“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan awal menunjukkan banyak siswa yang masuk Sekolah Rakyat mengalami berbagai masalah, mulai dari kurang gizi, anemia, gangguan kesehatan gigi, hingga kondisi fisik yang kurang bugar,” kata Mensos setelah mendampingi Presiden Prabowo meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.
Setelah tiga sampai empat bulan, kata dia, kondisi para siswa Sekolah Rakyat sudah jauh lebih baik dan lebih segar.
“Pemeriksaan dan pembinaan kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Mensos Saifullah menilai perbaikan kondisi kesehatan siswa menjadi fondasi penting agar proses belajar dapat berjalan optimal.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar siswa, yakni kesehatan.
Menurut dia, perhatian terhadap kesehatan siswa merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang holistik.
“Kalau anak-anaknya sehat, mereka bisa belajar dengan lebih baik dan masa depannya juga lebih baik,” ujar Mensos Saifullah. [Jktinfo]
Pada peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru itu, Presiden Prabowo menargetkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat dapat tercapai sampai tahun 2029.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Senin, 12 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden RI dengan ini meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Indonesia,” kata Prabowo.


