Sabtu, H / 18 April 2026

Belajar dari Lapangan Hijau: Januar Yohanes Ungkap Rahasia Atlet Tangguh Mental Bukan Sekadar Fisik di Training ESQ

Minggu 15 Mar 2026 18:07 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BANDUNG – Sebuah gerakan besar untuk menjaga kewarasan mental dan kekuatan spiritual tenaga pendidik di Jawa Barat pecah di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Jumat (13/3/2026).


Korwil Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat secara resmi menutup rangkaian "Training ESQ Peduli Pendidikan" yang diberikan secara gratis kepada 1000 guru se-Jawa Barat.


Puncak acara yang berlangsung dalam 3 batch ini dihadiri langsung oleh Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran sang maestro transformasi karakter ini memberikan energi luar biasa bagi 500 peserta yang hadir di lokasi, mulai dari guru SD hingga SMA/SMK se-Jabar.


Keberhasilan acara ini merupakan buah manis dari sinergi berbagai pihak, di antaranya Disdik Jabar, ESQ, FKA ESQ, STIKes Dharma Husada Bandung, UPZ Baznas STIKes Dharma Husada, Quran Cordoba, Nur Quran Indonesia, dan PGRI.


Acara dibuka oleh Sekjen FKA ESQ Pusat, Gita A. Fadilla, dan dihadiri pula oleh Waketum FKA ESQ, Komjen. Pol. (Purn.) Nanan Soekarna. Dari pihak birokrasi, hadir memberikan sambutan di awal batch Ahmad Asikin Spd. M Mpd. (Kabid P3TK) yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.


Pandangan menarik disampaikan oleh Januar Yohanes, seorang guru PJOK dari Multitechnical Islamic High School Asih Putera Cimahi. 


Bagi Januar, Training ESQ membuka cakrawala baru bahwa mendidik siswa—terutama dalam bidang olahraga—tidak cukup hanya dengan melatih fisik, teknik, dan taktik semata, tetapi juga memerlukan fondasi mental yang kokoh melalui kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ).


"Dalam dunia olahraga, sering kali kita terjebak hanya pada aspek fisik. Padahal, tanpa spiritualitas dan emosi yang matang, nilai-nilai seperti sportivitas dan kerja sama bisa luntur oleh godaan untuk berbuat curang atau segala bentuk praktik tidak jujur lainnya," jelas Januar.


Ia pun menyoroti pentingnya ketahanan mental yang bersumber dari hubungan yang intens dengan Sang Pencipta.


Januar menganalogikan hal ini dengan fenomena di dunia sepak bola profesional, di mana pemain hebat sekalipun bisa mengalami kehancuran karier dan depresi saat menghadapi musibah jika tidak memiliki jangkar spiritual yang kuat.


"Pelatihan ini mengajarkan kami bahwa kebahagiaan dan kekuatan mental tidak boleh digantungkan pada hal-hal duniawi seperti harta, hobi, atau bahkan orang lain yang bisa hilang kapan saja.


Kuncinya adalah tawakal dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Jika seseorang rajin beribadah dan berdoa, kekuatan mentalnya akan jauh lebih tangguh dalam menghadapi ujian kehidupan," pungkasnya penuh optimisme.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA