Jumat, H / 30 Juli 2021

GKF untuk Insan OJK dan LPPI, Trainer ESQ MPP: Apa Hubungannya dengan Pensiun?

Kamis 08 Apr 2021 17:10 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Beberapa insan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sebentar lagi akan memasuki masa purnabakti. Untuk itu, butuh persiapan atau amunisi yang matang untuk menghadapinya.

 

Salah satunya dengan mengikuti Training ESQ Masa Persiapan Pensiun (ESQ MPP) atau Program Persiapan Masa Pensiun (PPMP) yang diadakan pada Kamis (8/4/2021) melalui zoom meeting, bersama Ahmad Zaki dan Hasa (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

 

“Penentu masa purnabakti itu siapa? Siapa yang menentukan kita bahagia atau tidak? Remote control diri ini siapa yang mengendalikan?” tanya Zaki kepada peserta.

 

Puluhan insan OJK dan LPPI nampak sejenak merenung, dengan menundukkan kepalanya. Salah satu peserta menjawab, “Remote Control harusnya dipegang sama diri kita, dan yang menentukan rasa bahagia atau tidak itu yaaa diri kita sendiri.”



<more>

 

Lalu Zaki, memberikan rumus GKF yaitu Gerak, Kata, Fokus yang positif. Menurutnya, ketika emosi kita sedang kecewa, sedih, marah, dan perasaan tidak bahagia lainnya, maka gerakkan tubuh terlebih dulu (tegap dan tersenyum).

 

“Ini dulu langkah pertama saat memasuki masa pensiun. Kemudian mengeluarkan kata-kata yang positif. Mengapa?”

 

Seorang pria, yang juga salah satu partisipan merespon, “Berkata poistif bisa memberikan perasaan tenang, tindakannya juga bisa positif, auranya positif sehingga mengeluarkan hormon endorphin. Sebaliknya jika kecewa, marah, yang keluar kata-kata kasar maka hormon kortisol yang keluar.”



 

Trainer Zaki mengapresiasi setiap jawaban yang dilontarkan oleh peserta. Kadang juga diselingi dengan canda tawa. Sehingga suasana pelatihan terlihat lebih rileks namun tetap kondusif.

 

“Good, dapet ya ilmunya? Nah coba sekarang kira-kira apa hubungkan dengan pensiun?” tanya pria yang mengenakan batik itu.

 

Terlihat dari layar zoom, beberapa peserta terlihat antusias ‘saking’ ingin memberikan pendapatnya.

 

Nyimas, “Kata-kata bijak yang perlu ditanamkan saat atau akan pensiun misalnya tidak semua orang mengalami pensiun. Saat kita pensiun, kita banyak waktu untuk diri sendiri. Banyak waktu untuk beribadah.”

 

Suhartono, “Kita bisa menjadi pensiun bahagia. Dengan pensiun kita bisa menyalurkan hobi, memiliki waktu lebih efektif.”


“Ya betul sekali, mengapa ini penting? Karena tubuh manusia merespon kata-kata. Words have power atau kata-kata adalah doa,” tutup Zaki.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA