Dua pemuda Palestina berumur 21 dan 23 tahun tewas setelah mengalami luka-luka dalam bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza pekan lalu
ESQNews.id, GAZA Palestina - Dua pemuda Palestina pada Kamis tewas setelah mengalami luka-luka dalam aksi Great March of Return di sepanjang perbatasan Gaza pekan lalu, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza. Ahmad Ali Moustafa Kattush, 23 tahun, tewas setelah terluka akibat tembakan tentara Israel di daerah perbatasan, dekat kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza, kata juru bicara kementerian Ashraf Al-Qudra melalui pernyataan tertulis.
Selain itu di Tepi Barat, Mohand Abu Tahon, 21 tahun, juga tewas akibat luka-luka yang dia alami dalam bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza pekan lalu. Abu Tahon dipindahkan ke Tepi Barat Senin lalu untuk menerima perawatan medis, menurut pernyataan kementerian.
Ketegangan di wilayah Palestina terus meningkat sejak Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu. Pada 14 Mei, sedikitnya 65 demonstran Palestina yang mengikuti aksi di timur Jalur Gaza tewas dan ribuan lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel.
Source: Anadolu
