Senin, H / 28 November 2022

Kekentalan Darah dalam Tubuh, Apa Penyebabnya?

Rabu 22 Jan 2020 10:52 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: healthline.com

ESQNews.id, JAKARTA - Ada sebuah pertanyaan, mengapa kita harus minum air putih yang cukup? Sebenarnya jawabannya cukup "mengerikan" tetapi harus terungkap kebenarannya. Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air.


Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah otak dan darah. Menurut dokter jantung dari laman club_STO, otak memiliki komponen air sebanyak 90%. Sementara darah memiliki komponen air sebanyak 95%.


Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas air putih sehari. Jumlah di atas harus ditambah bagi seorang perokok!


Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekres. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter air dalam sehari?


<more>


Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?


Dengan jalan "Menghisap" air dari komponen tubuh sendiri terdekat yaitu darah. Darah yang dihisap airnya akan menjadi Kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang darah cair.


Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah), ginjal akan bekerja ekstra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan robeknya pada Glomerulus Ginjal.


Akibatnya, air seni berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, Anda mungkin suatu saat harus mengeluarkan 2 juta rupiah seminggu untuk cuci darah.


Bagaimana dengan otak? Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak tersendat. Otak tidak lagi "encer", karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, ini yang mengakibatkan penyakit stroke.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA