timur bisa menjadi yang terdepan. Jawa Timur benar-benar menjadi inspirasi bagi transformasi SDM nasional," ujar Prof. Zudan.
Prof. Zudan juga secara khusus memuji Prof. Ary Ginanjar Agustian sebagai sosok "Guru Bangsa" dan inovator jenius yang selama 30 tahun terakhir konsisten memajukan SDM Indonesia melalui pendekatan orisinal.
Melalui AI TalentDNA, birokrasi Indonesia diyakini mampu melompat dan bertransformasi besar.
Terobosan Baru: Usulkan TalentDNA Masuk Seleksi CASN Nasional
Menghadapi kompleksitas Indonesia yang membentang dari peradaban Society 1.0 hingga Society 5.0, Prof. Zudan menegaskan perlunya instrumen yang tersistem, mudah dilacak, dan mudah dikembangkan untuk mengelola sekitar 6,7 juta ASN di Indonesia.
Sebagai langkah konkret, Prof. Zudan mengungkapkan sebuah terobosan besar dalam tata kelola ASN nasional.
Beliau telah mengusulkan kepada Ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) agar instrumen DNA Talent menjadi salah satu materi dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) ke depan.
"Mudah-mudahan ini dikabulkan oleh tim Panselnas. Sehingga dari awal kita sudah bisa memilih talenta-talenta terbaik; the right man on the right place, the right person on the right job, and on the right time.
Ini adalah bagian yang sangat penting untuk mengeksekusi Asta Cita serta visi-misi kepala daerah secara presisi," tegas Kepala BKN.
Saat ini, BKN bersama tim telah berhasil mendorong 163 lembaga untuk menerapkan manajemen talenta. Dengan memadukan rekam jejak, tingkat pendidikan, potensi, dan DNA talenta, pemerintah dapat dengan mudah membangun jalur karier yang transparan dan terukur bagi jutaan ASN.
Pemanfaatan AI TalentDNA di Jawa Timur
Di era disrupsi, tantangan pelayanan publik menuntut penempatan SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan dorongan intrinsik yang tepat.
Pemanfaatan AI TalentDNA dari ESQ di Jawa Timur dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui tiga pilar utama:
1. Memetakan Potensi Secara Ilmiah: Mengidentifikasi algoritma genetika perilaku ASN agar pengembangan kapasitas lebih tepat sasaran.
2. Akselerasi Kompetensi: Mempercepat adaptasi ASN terhadap perubahan zaman dan teknologi digital.
3. Optimalisasi Penempatan: Menempatkan aparatur sesuai dengan kekuatan personalnya guna menghadirkan dampak pelayanan publik yang nyata.
Langkah inovatif ini berjalan selaras dengan visi besar Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara—sebuah hub strategis yang menyokong kemajuan total nasional melalui birokrasi yang unggul, efektif, efisien, kreatif, dan berintegritas.
https://www.youtube.com/live/ls7V_quefjU?si=_1NMOTPObu_EYmz6