Jumat, H / 22 Oktober 2021

Gamifikasi AKHLAK, Cara Seru Handle Generasi Z di Dunia Kerja

Jumat 25 Jun 2021 15:16 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat acara berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – 250 orang dari BUMN, Anper, swasta, serta umum disuguhi berbagai macam gaya serta bahasa Generasi Zelenial atau Gen Z pada Rabu (23/6/2021) secara online dengan webinar bertajuk “Developing Gen Z Through Gamification.” ACT Consulting punya terobosan baru untuk membantu berbagai perusahaan. ACT Consulting memiliki produk bernama "GAMIFIKASI AKHLAK" yang memungkinkan proses penanaman nilai AKHLAK menjadi begitu menyenangkan dengan berbagai macam fitur menarik seperti sistem dialog yang interaktif, user bebas eksplorasi, penilaian komprehensif dan lainnya.

 

Game AKHLAK adalah permainan yang diciptakan untuk menanamkan nilai AKHLAK pada para karyawan yang lahir di era baru (generasi Z) dengan metode game based learning.

 

Mengapa harus diluncurkan? Karena penanaman budaya perusahaan yang lebih mudah dan menyenangkan kepada generasi muda dengan teknik game based learning. Game berisi ratusan scenario yang sesuai dengan kejadian nyata di perusahaan sehari-hari. Mengingat keterlibatan karyawan dengan proses belajar kebiasaan baru, game AKHLAK secara tidak langsung menguji pemahaman karyawan tentang nilai inti AKHLAK.

 

Maka, tim ACT Consulting mempersembahkan sebuah permainan di laman kahoot.it. Peserta satu per satu mulai join dan mengikuti game-nya dengan fun. Dari layar zoom menampilkan 7 pertanyaan dan pilihan gandanya, yang menjawab pertanyaannya dengan cepat dan tepat dialah yang akan naik ke 3 podium pemenang dan mendapatkan hadiahnya.



<more>

 

Game dan acara dipandu langsung oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting), Coach Rinaldi (trainer), Coach Syaiful (trainer), Puput (konsultan). Mereka hadir di Studio lantai 23, Menara 165 dengan mematuhi protokol kesehatan.



 

“Terimakasih bapak dan ibu sudah meluangkan waktu, tadi kita sudah belajar bahasa mereka. Itulah beberapa bahasa yang mereka pakai dalam kesehariannya. Yang mungkin sebagian dari bapak dan ibu belum mengenal kata-kata mereka. Karena Gen Z sudah mulai merajai semua bidang dan masuk berbondong-bondong ke lingkup kerja kita. Maka dari itu, di awal kita kenalkan bahasa mereka dengan sebuah permainan,” ungkap Ary.



 

Untuk lebih memahami bahasa mereka, Puput dengan gamblang menjelaskan pengertian atau maksud dari bahasa mereka yang ada di game tadi.




“Mohon izin bapak dan ibu untuk menjelaskan kata-kata yang ada dalam Kahoot tadi. Di mulai dari FYI adalah kepanjangan dari For Your Information atau informasi yang ditunjukan untuk kita. Takis itu kebalikan dari sikat yang artinya mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu, kata lain dari kuy, ayo.”

 

Setelah mengetahui beberapa bahasa dari mereka, Ary memberikan tips cara menghandle mereka di dalam lingkungan kerja yakni authentic leadership, workplace equity, meaningful work. Selengkapnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

 


 

Webinar yang dipersembahkan oleh tim ACT sangat totalitas, terlihat megah. Pasalnya dari segi multimedia seperti sound system yang menggelegar, lampu yang gemerlap, suara yang jernih, lancarnya sinyal, background yang menggunakan green screen sehingga gambarnya selalu berubah sesuai dengan alur acara. Serta kekompakan timnya begitu harmonis.

 


 

Menuju penghujung acara, insan BUMN dan non BUMN terlihat semakin antusias dan menyertakan beberapa pertanyaan di kolom chat. Maka, dibukalah sesi tanya jawab saat itu.

 

“Bagaimana cara mengajarkan AKHLAK kepada Gen Z?” tanya Dimas.

 

Ary menjawab, “Generasi z menyukai sesuatu yang fun, jadi cara internalisasinya juga harus fun. Maka kami membuat game AKHLAK ini. Sehingga diharapkan, AKHLAK tak hanya menempel di otak namun di hati mereka. Saya jadikan mereka teman atau sahabat bukan bawahan. Saya juga sampai hafal kesukaannya apa. Sehingga mereka juga akan respect sama kita.”



 

“Kemudian bisa dengan teknik coaching yaitu teknik bertanya dan mendengarkan apa yang dibutuhkan, disukai Gen Z, bisa menggali potensi mereka. Dan alasan mengapa ada game AKHLAK ini, karena setiap hari mereka memegang handphone, jadi masukkan AKHLAK ke situ saja,” sambungnya.



 

Insan KAI, ADHI, Pertani, AMKA, Pos Indonesia, Pupuk Indonesia, Perumnas, BSI, Jiwasraya, PNM, PSP, Poltekpar Lombok, Reska Multi Usaha, Pusri, PTPN, Waskita, terus menyimak dan pertanyaan semakin banyak di kolom chat. Sehingga suasana semakin seru namun tetap kondusif.



Untuk informasi lebih lanjut seputar GAMIFIKASI AKHLAK, bisa klik tautan di sini


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA