Menurut sang ibu, anak tersebut sering diajak berbicara
dengan bahasa positif dan dalam suasana nyaman.
Selain itu, si ibu juga sering membacakan cerita, puisi atau lagu-lagu yang berbahasa indah.
Ayat yang dikutip di awal tulisan ini dengan sangat gamblang
melarang seorang anak berbicara kasar pada orangtuanya.
Bahkan hanya perkataan ‘ah’ pun dilarang. Namun, jika kita melihat realita saat ini sungguh bertolak belakang.

Cermati gaya bicara anak-anak remaja, baik saat mereka berbicara maupun di jejaring sosial. Tak jarang mereka mengumpat dengan kasar juga mengolok-olok, bahkan pada orangtua mereka sendiri.
<more>
Ada yang salah dalam masyarakat kita saat ini. Menurut Thomas Lickona ‘penggunaan kata-kata yang memburuk’ merupakan salah satu aspek yang merupakan tanda-tanda kehancuran suatu bangsa.
(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)
