Senin, H / 15 Juli 2024

Jalan Pikiran Anak, Orang Dewasa Perlu Tahu! (1)

Jumat 03 Jan 2020 16:07 WIB

Reporter : Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Ida S. Widayanti dalam bukunya yang berjudul Mendidik Karakter dengan Karakter

ESQNews.id, JAKARTA - Murid-murid di sebuah sekolah mendapat hukuman dari guru karena ribut. Agar hukuman itu mendidik, sang guru menugaskan murid-muridnya menjumlahkan angka dari 1 sampai 100.


Ketika murid-murid lain sedang sibuk menjumlah, tidak sampai satu menit seorang anak berjalan ke arah guru dan menyerahkan hasil hitungannya.


Ternyata jawaban anak tersebut benar yaitu: 5050. Tentu saja sang guru heran, lalu bertanya bagaimana ia bisa menjumlah dengan secepat itu.


<more>


Anak tersebut menjawab, “Mudah saja, 1 ditambah 100 sama dengan 101. 2 ditambah 99 sama dengan 101. 3 ditambah 88 sama dengan 101. Ada 50 pasangan angka yang seperti itu. Saya kalikan 101 dengan 50 maka hasilnya 5050.”


Kemudian ia tumbuh menjadi seorang yang sangat pandai dalam memecahkan persoalan matematika. Dunia kemudian mengenalnya dengan nama Carl Friedrich Gauss (1777-1855), ahli matematika dan ilmuwan dari Jerman. Ia banyak memberi sumbangan pikiran di bidang analisis, geometri, relativitas, dan energi atom.




Cara yang dilakukan Gauss kecil dalam memecahkan soal matematika tentu saja bukan cara yang diajarkan oleh gurunya. Ia menemukan pemecahan matematika itu sendiri. Anak-anak dengan jalan pikirannya, ternyata mampu menciptakan pemecahan soal yang sebelumnya tak terpikirkan oleh orang dewasa.


“Barangkali muncul pertanyaan di benak kita, Bagaimana mungkin anak kecil bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan orang dewasa,” tulis Ida S. Widayanti dalam bukunya Mendidik Karakter dengan Karakter.


John Holt dalam bukunya yang menggegerkan dunia, How Children Fail, memaparkan hasil pengamatannya sebagai seorang guru sekolah dasar di Amerika Serikat selama bertahun-tahun terhadap anak didiknya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA