Jumat, H / 22 Oktober 2021

Rapor Tahap 3 Implementasi AKHLAK di BUMN

Sabtu 24 Apr 2021 07:34 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Dari kiri layar: Erick Thohir (Menteri BUMN) dan Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting)

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Menjelang 1 tahun setelah diresmikannya AKHLAK sebagai core values di seluruh Kementerian BUMN, ACT Consulting kembali merilis laporannya. Menurut Lembaga yang turut membantu merumuskan core values tersebut, sampai saat ini baru ada 41 BUMN saja yang telah melakukan pemetaan budaya kerja berdasarkan AKHLAK. Padahal semakin banyak BUMN dan anak perusahaannya yang melakukan pengukuran dan pemetaan terhadap budaya kerja, maka akan makin memberikan gambaran menyeluruh tentang AKHLAK BUMN.

Laporan tahap 3 ini merupakan pengukuran periode September 2020-April 2021. Rata-rata indeks Implementasi AKHLAK adalah 43,7% dari harapan 100%. Angka ini masuk kelompok RENDAH berada pada kategori C. Nilai ini bermakna bahwa pegawai kadang-kadang mengimplementasikan AKHLAK dalam perilaku kerja sehari-hari dan tingkat implementasi AKHLAK pada  organisasi masih rendah. Untuk mengatasi hal ini yang perlu dilakukan adalah langkah intervensi nyata implementasi AKHLAK agar terjadi peningkatan di tahun 2021.


<more>

Lalu bagaimana implementasi masing-masing nilai AKHLAK pada 41 BUMN dan
 Anak perusahaan yang telah diukur tersebut? Rata-rata Indeks Implementasi AKHLAK yang merupakan akronim dari pada Amanah Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaborasi ditemukan nilai paling rendah adalah  ADAPTIF (36,5%), HARMONIS (38,0%), dan LOYAL (39,0). Untuk hal ini ACT Consulting menyarankan perlu segera dilakukan perbaikan pada ketiga nilai tersebut yaitu ADAPTIF, HARMONIS, juga LOYAL.



Mengapa  saat ini ketiga nilai ini menjadi sangat penting? Menurut Founder ACT Consulting Ary Ginanjar Agustian bahwa saat ini BUMN sedang gencar melakukan perombakan yang dikenal dengan istilah holdingisasi dan klusterisasi. Hal ini berarti terjadi perubahan besar-besaran struktur organisaasi perusahaan. Apabila terjadi penyatuan beberapa perusahaan dengan budaya kerja yang berbeda-beda tanpa didahului transfomasi budaya maka hasilnya bisa kontraproduktif, apalagi budaya Adaptif, Harmonis, dan Loyalnya masih sangat rendah. Beherapa riset membuktikan bahwa kegagalan transformasi budaya  bisa mengakibatkan penurunan kinerja bahkan penurunan nilai asset secara keseluruhan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu sangat penting untuk mengukur secara pasti berapa prosentase atas implementasi AKHLAK di seluruh BUMN. Apabila pengukuran budaya kerja di seluruh BUMN dilakukan maka akan didapatkan agregat tolok ukur dalam pembangunan budaya AKHLAK. Karena pemimpin tidak akan mampu memanage sesuatu yang tidak terukur. 

Menurut Ary Ginanjar agar berhasil program holdingisasi klusterisasi di BUMN pada tahun 2021 ini perlu dilakukan langkah kongkrit dengan lebih optimal bukan hanya program transformasi struktural alan tetapi juga transformasi kultural sekaligus.

Nilai ADAPTIF adalah salah satu nilai yang paling diperlukan di Era Perubahan saat ini. Menteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran AKHLAK mengatakan bahwa Adaptif merupakan syarat mutlak bagi perusahaan  untuk dapat lolos dari persaingan yang sangat ketat seperti saat ini. Adaptif juga berkaitan dengan 5 program prioritas BUMN yaitu prioritas ketiga yang berkaitan dengan peningkatan di bidang teknologi. Di tengah era disrupsi  teknologi,  BUMN diharapkan  bisa membuat terobosan dari sisi pemanfaatan teknologi.

Nilai HARMONIS dan LOYAL juga sangat penting dalam mengiringi adanya perombakan struktur yang saat ini sedang getol dilakukan BUMN. 

Untuk itu Ary Ginanjar menyarankan perlunya perhatian serius agar nilai ADAPTIF, HARMONIS, dan LOYAL pada BUMN yang sudah melakukan pemetaan dan pengukuran. Internalisasi AKHLAK sebaiknya melalui pendekatan yang tidak saja bersifat kognitif namun menyentuh aspek emosi dan spiritual agar AKHLAK  bisa benar-benar menjadi pondasi kuat jangka panjang BUMN menuju Indonesia Emas 2045 Indonesia Adi Daya.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA