ESQNews.id, MAJALENGKA - Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Majalengka saat ini berada pada angka 72,37. Capaian tersebut menempatkan Majalengka di urutan ke-19 dari total 27 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.
Angka ini menjadi indikator objektif sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk mengejar ketertinggalan kualitas hidup masyarakat pada tingkat provinsi.
Peningkatan skor Indeks Pembangunan Manusia tidak dapat diraih semata-mata melalui pembangunan infrastruktur fisik.
Berdasarkan standar metodologi pengukurannya, terdapat tiga pilar dasar pembangunan manusia yang wajib dibenahi secara berkesinambungan oleh para pemangku kebijakan.
Sektor Kesehatan, Memperpanjang Umur Harapan Hidup
Penilaian pada sektor ini diukur melalui indikator Umur Harapan Hidup saat lahir yang sangat bergantung pada akses dan kualitas layanan medis.
Upaya sistematis dalam menekan angka kematian ibu melahirkan, pencegahan gizi buruk, serta pengentasan stunting secara masif dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit daerah merupakan instrumen wajib untuk memperpanjang angka harapan hidup warga.
Sektor Pendidikan, Menekan Laju Angka Putus Sekolah
Kualitas pengetahuan masyarakat dihitung dari Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. Untuk mendongkrak capaian pada aspek ini, intervensi kebijakan harus difokuskan pada langkah nyata mencegah anak putus sekolah.
Aksi konkret berupa perluasan akses beasiswa, kemudahan transportasi pendidikan di wilayah pelosok, hingga pencegahan pernikahan dini menjadi suatu syarat agar durasi rata-rata masa sekolah masyarakat dapat terus meningkat.
Sektor Ekonomi, Memastikan Investasi Dirasakan Warga
Tolak ukur standar hidup layak dilihat berdasarkan pengeluaran riil per kapita masyarakat. Di tengah masuknya arus investasi skala besar dan pengembangan kawasan industri di Majalengka, daya beli warga lokal harus dipastikan ikut terangkat.
Intervensi yang diperlukan mencakup optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan usaha mikro, serta penciptaan lapangan kerja dengan standar upah kelayakan hidup guna mendongkrak roda ekonomi masyarakat.
Tantangan mendongkrak capaian kualitas pembangunan manusia ini membutuhkan cetak biru yang jelas.
Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang konsisten agar kebangkitan ekonomi dan infrastruktur di Majalengka benar-benar sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. (infomjlk)