Kamis, H / 09 Desember 2021

Lawan Covid-19! 1000 Peserta Vaksin Hati dari 4 Negara Ini Dapat Teknik Pengendalian Diri Secara IQ, EQ dan SQ

Sabtu 21 Aug 2021 13:03 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat acara berlangsung

Foto: dok. ESQ

“Kegelisahan adalah separuh dari penyakit. Ketenangan adalah separuh dari obat. Dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan” Ibnu Sina.

 

ESQNews.id, JAKARTA - ESQ kembali hadirkan vaksin hati angkatan 6. Webinar tersebut digelar untuk umum secara gratis, pada Sabtu (21/8/2021) pukul 08.00-15.30 WIB melalui Zoom Meeting. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) bersama Coach Bramanto Wibisono, Coach Iman Herdimansyah, Coach Arief Rahman, Coach Rudi (trainer ESQ) mendampingi selama acara berlangsung.

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 1000 peserta dari 4 negara (Singapura, Malaysia, Indonesia, Hongkong) terbagi menjadi 2 link zoom.

 

Di awal sesi, Ary selalu mengingatkan kalimat dari Ibnu Sina yakni “Kegelisahan adalah separuh dari penyakit. Ketenangan adalah separuh dari obat. Dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan.” Ia juga membagikan kisahnya sebagai penyintas Covid-19 kepada partisipan yang hadir.



<more>

 

“Benarlah apa yang dikatakan oleh dr. Kusnanto Saidi dan Dr Anggar Jito Spesialis Paru, yang merawat saya, bahwa yang paling berbahaya bagi seorang penyintas Covid bukan hanya comorbid dan kondisi imunitas tetapi juga kondisi mental dan psikis. Pengaruhnya bahkan bisa sampai 70% - 80%!”

 

“Contohnya, saat kita stress dan khawatir maka saluran pernafasan akan mengecil, padahal yang sangat penting ketika sedang diserang Covid-19, tak lain dan tak bukan adalah nafas,” sambungnya.

 

Karena itu menurutnya, penting bagi kita untuk bisa membuang jauh-jauh rasa marah, khawatir, malu, dan merasa bersalah yang membuat tubuh memiliki low energy. Sebaliknya, jika kita kendalikan pikiran kita dan mengisinya dengan hal-hal positif, maka tubuh kita akan punya energi yang cukup untuk bertahan bahkan mengusir penyakit tersebut.



 

Salah satu peserta ada yang bertanya terkait bagaimana cara menghindari low energy dan mengubahnya menjadi high energy.

 

“Pertama, pengendalian diri secara Emotional Quotient. Kita terima semua kenyataan bahwa kita positif Covid-19/ penyakit lain dengan tenang dan ikhlas. Jangan sesali takdir. Jangan marah. Tetap senyum saja (level 250: netral), kendalikan pikiran selalu berada pada positif energi (level 350: bisa menerima), jangan mendengar dan jangan melihat berita yang bisa meningkatkan tensi. Pilih channel yang damai untuk pikiran Anda,” papar Ary.

 

Sedangkan secara Spiritual Quotient yaitu (1) Letakkan tulisan Allah dan Nabi Muhammad di dinding kamar lalu pandang tulisan itu dalam-dalam sampai kita merasa damai (level energi 700), (2) Lakukan tahajud dan dzikir, (3) Membaca dan mendengar Al-Qur’an serta bersedekahlah untuk memeliharanya.



 

“Kalau Anda berhasil berada pada posisi ini Anda sudah berada pada level energy 600 atau peace/damai. Puncaknya adalah 700+, Anda sudah tercerahkan. Secara mental spiritual Anda sehat. Untuk menyembuhkan secara IQ, tetap ikuti protokol kesehatan dan nasihat dokter,” tutupnya.

 

Para peserta terlihat serius mendengar paparan tersebut dan ikutserta menganggukan kepalanya. Suasana semakin meriah ketika Coach Rudi mengajak para pesertanya untuk berjoget mengikuti irama musik yang energik.



Kemudian, ESQ juga memperkenalkan komunitas Teman Curhat ID (sebuah ruang digital konsultasi yang serba ada. Mulai dari kesehatan mental, sampai kesehatan finansial). Serta launching buku Vaksin Hati (yang dikemas secara sistematis seperti buku saku).




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA