Selasa, H / 03 Februari 2026

Sinergi Lemhannas RI dan ESQ: Kolaborasi Strategis Perkuat Karakter dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu 21 Jan 2026 10:39 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Sebuah langkah monumental bagi penguatan fondasi kebangsaan kembali tercipta. Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan ESQ melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa (20/1/2026). 

MoU ini bertepatan dengan terlaksananya acara "Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Tahun 2026" yang menghadirkan tim dari ESQ.



Bertempat di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, prosesi penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, bersama Founder ESQ Corp, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. 

Pertemuan dua institusi ini menandai babak baru dalam upaya mengintegrasikan ketahanan nasional dengan pembangunan karakter berbasis kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.



Kerja sama yang disepakati mencakup poin-poin krusial yang menyentuh akar pengembangan sumber daya manusia, di antaranya:

 * Peningkatan Kualitas SDM: Fokus pada pendidikan kepemimpinan dan pelatihan program pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang komprehensif.

 * Pertukaran Intelektual: Meliputi pertukaran informasi, penyediaan narasumber ahli, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar dan diskusi strategis.

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak domino bagi kementerian, lembaga, hingga sektor swasta di Indonesia. 

Dengan menggabungkan kurikulum pemantapan nilai kebangsaan khas Lemhannas dan metode ESQ, kedua lembaga ini optimistis dapat menciptakan ekosistem kepemimpinan yang berintegritas dan bervisikan kebangsaan.



Dalam paparannya, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional adalah sebuah tanggung jawab kolektif yang mahabesar. 

Beliau menekankan bahwa menjaga kedaulatan bangsa bukan hanya menjadi tugas eksklusif pemerintah, TNI, Polri, maupun ASN, melainkan amanah bagi seluruh komponen bangsa, mulai dari dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga insan media.



“Hari ini, Lemhannas RI bersinergi dengan 11 organisasi lintas sektor, termasuk dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan. 

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa tanggung jawab memperkuat ketahanan nasional dan memantapkan nilai-nilai kebangsaan menjadi gerakan bersama. 

Kita ingin membentuk pemimpin nasional yang tangguh, berkarakter negarawan, berpikir strategis, dan visioner,” ujar Dr. Ace Hasan.



Langkah strategis ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program utama Presiden RI, yaitu Asta Cita. 

Gubernur Lemhannas berharap, melalui kolaborasi ini, implementasi ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat semakin teguh dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa.

Secara operasional, kerja sama ini akan diwujudkan dalam berbagai aksi konkret, seperti pertukaran tenaga ahli dan program pendidikan bersama. Dr. Ace Hasan memberikan gambaran bagaimana setiap mitra membawa keahlian uniknya. 

Misalnya, kolaborasi dengan media untuk pencerahan komunikasi publik, hingga keterlibatan seniman untuk memantapkan nilai kebangsaan kepada Generasi Z melalui instrumen seni dan budaya yang lebih relevan.

Secara khusus, Gubernur Lemhannas memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian melalui Talent Management AI dan TalentDNA.

Menurutnya, teknologi ini akan membawa dampak signifikan dalam proses pendidikan di Lemhannas.

"Sistem talent identification dari ESQ ini akan sangat membantu kami dalam mengidentifikasi potensi setiap calon pemimpin yang sedang menempuh pendidikan di Lemhannas. 

Kita bisa mengetahui secara akurat model kepemimpinan mereka, karakter uniknya, hingga kemampuan mereka dalam bekerja sama. 

Ini adalah langkah maju untuk memastikan kepemimpinan nasional di masa depan diisi oleh orang-orang yang tepat di tempat yang tepat," pungkasnya.



Kemudian dalam kesempatannya, Ary Ginanjar Agustian menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang terus diberikan oleh Lemhannas RI sebagai institusi pendidikan kepemimpinan tertinggi di tanah air. 

Beliau menegaskan bahwa Lemhannas merupakan kawah candradimuka yang sangat strategis dalam mencetak nakhoda masa depan bangsa.



"Alhamdulillah, ESQ kembali mendapatkan amanah untuk membekali para peserta pada awal program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Tahun 2026. 

