Senin, H / 08 Agustus 2022

Bahaya Nonton Porno Menurut Medis (1)

Rabu 17 Jul 2019 16:39 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

dr. Clarin Hayes, dokter muda sekaligus vlogger kesehatan

Foto: Youtube

Menurut penelitian orang yang sering menonton film porno memiliki otak yang lebih tidak aktif, dan koneksi antar neuron yang tidak sebagus orang normal.


ESQNews.id, JAKARTA – Apa bahaya menonton porno? Apakah berdampak kepada kesehatan tubuh kita? Apa dampaknya pornografi secara mental maupun fisik? Jasmani maupun rohani. Jika dibiarkan, bahaya pornografi bisa berdampak menjadi pornoaksi.


Otak kita memiliki substansi atau zat yang disebut dopamin atau biasa disebut dengan feel good hormone. Hormone yang membuat kita merasa senang. Hormone ini dialirkan kepada otak bagian sistem limbic (reward centre).


Fungsinya secara normal yaitu diproduksi ketika melakukan sesuatu yang menyenangkan. Contohnya olahraga, bermain musik. Dia akan dialirkan ke sistem limbik atau reward centre supaya membuat tubuh kita merasa senang dan ingin melakukan hal tersebut lagi. Karena itu bagus untuk kesehatan tubuh.


Nah masalahnya, otak kita bisa di tipu (the brain can be trickced) artinya tidak bisa membedakan dopamin alami dengan dopamin yang berasal dari sesuatu yang tidak sehat. Contoh obat-obatan atau narkoba, porn dan sejenisnya.



- Pornografi Anak Marak, Ini Penyebab dan Antisipasinya

- Indahnya Gerhana Bulan Sebagian dari Stasiun Geofisika Bandung


Jika olahraga kita merasa lelah otomatis dopamin berhenti, ketika makan kemudian kenyang dopamin akan berhenti. Lalu bagaimana dengan menonton pornografi? Bagaimana cara menghentikannya? Hanya diri kita yang dapat menghentikannya dari rasa candu.


Melansir dari Channel Youtube Clarin Hayes sang dokter muda, Berikut tahap kecanduan:

1. Eksperimental (sekedar ingin tahu)

2. Rekreasional (sosial/nonton bareng-bareng)

3. Situasional (menjadikan pelarian)

4. Ketergantungan (sudah akut)


[1]     [2]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA