ESQNews.id, MAMUJU – Menentukan arah pendidikan sejak bangku SMA bukan perkara mudah bagi sebagian siswa. Kebingungan memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi siswa yang akan naik ke kelas XI.
Berangkat dari persoalan tersebut, Alumni SMA Negeri 1 Mamuju (SMANSA) Angkatan 2006 menghadirkan sosialisasi TalentDNA ESQ dalam rangkaian pembuka Reuni Dua Dekade, Jumat (9/10/2026), di Aula SMAN 1 Mamuju, Sulawesi Barat.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 siswa kelas X, XI, dan XII ini menjadi bentuk kepedulian alumni terhadap pengembangan potensi generasi muda.
Melalui pengenalan TalentDNA, para siswa diajak memahami kecenderungan talenta diri sebagai salah satu pertimbangan dalam merencanakan masa depan pendidikan.
Sosialisasi tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan selama kurang lebih tiga jam dengan menghadirkan tiga pembicara, yakni Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Dr. Hj. St. Suraidah Suhardi, L.M. Novrianto selaku trainer ESQ sekaligus alumni SMANSA Mamuju Angkatan 2006 serta perwakilan Bank Indonesia (BI).

Dalam pemaparannya, Novrianto menjelaskan pentingnya mengenali karakter dan potensi diri sebelum menentukan pilihan pendidikan.
Ia memperkenalkan TalentDNA sebagai salah satu pendekatan untuk membantu siswa memahami kecenderungan talenta yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memilih mata pelajaran sesuai potensi masing-masing.
Menurutnya, pengenalan diri sejak dini dapat membantu siswa menyusun arah belajar yang lebih terencana, tanpa semata-mata mengikuti pilihan teman atau tren jurusan tertentu.
Salah satu peserta, Annisa Salsabilah, siswi kelas X.C SMA Negeri 1 Mamuju, mengaku mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.
Ia mengatakan selama ini masih mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan mata pelajaran yang akan diambil ketika naik ke kelas XI.
“Tadi saya ikut sosialisasi alumni, dan luar biasa sekali materi yang disampaikan. Untuk jurusan, saya masih bingung karena masih duduk di bangku kelas 10. Di sekolah sendiri, ketika naik kelas 11, siswa-siswi sudah diarahkan untuk menentukan jurusan yang diminati. Alhamdulillah, dengan TalentDNA, kami jadi lebih mudah memilih jurusan yang tepat sesuai talenta kami,” ungkap Annisa.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengenalan potensi diri menjadi kebutuhan penting bagi siswa yang tengah bersiap menentukan pilihan akademik.
Meski demikian, hasil TalentDNA tetap perlu dipadukan dengan evaluasi kemampuan akademik, minat belajar, pilihan mata pelajaran yang tersedia di sekolah, serta konsultasi dengan guru bimbingan dan konseling maupun orang tua.
Selain sosialisasi TalentDNA ESQ, kegiatan ini juga menghadirkan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Dr. Hj. St. Suraidah Suhardi, yang turut memberikan motivasi kepada para siswa.
Sebagai sosok yang juga pernah mengenyam pendidikan di SMAN 1 Mamuju, ia mendorong generasi muda agar berani bermimpi besar dan memiliki kepedulian terhadap daerahnya.
“Anak-anakku, kalian adalah penerus Mamuju. Jadilah generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat mental dan spiritualnya. Dari SMANSA ini, kalian bisa menjadi apa saja,” ujar Suraidah di hadapan para siswa.
Pembicara ketiga dari Bank Indonesia turut melengkapi rangkaian inspirasi tersebut dengan perspektif yang diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai masa depan dan dunia yang akan mereka hadapi.
Kepala sekolah bersama sejumlah guru pendamping tampak mengikuti kegiatan hingga selesai. Antusiasme peserta menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara alumni dan almamater, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memperoleh wawasan baru dalam merencanakan masa depan.
Ketua Panitia Reuni Dua Dekade Alumni SMANSA Mamuju Angkatan 2006, Marwan Syamsul, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian awal dari rangkaian reuni yang tidak hanya berorientasi pada temu kangen, tetapi juga kontribusi nyata kepada sekolah.
“Ini adalah bakti kami Angkatan 2006 untuk sekolah. Kami ingin memberikan pencerahan bagi adik-adik sejak di bangku sekolah, agar mereka semakin mengenali potensi diri dan memiliki gambaran untuk menentukan masa depan,” kata Marwan.
Ia menambahkan, rangkaian Reuni Dua Dekade Alumni SMANSA Mamuju Angkatan 2006 berlanjut pada 24–25 Oktober 2026 di kawasan Ekowisata Pantai Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Puncak kegiatan dijadwalkan diisi dengan malam ramah tamah, penanaman pohon kenangan, serta temu kangen bersama para guru yang telah menjadi bagian dari perjalanan para alumni.
Marwan berharap, momentum dua dekade tersebut tidak berhenti sebagai perayaan nostalgia. Lebih dari itu, reuni diharapkan menjadi titik awal penguatan kontribusi alumni dalam mendukung pendidikan, pengembangan karakter generasi muda, dan kemajuan daerah di Mamuju serta Sulawesi Barat.
Melalui kegiatan ini, Alumni SMANSA Mamuju Angkatan 2006 ingin menegaskan bahwa pengabdian kepada almamater tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.
Membantu siswa mengenali potensi dirinya, membangun kepercayaan diri, dan merencanakan masa depan dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.