Pelatihan ini sengaja diberikan di fase awal sebagai fondasi mental dan spiritual sebelum para peserta menyelami proses pendidikan utama," ungkap Ary.



Lebih lanjut, tokoh pembangunan karakter ini menekankan pentingnya pembekalan tersebut di tengah tantangan zaman yang kian tak menentu.

Menurutnya, dunia saat ini telah bergeser dari era VUCA menjadi era BANI yang jauh lebih kompleks.

Pemimpin masa depan dituntut untuk tangguh menghadapi kondisi yang rapuh (Brittle), penuh kecemasan (Anxious), tidak linier (Nonlinear), serta sulit dipahami (Incomprehensible).

Momentum penandatanganan MoU ini pun dipandang sebagai penguat visi bersama antara ESQ dan Lemhannas RI. Melalui sinergi ini, diharapkan nilai-nilai kepemimpinan dan nasionalisme dapat terinternalisasi lebih luas ke seluruh lapisan masyarakat. 



Ary meyakini bahwa esensi dari kebangkitan sebuah negara terletak pada pembangunan jiwanya.

"Karena membangun bangsa, selalu dimulai dari membangun manusianya. Terima kasih kepada Gubernur Lemhannas, Bapak Dr. H. TB Ace Hasan Sadzily, M.Si., atas visi dan kolaborasi luar biasa ini demi Indonesia yang lebih kuat," tuturnya.

Acara ditutup dengan pertukaran plakat dan foto bersama, simbol dimulainya perjalanan panjang dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui jalur pembangunan manusia.

Testimoni

Kehadiran metodologi ESQ dalam rangkaian program Lemhannas RI kali ini juga mendapat apresiasi positif dari para peserta, termasuk peserta mancanegara. 

Salah satunya adalah Jeje Ang, mahasiswa internasional asal Singapura yang sebelumnya pernah menjabat sebagai ASPERS (Asisten Personel) di Mabes IL Singapura.

Bagi Jeje, sesi pelatihan yang diberikan oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian bukan sekadar materi kepemimpinan biasa, melainkan sebuah sarana refleksi diri yang sangat mendalam. 

Ia merasa sesi ini membantunya untuk lebih mengenali potensi dan kelemahan diri guna bertransformasi menjadi sosok yang relevan di masa depan.

"Saya tidak hanya menikmati sesi ini, tetapi saya menjadi lebih mengenal diri sendiri agar dapat terus memperbaiki diri. 

Hal ini sangat penting agar saya bisa menjadi pribadi yang dibutuhkan dan mampu berkontribusi secara nyata di era BANI yang penuh tantangan ini," ungkap Jeje dengan penuh antusias.

Dukungan serupa juga datang dari kalangan birokrasi, salah satunya Atiatul Huda, Kepala Bagian Dukungan Administrasi di Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). 

Ia menilai bahwa metode yang dibawakan oleh Ary Ginanjar Agustian sangat efektif dalam membuka cakrawala berpikir bagi seorang pemimpin agar tetap berpijak pada nilai-nilai krusial.

"Pelatihan ESQ ini sangat menyadarkan kita tentang apa yang sebenarnya krusial bagi seorang pemimpin agar tidak kehilangan arah saat menjalankan peran. 

Terutama mengenai Grand Value, serta bagaimana mengelola fokus, gerak, dan kata yang mampu membangkitkan semangat layaknya seorang juara dunia (world champion). 

Bagi saya, ini sangat aplikatif untuk diterapkan di lingkungan pekerjaan," jelas Atiatul.

Selain materi kepemimpinan, Atiatul juga menyoroti manfaat nyata dari penggunaan alat asesmen TalentDNA. Ia mengaku menemukan banyak aspek baru dalam dirinya yang selama ini tidak disadari.

"Melalui TalentDNA, saya menemukan banyak hal baru tentang diri saya. Informasi ini akan menjadi pemandu yang sangat berharga untuk mengoptimalkan potensi dalam menggerakkan tim guna mencapai tujuan organisasi. 

Di sisi lain, saya juga menjadi lebih paham mengenai apa yang harus diantisipasi dari kekurangan yang saya miliki," tambahnya.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA