Senin, H / 19 Januari 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#EQ

#SQ

#BI

#HK

#AS

#MA

#3M

#NU

#BK

#MK

#UI

#RS

#GM

#SD

#bi

#IT

#MU

#MC

#QX

#

#Pa

#DO

#DJ

#S1

#as

#UN

#LG

#BU

#\

#HC

#US

#PS

#Hu

#qx

#KB

#8

#3A

#5P

#HP

#U

#01

#02

#Wo

#VW

#Em

#5G

#K3

#Ke

#FK

#TJ

# P

#Ti

#CC

#UU

#Al

# t

#VR

#WA

TERKINI

KISAH

 

Cinta yang Bertahan Tanpa Drama

#NarasiHafasaESQNews.id, JAKARTA - Aku dulu mengira cinta harus selalu gaduh. Harus penuh kejutan, emosi naik turun, dan kata-kata manis yang diulang setiap waktu. Aku pikir, jika tidak ada pertengkaran, berarti tidak ada rasa. Jika tidak ada drama, berarti cinta itu hambar. Pandangan itu menemaniku cukup lama, sampai hidup pelan-pelan mengajarkanku arti yang berbeda.Dalam keseharian, cinta hadir tanpa sorotan. Ia ada saat lelah setelah hari panjang, ketika percakapan tak selalu seru tapi tetap jujur. Ada hari kami diam lebih banyak, bukan karena marah, tapi karena saling mengerti. Awalnya aku jengkel. Apakah ini tanda cinta mulai pudar? pikirku. Namun di balik sunyi itu, ada rasa aman yang tumbuh perlahan.Aku belajar bahwa cinta yang dewasa tidak selalu keras terdengar. Ia tidak menuntut untuk selalu dipahami, tapi mau belajar memahami. Ia tidak mencari menang, tapi menjaga tenang. Ada haru saat kusadari, orang yang tetap tinggal tanpa banyak drama adalah orang yang benar-benar berjuang.Di tengah dinamika hidup, pekerjaan, tanggung jawab, dan kelelahan, cinta diuji bukan oleh pertengkaran besar, tapi oleh kesabaran kecil yang konsisten. Aku melihat cinta bertahan bukan karena janji berlebihan, tapi karena pilihan untuk hadir, hari demi hari.Kini aku tidak lagi mencari gejolak. Aku mensyukuri ketenangan. Aku memilih komunikasi yang jujur, adab yang dijaga, dan ego yang diredam. Aku bahagia, bukan karena segalanya sempurna, tapi karena kami belajar tumbuh bersama, tanpa perlu drama untuk membuktikan rasa.Mungkin hari ini kita sedang belajar mencintai dengan cara yang lebih sunyi. Mari kita rawat cinta dengan kesadaran, bukan sensasi. Karena cinta yang bertahan lama bukan yang paling ribut, tapi yang paling setia menjaga.“Cinta yang dewasa tidak mencari panggung, ia memilih bertahan dalam kesadaran.” - Hafasa Academyhttps://www.instagram.com/reel/DTlLwq-EnYt/?igsh=ODNiM2ZianoydG5j

2 hari yang lalu

KISAH

 

Proses yang Membentuk

#CeritaHKESQNews.id, JAKARTA - Aku adalah atasan mereka. Di atas kertas, aku memimpin sebuah tim yang solid dan produktif. Target tercapai, laporan rapi, jadwal terpenuhi. Namun di balik semua itu, ada ketegangan yang tak tertulis. Aku bisa merasakannya dari cara mereka menjawab singkat, dari senyum yang hanya formalitas. Aku jengkel. Aku marah dalam diam. Mengapa semua terasa dingin padahal hasilnya baik?Aku menuntut lebih.Kupikir tekanan adalah cara terbaik untuk menjaga standar. Nada suaraku meninggi, kata-kataku tajam, semua atas nama profesionalisme. Tidak ada perlawanan. Tidak ada yang resign. Mereka tetap bekerja. Justru itulah yang membuatku semakin gelisah. Sunyi mereka lebih keras dari bantahan.Di suatu malam yang panjang, aku pulang dengan dada sesak.Aku bertanya pada diriku sendiri, “Apakah aku membentuk tim, atau hanya membentuk ketakutan?” Pertanyaan itu membuatku terdiam. Aku menyadari, selama ini aku fokus membentuk hasil, tapi lupa membentuk manusia. Aku ingin dihormati, tapi lupa memberi rasa aman.Keesokan harinya, aku memilih diam sebelum bicara.Aku mulai bertanya, lalu mendengar. Aku menahan keinginan untuk selalu benar. Tidak ada drama. Tidak ada pembelaan. Perlahan, suasana berubah. Ada tawa kecil yang kembali muncul, ada mata yang lebih berani menatap. Di situ aku merasakan haru, ternyata perubahan dimulai dari dalam diriku sendiri.Aku belajar, proses yang berat sering kali datang bukan untuk menghancurkan, tapi untuk membentuk. Konflik ini bukan tentang siapa yang salah, melainkan tentang siapa yang mau bertumbuh. Dan aku memilih bertumbuh.Kepemimpinan sejati dibentuk oleh kesadaran diri, bukan oleh kekuasaan.Mari kita jalani setiap proses dengan hati terbuka. Karena saat kita mau bercermin dan belajar, setiap tekanan bisa membentuk kita menjadi pribadi yang lebih bijak."Karakter seseorang tidak dibentuk oleh kenyamanan, tetapi oleh cobaan dan kesulitan.” — Helen Kellerhttps://www.instagram.com/reel/DTlJR8bkmNq/?igsh=MWI1cDl6a2p3MGY5Zw==

