Kamis, H / 09 Desember 2021

Makna “Kehilangan”

Senin 04 Oct 2021 11:40 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Illustrasi

Foto: myamericannurse.com

Oleh: Faqih Al Fadlil

Guru di MILBoS Internasional


ESQNews.id, JAKARTA - Dunia selalu saja memberikan hal yang menarik oleh mata. Seakan memberikan janji senang dan bahagia. Menggiring manusia kepada ruang yang fana. Enak sesaat, menyesalnya lama. Memang seperti itulah mata ketika melihatnya. Kadang kilauan dunia mengubah angan dan cita-cita. Bahkan ketika kaki sudah berada di jalan kebenaran, masih saja terpeleset dan jatuh ke lubang terhina.


Semua orang berbondong-bondong untuk mengejar sebuah istilah yang mereka sebut “kesuksesan." Bekerja siang dan malam bersaing dengan lelah yang melawan. Mengorbankan waktu dan tenaga hingga bertemu dengan impian. Meski darah bercucuran. Tubuh dihantam angin dan hujan. Kaki kan tetap melangkah pada jalan yang ditentukan.




Hingga manusia tersadar akan sebuah kehilangan. Yang sangat penting tuk mereka tahu dan perhatikan. Dan mungkin selama ini mereka lupakan dan hiraukan. Tak sadar, ternyata ada hal penting mereka tinggalkan. Memang itu bukan sesuatu yang masuk dalam tujuan. Tapi, penting tuk dipikirkan.


Mobil mewah memang menggoda. Rumah megah buat orang terpesona. Uang banyak selalu saja menakjubkan mata. Namun, kadang semua itu buat terlena. Karena terlalu ambisius mengejar dunia, manusia lupa akan keluarga.


Mereka lupa kesehatan tubuhnya. Bahkan mereka lupa agama. Mereka lupa untuk memperhatikan segala sesuatu yang penting di sekitarnya. Sehingga apa yang mereka dapatkan selama perjuangan, akan membayar atau melunasi semua yang telah ditinggal dan lupa. Dan akhirnya manusia sadar kalau dia tak dapat apa-apa.


<more>


Memiliki sesuatu sering kali membuat manusia lupa. Apa yang dipunya di dunia, pada akhirnya kan fana. Ketika sudah tiada dan hilang dari pandangan mata, sedih dan galau kan tiba. Meratapi setiap titik dunia yang telah menipu mata. Merasa bahwa semua perjuangan itu telah sirna. Dan itu pernah terjadi di salah satu tetangga. Saat pencuri mengambil uang tetangga senilai kurang lebih 20 juta rupiah. Isakan tangis memenuhi isi rumahnya. Semua yang telah dikumpulkan, hilang dalam waktu yang tak lama.


Kata seorang teman, bahwa hidup itu seperti sulap saja. Apa yang hilang dari mata, sesungguhnya itu hanya ilusi belaka. Apa yang hilang, sebenarnya tidak hilang, melainkan berpindah. Toh, milik kita itu juga sebenarnya bukan milik kita. Tapi hanya pinjaman saja. So, tak usah sedih berlebihan bila ada yang pindah. Manusia hanya bisa berusaha. Adapun jumlahnya, sekali lagi, itu cuma jatah.


Intinya, uang dan harta itu penting. Akan tetapi, jangan sampai menghapus hal yang lebih penting. Kita susah payah mencari sesuatu, tapi mengabaikan sesuatu yang lain. Dan bila sudah diraih, jangan mudah tersinggung bila pergi. Sesungguhnya manusia tak punya apa-apa di dunia. Semua yang kita pakai dan nikmati hanyalah pinjaman saja. Yang kekal hanya ketika kita menginjakkan kaki di surga. Wallahuaalam.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA