Senin, H / 08 Agustus 2022

Cara Unik AUTO 2000 Tanamkan Nilai Integritas pada Karyawan

Selasa 14 Aug 2018 18:50 WIB

Singgih Wiryono

Kepala Divisi Human Capital (HC) AUTO 2000, Wie Tjung Sudarma berfoto di miniatur bak belakang truk bergambar direksi dan coretan kata

Foto: Singgih Wiryono

ESQNews.id, JAKARTA - Saat menanamkan values perusahaan pada karyawan, biasanya perusahaan akan menjalankannya secara formal. Berbeda dengan AUTO 2000, sebagai dealer Toyota terbesar di Indonesia, cara menanamkan values perusahaan justru dilakukan dengan cara yang unik. Hal tersebut dijelaskan Kepala Divisi HC AUTO 2000, Wie Tjung Sudarma saat dikunjungi tim ESQ Media di kantornya di bilangan Sunter, Jakarta Utara.


"Kita tadi pagi baru saja mengadakan culture festival. Hari ini ada culture yang memang sangat dibantu oleh teman-teman ACT (Accelerate Culture Transformation ESQ Leadership Center). Hari ini tema kami walk the talk, bagian dari values kami yakni integrity," ujar dia, Senin (13/8).



Wie Tjung mengatakan, bagaimana agar apa yang menjadi values perusahaan bisa terwujud dalam perilaku nyata, dan juga kuat tertanam dalam karyawan. Wie Tjung mengatakan, yang utama adalah fun, agar nilai perusahaan tidak terlihat terpaksa ditanamkan.



"Kita norak-norakan aja, saya menchalange agar tidak terlalu formil untuk internalisasi values. Pada saat kami bicara integrity, idenya adalah datang tepat waktu. Is simple tings,  bagaimana agar ini bisa menjadi sesuatu yang oke," jelas dia.


Agar selalu diingat, lanjut dia, akhirnya Wie Tjung memilih untuk konsep berbicara di belakang truk. Dibuatlah miniatur bak truk dari belakang dan ditulis seperti lumrahnya tulisan norak pantat-pantat truk yang sering terlihat seperti misalnya "Ku tunggu jandamu" atau "doa ibu". Wie Tjung memilih menulis "Ku tunggu kau di pengkolan gaya motor jam 8 teng!" untuk miniatur belakang truknya.



"Tujuannya apa, biar nggak datang terlambat. Wajah direktur dibuat di belakang truk, direkturnya yang opening memberikan sambutan," kelakar dia.


Setiap departemen yang datang paling pagi diberikan penghargaan semacam voucer makan siang. Selama sebulan ini, lanjut dia, seluruh karyawan akan didorong untuk berfoto dan direkam video untuk dimintai komitmen dalam satu bulan ke depan.



"Kita rekam, nanti kita edarin, paling tidak itu kan intimidasi masal Pak. hahaha. Kalau sudah ngomong, sudah direkam nggak dilakukan awas aja, kan gitu. Saya memainkan sedikit ilmu psikologi di situ, tapi pada saat ngomong di depan orang banyak, itu kan sama seperti membuka diri untuk dihajar ketika nggak komen," ujar dia mengakhiri.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA