Minggu, H / 01 November 2026

Wisuda Ke-10 UAG University & Welcoming Reception Ke-14 Gebrak Dunia Pendidikan: Buka Prodi Halal Pertama di Asia Tenggara!

Kamis 10 Sep 2026 06:16 WIB

Reporter :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. UAG

ESQNews.id, JAKARTA — Universitas Ary Ginanjar (UAG University) bersama ESQ Business School menggelar Wisuda ke-10 sekaligus Welcoming Reception Mahasiswa Baru ke-14 pada Rabu (9/9/2026) di Granada Ballroom, Menara 165, Jakarta dan live stream dari Youtube Channel.


Dua momentum akademik tersebut mempertemukan para lulusan yang bersiap memasuki dunia profesional dengan generasi baru mahasiswa yang baru memulai perjalanan pendidikan tingginya.


Sejumlah tokoh nasional dan akademisi hadir memberikan perspektif dan pesan strategis dalam agenda tersebut, di antaranya Menteri Sosial RI Drs. H. Syaifullah Yusuf, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI Prof. Dr. Ir. Ahmad Haikal Hasan, M.M.T., Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A.


Kemudian, Founder Universitas Ary Ginanjar Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, Rektor UAG University & ESQ Business School Dyah Utami Aryanti, S.S., M.Ed., M.M., serta Adjunct Professor UAG dan Global Halal Supply Chain Expert Prof. Dr. Marco Tieman.


Mengusung tema “From Knowledge to Global Impact: Advancing Halal Excellence for Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni pelepasan lulusan dan penyambutan mahasiswa baru. 


UAG University menjadikannya sebagai momentum untuk menegaskan arah pendidikan tinggi yang menghubungkan pengetahuan, karakter, kompetensi profesional, dan dampak nyata.


Sebanyak 55 mahasiswa tahun akademik 2025/2026 dinyatakan lulus, terdiri atas 50 lulusan program sarjana dan 5 lulusan non-degree. Dari para lulusan tersebut, terdapat 20 penghafal Al-Qur’an, termasuk 5 orang yang memiliki hafalan 30 juz.


Di saat yang sama, UAG University menyambut 112 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dari berbagai program studi, yakni Manajemen, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Teknik Industri dan Sastra Inggris.


Menariknya, dari 112 mahasiswa baru tersebut, 42 orang merupakan penghafal Al-Qur'an, termasuk 8 mahasiswa yang telah menghafal 30 juz. Angka ini memperlihatkan karakter pendidikan UAG University yang berupaya menggabungkan kecerdasan akademik dengan penguatan spiritual dan karakter atau emosional.


Mensos: UAG University Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Membentuk Generasi Berkarakter


Menteri Sosial RI Drs. H. Syaifullah Yusuf memberikan apresiasi terhadap UAG University, khususnya atas kontribusinya dalam membuka akses pendidikan dan menyiapkan generasi muda untuk masa depan.


Dalam sambutannya, Syaifullah menilai mahasiswa yang memilih UAG University telah memilih lingkungan pendidikan yang memiliki pendekatan berbeda.


Menurutnya, pendidikan di UAG tidak berhenti pada kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan karakter.


“Di kampus ini saya tahu mengajarkan sejak awal bagaimana kita mengingat Tuhan dulu sebelum kita menggunakan pikiran kita,” ujar Syaifullah.


Ia menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan UAG University dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual.


Syaifullah juga mengapresiasi dukungan Ary Ginanjar dan UAG University terhadap program Sekolah Rakyat, termasuk melalui pendekatan pemetaan talenta.


Ia mengungkapkan bahwa pemanfaatan DNA Talent membantu menemukan potensi anak-anak Sekolah Rakyat sehingga pendidikan dapat diarahkan sesuai kekuatan masing-masing individu.


Kepada mahasiswa baru UAG University, Syaifullah berpesan agar memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sebaik-baiknya.


“Sekarang sudah berada di kampus yang tepat, manfaatkan dengan baik,” katanya.


Babe Haikal: UAG University Bisa Jadi Bagian Penting Ekosistem Halal Indonesia


Sementara itu, Kepala BPJPH RI Prof. Dr. Ir. Ahmad Haikal Hasan, M.M.T. menyoroti peran UAG University dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi perkembangan industri halal global.


Dalam keynote speech, Haikal menegaskan bahwa halal telah berkembang jauh melampaui persoalan makanan. Menurutnya, halal kini menjadi bagian dari gaya hidup, kesehatan, kualitas, kebersihan, hingga kekuatan ekonomi global.


“Halal for all, halal for everybody. Halal transparency, traceability, trustability,” tegas Haikal.


Dalam konteks tersebut, ia melihat UAG University memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari pembangunan ekosistem halal Indonesia melalui pendidikan dan pengembangan SDM.


Haikal juga menekankan pentingnya membangun ekosistem halal yang tidak hanya berorientasi pada sertifikasi, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan.


“Kita buat ekosistem halal betul-betul menjiwai,” ujarnya.


Menurut Haikal, penguatan SDM melalui perguruan tinggi seperti UAG University menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar industri halal, tetapi mampu menjadi pemain utama di tingkat global. 


Ia bahkan menyampaikan visi agar Indonesia menjadi pusat halal dunia pada 2029.


Prof. Marco Tieman: UAG University Siapkan Generasi Baru Insinyur Industri Halal


Penguatan positioning UAG University di sektor halal juga disampaikan Prof. Dr. Marco Tieman, Adjunct Professor UAG University sekaligus Global Halal Supply Chain Expert.


Marco menilai UAG University mengambil langkah strategis dengan menghadirkan Halal Supply Chain Engineering, sebuah bidang yang menurutnya semakin dibutuhkan seiring berkembangnya industri halal dunia.


“Kita butuh generasi baru insinyur. Dan itulah tepatnya yang diberikan oleh program baru ini,” ujar Marco.


Menurutnya, industri halal tidak lagi cukup melihat halal hanya dari produk akhir.

Halal harus dijaga sepanjang rantai pasok, mulai dari bahan baku, produksi, penyimpanan, logistik, distribusi hingga sampai kepada konsumen.


Karena itu, lulusan UAG University ke depan tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu merancang dan membangun ekosistem halal.


Marco menyebut kebutuhan tenaga profesional di sektor ini semakin luas, mulai dari industri makanan, kosmetik, farmasi, logistik, retail, hotel, restoran hingga kawasan industri.


“Ini adalah program yang unik yang membedakan diri Anda dari mahasiswa lain,” katanya.


Ia optimistis kompetensi tersebut akan memberikan peluang karier bagi mahasiswa UAG University, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional.


LLDIKTI: UAG University Harus Cetak Lulusan yang Jadi Pemecah Masalah


Apresiasi terhadap perkembangan UAG University juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A.


Henri menilai pencapaian hingga Wisuda ke-10 merupakan bukti konsistensi UAG University dalam menjaga tata kelola dan mutu akademik.


Ia juga menilai konsep Wisuda dan Welcoming Reception yang mempertemukan lulusan dan mahasiswa baru menjadi momentum yang unik.


Di satu sisi, para lulusan bersiap masuk dunia profesional. Di sisi lain, mahasiswa baru memulai perjalanan akademik mereka.


Namun, Henri mengingatkan UAG University agar terus memastikan pendidikan yang diberikan relevan dengan kebutuhan industri.


“Fokus kita hari ini bukan lagi sekadar mencetak lulusan dalam jumlah banyak, melainkan melahirkan lulusan yang adaptif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu memberikan dampak nyata,” ujar Henri.


Karena itu, ia mendorong UAG University terus memperkuat kurikulum berbasis industri, sertifikasi kompetensi dan kerja sama riset.


“Pastikan lulusan dari kampus kita ini tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pemecah masalah dan pencipta peluang kerja di masyarakat,” tegasnya.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA

 
 
 
 

ESQ TV