ESQNews.id, JAKARTA - Mengapa semangat ibadah sering naik turun?
Ada kisah dua orang yang membangun rumah. Yang satu membangun cepat di atas pasir. Yang satu lagi membangun lebih lambat, tetapi di atas batu. Yang cepat merasa bangga karena lebih dulu selesai. Yang lambat memilih diam dan terus menguatkan pondasinya.
Waktu berlalu. Badai datang, hujan, angin, dan guncangan. Rumah di atas pasir runtuh seketika. Rumah di atas batu tetap berdiri kokoh.
Ibadah tanpa pondasi keimanan dan keikhlasan seperti rumah di atas pasir. Terlihat cepat, tampak mengesankan, tetapi mudah goyah saat ujian datang.
Ramadhan bukan tentang siapa yang paling cepat atau paling terlihat, tapi tentang siapa yang paling kuat pondasinya dan paling istiqomah menjaganya.
Hari ini, kamu sedang membangun di atas pasir atau di atas batu?