2 hari yang lalu

LIFESTYLE

 

Paradoks Gen Z: Paling Paham Finansial, Paling Rentan Pinjaman Daring

ESQNews.id, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan risiko kredit bermasalah meningkat, terutama di kalangan muda. Di satu sisi, survei Jakpat menemukan bahwa meskipun mayoritas Gen Z merasa percaya diri dengan kemampuan perencanaan keuangan mereka, namun mereka sekaligus menjadi kelompok yang paling rentan terjerat pinjaman daring.Jakpat mengadakan survei untuk mengetahui perilaku dan kebiasaan pengguna fintech di Indonesia pada paruh kedua 2025 dengan melibatkan 2.089 responden yang terdiri dari Generasi Z (40%), Milenial (39%), dan Generasi X (21%). Riset ini fokus pada jenis pembayaran digital, yakni e-wallet, platform banking (mobile/internet dan digital), serta Buy Now Pay Later (BNPL) atau biasa dikenal sebagai paylater. Bahasan lainnya adalah jenis-jenis fintech, yaitu e-wallet, paylater, pinjaman daring (pindar), urun dana (crowdfunding), dan peer-to-peer (P2P) lending.Mayoritas responden menggunakan aplikasi e-wallet (93%), diikuti oleh layanan paylater (31%) dan pindar berbentuk uang tunai (11%). Sementara itu, 44% responden tercatat menggunakan layanan perbankan, dengan rincian 89% di antaranya memakai mobile/internet banking dan 50% memanfaatkan digital banking.Gen Z, Perencanaan Keuangan, dan PindarPerencanaan keuangan adalah salah satu bagian penting dalam literasi keuangan. Survei Jakpat menemukan bahwa 79% responden yakin dengan kemampuan perencanaan keuangan mereka, yang menunjukkan bahwa mereka menyadari perlunya pengelolaan keuangan yang tepat untuk mencapai tujuan pribadi mereka.Lebih spesifik, Gen Z memiliki skor pemahaman akan perencanaan tertinggi dengan nilai 4,11 dari 5. Sementara, skor Milenial dan Gen X cenderung sama, yaitu 4,09."Artinya, Gen Z adalah segmen yang menilai dirinya paling memahami perencanaan keuangan. Namun di sisi lain, kami juga menemukan sebuah paradoks bahwa Gen Z adalah segmen yang paling rentan terjerat pindar. Kesadaran pentingnya pengelolaan keuangan ternyata tidak berlaku ketika Gen Z menghadapi kondisi keuangan yang mendesak," ujar Head of Research Jakpat, Aska Primardi.Pernyataan ini merujuk pada data terbaru OJK yang menyatakan pinjaman perseorangan macet lebih dari 90 hari untuk peminjam usia di bawah 19 tahun melonjak 763% year on year (YoY) pada Juni 2025[1].Menurut Aska, kondisi ini dipicu oleh penggunaan dana pinjaman yang berorientasi pada kebutuhan konsumtif alih-alih produktif. Ini terlihat dari data temuan riset Jakpat dimana lebih banyak Gen Z yang menggunakan pindar untuk kebutuhan pengeluaran harian (56%) dan pembayaran tagihan (42%), meskipun 55% Gen Z pengguna pindar menggunakannya untuk kebutuhan mendesak."Biasanya hal ini terjadi karena budget Gen Z sudah dipakai untuk kebutuhan gaya hidup seperti menonton konser musik, membeli gadget terbaru. Sedangkan Milenial dan Gen X lebih banyak menggunakan pindar untuk memenuhi kebutuhan yang urgent," papar dia.Aska menambahkan, faktor aksesibilitas yang terlalu mudah juga membuat orang mau menggunakan pindar, melihat hasil survei Jakpat yang menunjukkan tiga alasan terbesar menggunakan pindar di semester kedua 2025 adalah pencairan dana pinjaman cepat (63%), proses pengajuan cepat dan mudah (61%), serta persyaratan mudah (57%)."Pendaftaran dan pengajuan pindar bisa dilakukan dengan mudah melalui platform digital, sehingga pindar menjadi solusi instan yang mereka (Gen Z) pilih. Sayangnya, kemudahan ini sering menjebak mereka dalam lingkaran setan gali lubang tutup lubang, dimana mereka mengambil pinjaman baru hanya untuk melunasi utang pindar lama," papar dia.Untuk mengatasi jebakan utang yang merusak kesehatan finansial ini, Aska menilai solusi utama yang perlu didorong adalah edukasi dan intervensi restrukturisasi utang. "Institusi keuangan, penyedia pindar, dan regulator disarankan untuk tidak hanya fokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan spesifik bagi Gen Z," saran dia.Bagaimana dengan pertumbuhan platform fintech lainnya? Apa saja merek fintech yang paling banyak digunakan saat ini? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat “Indonesia Fintech Trends – 2nd Semester of 2025” pada tautan berikut: https://insight.jakpat.net/indonesia-fintech-trends-2nd-semester-of-2025/[1] https://finansial.bisnis.com/read/20251126/563/1931779/kredit-macet-pinjol-gen-z-melonjak-763-efek-minim-literasi-keuangan

3 hari yang lalu

NEWS

HAJI UMROH

 

Serapan Kuota Haji 2026 di Atas 100 Persen: Antisipasi Sistemik, Bukan Pelanggaran

Oleh: Muhamad Solihin (Pakar Haji dan Praktisi Penyelenggaraan Haji Khusus)ESQNews.id, JAKARTA - Data akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1447 H/2026 M menunjukkan fenomena yang menarik sekaligus kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Berdasarkan data resmi Kementerian Agama per 15 Januari 2026, tingkat pelunasan Haji Reguler dan Haji Khusus tercatat telah melampaui angka 100 persen dari kuota yang ditetapkan.Untuk Haji Khusus (ONH Plus), kuota resmi yang ditetapkan sebanyak 16.573 jemaah, sementara jumlah jemaah yang telah melunasi mencapai 16.872 orang atau sekitar 101,83 persen. Sementara itu, pada Haji Reguler, dari kuota 203.320 jemaah, jumlah yang telah melunasi tercatat 206.758 orang atau sekitar 101,69 persen.Secara kasat mata, kondisi ini kerap dimaknai sebagai kelebihan kuota. Namun, pemahaman tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.Dalam tata kelola penyelenggaraan haji modern, pelunasan di atas kuota bukanlah pelanggaran, melainkan bagian dari mekanisme antisipasi risiko yang dirancang secara sistemik oleh pemerintah. Praktik ini bertujuan untuk menjaga agar kuota haji nasional tetap terserap optimal hingga mendekati waktu keberangkatan.Setiap tahun, terdapat dinamika yang tidak dapat dihindari, seperti jemaah yang mengundurkan diri setelah melunasi biaya, jemaah yang wafat, atau jemaah yang pada tahap akhir tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan. Tanpa adanya ruang antisipasi melalui pelunasan tambahan, potensi kekosongan kuota justru dapat terjadi dan merugikan hak jemaah lain yang telah menunggu lama.Hal penting yang perlu ditegaskan adalah bahwa kepastian keberangkatan jemaah tetap sepenuhnya ditentukan oleh nomor urut porsi secara nasional. Pelunasan biaya tidak otomatis berarti jemaah tersebut pasti berangkat pada tahun berjalan. Skema batal lunas ganti yang dahulu kerap menimbulkan ruang spekulasi juga sudah tidak lagi diperbolehkan.Fenomena serapan kuota di atas 100 persen sejatinya mencerminkan semakin disiplin dan matangnya sistem penyelenggaraan haji Indonesia. Tantangan ke depan adalah meningkatkan literasi publik agar masyarakat memahami perbedaan antara status pelunasan dan kepastian keberangkatan.Haji adalah ibadah yang sakral, namun dalam penyelenggaraannya memerlukan tata kelola yang presisi, berbasis data, dan tunduk pada regulasi. Edukasi publik yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem penyelenggaraan haji nasional.

