Minggu, H / 29 Januari 2023

Buah Hati Nyayu Luluh dengan ESQ 3.0 Coaching

Jumat 03 Aug 2018 10:24 WIB

Singgih Wiryono

Nyayu Siti Rahmaliya

Foto: ESQMedia/Arief M Leo

Perubahan drastis yang anaknya dapatkan setelah proses coaching pun membuat Nyanyuk sendiri seperti tak percaya.


ESQNews.id, JAKARTA - Single Fighter tidak membuat Nyayu Siti Rahmaliya menyerah untuk merubah tingkah polah yang cukup rumit dari buah hatinya. Tidak mau bekerja dan tidak mau melanjutkan pendidikannya sempat membuat Nyayuk berputus asa.


Dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta tersebut mengatakan, begitu banyak tempat dirinya berkonsultasi untuk menemukan keinginan anaknya tersebut. Sempat divonis mengalami kelainan atau sakit, hingga akhirnya Nyayu menemukan jawabannya di ESQ 3.0 Coaching.


"Saya ini punya PR besar adalah anak saya nomor 2, di mana anak saya ini sesuatu yang spesial. Saya pikir dia punya sesuatu yang bagus begitu tapi saya belum bisa dapat. dan memang komunikasi itu masih terbatas, dan ini setelah saya mengikuti lima hari coaching, akhirnya saya bersujud sama Allah, terimakasih bahwa ini ilmu yang luar biasa," ujar dia saat diwawancara tim ESQ di Menara 165, Jalan TB Simatupang Kavling 1, Jakarta Selatan, Selasa (31/7).


Menemukan ilmu yang luar biasa di Coaching 3.0, Nyayu mengucapkan terimakasih pada Pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian dan para Coach yakni Coach Huda dan Coach Arief.


setelah pulang dari pelatihan, Nyayu langsung melakukan Coaching pada anak keduanya. Diawali dengan istikharah, akhirnya Nyayu bisa memosisikan dirinya sebagai seorang teman untuk anak keduanya itu.


"Lalu saya mencoba untuk bisa menurunkan emosi, dan emosi saya sudah tidak ada. Dia saya anggap teman, sahabat yang sudah tidak ada hubungan emosional. Waktu itu anak saya bisa bicara bahwa dia menganggap saya sebagai teman," jelas dia.


Terbukalah gerbang yang selama ini tertutup dari buah hati Nyayu. Anak tersebut merasa stress kemudian mengungkapkan dirinya perlu berkegiatan dan bisa nyaman dengan teman-temannya.


"Akhirnya saya mendapat iner drivenya, pertama dia ingin bisa berbuat untuk lingkungannya, itu yang saya dapat. Setelah sebulan tidak begitu lama, akhirnya saya coba panggil teman-temannya tanpa dia tau, kalau dia ingin bekerja," jelas Nyanyuk, suaranya bergetar meluapkan emosi rasa syukurnya.


Perubahan drastis yang anaknya dapatkan setelah proses coaching pun membuat Nyanyuk sendiri seperti tak percaya. Anaknya yang dulunya divonis kena penyakit bermacam rupa sekarang menjelma menjadi anak yang luar biasa.


Tiga bulan berjalan setelah coaching. Akhirnya kata Nyayu, alhamdulillah sudah tiga bulan berjalan anaknya di setiap akan beraktivitas selalu mencium tangannya. 


"Dia cium tangan saya. Alhamdulillah saya sujud di aqsa, bersama esq group. InsyaAllah Agustus dia mau kuliah lagi. Tidak ada kata terlambat," suara Nyayu semakin bergetar menceritakan keharuannya berhasil menolong anaknya sendiri dengan ilmu coaching.


"Saya ingat kata pak Ary, oke tak apa kamu tidak sekolah, tapi perjalanan masih panjang. Itu yang juga saya sampaikan pada anak saya. Okey tak apa kamu tidak kuliah, tapi perjalanan masih panjang," ujar dia mengakhiri.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA