ESQNews.id, JAKARTA - Untuk mendapatkan feedback, bisnis para mahasiswa tersebut dinilai oleh para juri. Juri berkeliling dari 1 booth ke booth yang lain.
Juri lakukan interaksi dengan mahasiswa dan berkesempatan mencicipi belasan bisnis. Tentu, di akhir para juri membubuhkan nilai, dengan penilaiannya yang harus objektif.
Para juri tersebut antara lain adalah Iim Rusyamsi (CEO OK OCE), Wahyu Hidayah (Founder & CEO Malaika Group), Fatta Hermana (Owner Urban Wagyu), dan Rafi Pangestu (Alumni ESQ Business School, Creative Manager of HMNS).
Melengkapi perspektif para juri, Rafi Pangestu turut berbagi pandangan mendalam mengenai apa yang ia saksikan di sepanjang area bazar.
Bagi Rafi, potensi bisnis yang dipamerkan oleh mahasiswa Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School tidak hanya terlihat dari produk fisiknya yang beragam, tetapi lebih kepada kualitas kepemimpinan para pendirinya.
"Secara bisnis, produk-produk yang ditawarkan sangat potensial dan kreatif. Saya melihat ada tas rajut yang unik, kerajinan kulit (leathercraft) yang dipadukan dengan batik, parfum, hingga berbagai lini fashion lainnya.
Namun, yang paling membuat saya terkesan adalah bagaimana para leader dan founder muda ini memiliki visi serta mimpi yang besar untuk mengembangkan bisnis mereka," ujar Rafi.
Ia menambahkan bahwa di usia yang masih sangat muda, para mahasiswa ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan.
Namun, ia mengingatkan bahwa membangun bisnis adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketangguhan mental.
"Menjadi pebisnis atau pemimpin itu menantang karena kita harus memikirkan misi jangka panjang. Di sinilah keberanian, kesabaran, dan mimpi yang berdampak bagi banyak orang menjadi kunci utama.
Kita dilatih bukan hanya untuk bermimpi tinggi, tapi bagaimana mimpi itu bisa memberikan manfaat nyata," lanjutnya.
Rafi juga menyoroti pentingnya kapasitas diri dalam memimpin tim dan diri sendiri, terutama di era digital yang penuh dengan tantangan. Menurutnya, fondasi terpenting bagi generasi muda saat ini adalah self-awareness.
"Di era digital di mana tantangan begitu dinamis, mengetahui siapa diri kita sebenarnya adalah hal yang paling krusial.
Dengan kapasitas diri yang matang dan kemampuan membangun tim yang baik, saya yakin mahasiswa di sini mampu menghadapi tantangan zaman dan menjadi versi terbaik dari diri mereka," pungkas Rafi dengan penuh apresiasi.
Diketahui, Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan ESQ Business School angkatan 11 sukses menggelar event bisnis tahunan bergengsi, Pasar Lokal 2026, pada Minggu (18/01/2026).
Bertempat di Melting Pop, M Bloc Space, acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB ini menjadi magnet bagi para pecinta creative vibes dan pendukung bisnis lokal.
Mengusung tema besar "The Market Within: Where Youth Business Reflects Tomorrow" dengan slogan inspiratif "Ngabar: Reflect the Best Version of You," Pasar Lokal 2026 bukan sekadar bazar biasa.
Ini adalah ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri, berbagi inspirasi, dan menemukan versi terbaik mereka melalui karya-karya autentik.
Sepanjang hari, pengunjung dimanjakan dengan berbagai aktivitas menarik: Pop Up Market & Art Exhibition (Menampilkan karya terbaik mahasiswa), Flower Arrangement Workshop (Ruang kreasi bagi pecinta estetika), Live Music & DJ San (Menambah suasana chill di jantung M Bloc).
Lalu ada sesi Talkshow oleh Jihan Amirah (Founder In Our Twenties) serta Rinaldi Nur Ibrahim (Founder Youth Ranger Indonesia & Owner youtzmedia, wizpen.io, Youthranger.id). Spesialnya adalah ada Live Business Pitching (Mahasiswa mempresentasikan ide bisnisnya di depan juri profesional untuk mendapatkan feedback objektif).
Acara yang bersifat Free Entry ini terselenggara berkat dukungan penuh dari PT Arga Bangun Bangsa, ESQ Tours Travel, Fresh Manggoes, Art Umi Creative, Rolling Chicken, MBK, Steezy, Nutrifarm Geneuine, Enagic serta dukungan dari Pandu Karier.