4 hari yang lalu

NASIONAL

 

Gebrakan Sejarah! Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Ribu Murid Merdeka dari Kemiskinan Lewat Life Tools TalentDNA Mapping

ESQNews.id, BANJARBARU – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 Kabupaten Kota (Seluruh Indonesia) bahkan menembus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, hingga Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Acara bersejarah ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/01/2026).Sekolah Rakyat adalah gagasan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan kemiskinan dan kelaparan antargenerasi melalui pendidikan gratis berasrama yang mengintegrasikan teknologi pemetaan potensi TalentDNA (TalentDNA Mapping) dan hilirisasi lapangan kerja.Langkah ini merupakan awal dari misi besar pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029 mendatang dengan target menjangkau 500.000 peserta didik dari kalangan masyarakat miskin dan miskin ekstrem.Sebelumnya terinfo bahwa Sekolah rakyat telah melayani lebih dari 15 ribu siswa, ditargetkan 45 ribu siswa pada tahun ajaran 2025-2026 dan 60 ribu siswa pada tahun 2027.“Hari ini kita meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 sekolah sampai tahun 2029. Insyaallah akan tercapai. Kita ingin tiap sekolah menampung seribu murid agar sasaran 500 ribu murid terpenuhi,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya yang penuh haru."Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan. Mudah-mudahan kamera enggak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga. Sama dengan Mensos. Kita terharu, kita keluar air mata karena apa? Karena bangga, karena bahagia melihat anak-anak kita," kata dia.Acara ini turut dihadiri oleh Panglima TNI, Kapolri, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, para Kepala Daerah, serta keluarga besar Sekolah Rakyat yang terhubung melalui pertemuan tatap muka maupun virtual dari seluruh penjuru Indonesia. Kemudian turut hadir juga tokoh nasional Ary Ginanjar Agustian agustian (Founder ESQ).Menutup amanatnya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk optimistis. “Kita berada di jalan yang benar. Mari kita bersatu menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Apa pun yang terjadi, kita akan terus berjuang demi rakyat,” pungkasnya.Diketahui, Sekolah rakyat merupakan fondasi masa depan bangsa Indonesia. Sekolah rakyat bertujuan memberikan pendidikan gratis untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Rata-rata orang tua murid sekolah rakyat bekerja sebagai buruh informal. Namun, murid-murid sekolah rakyat menunjukkan prestasi dan keunikan yang beragam. Dengan ruang tumbuh dan pemetaan potensi yang tepat, sekolah rakyat menjadi wadah bagi mereka untuk berkembang. Hapus Tes Akademik, Ganti dengan Pemetaan Potensi TalentDNA (TalentDNA Mapping)Sesuai arahan langsung Presiden, Sekolah Rakyat menerapkan model pendidikan revolusioner. Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat meniadakan tes potensi akademik di awal masuk. Sebagai gantinya, pemerintah di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng pakar pembangunan karakter, Ary Ginanjar Agustian, untuk menggunakan teknologi TalentDNA berbasis AI (TalentDNA Mapping).Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi terhadap penggunaan Tes TalentDNA-ESQ berbasis AI untuk memetakan potensi siswa di Sekolah Rakyat.Dalam suasana penuh khidmat di bawah tenda besar yang menampung sekitar 2.000 undangan, Laporan mengenai implementasi teknologi tersebut disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan karakter.Gus Ipul menjelaskan bahwa metode ini merupakan solusi strategis mengingat Sekolah Rakyat tidak memberlakukan seleksi akademik bagi siswanya. Sebuah terobosan yang memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan pendidikan karakter.Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman, di mana setiap anak memiliki potensi unik yang perlu dikenali sejak dini. Melalui Talent DNA ESQ, setiap peserta didik dapat dipetakan bakat, minat, serta kepribadiannya secara lebih akurat, sehingga proses belajar tidak lagi bersifat seragam, melainkan sesuai dengan jati diri masing-masing.Dengan memanfaatkan teknologi AI, identifikasi bakat dan minat peserta didik dapat dilakukan secara lebih objektif serta terukur guna mendukung proses pembelajaran yang lebih tepat sasaran.“Karena tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan Tes DNA Talent berbasis teknologi (AI) untuk memetakan potensi siswa. Untuk pertama kali ini, kami berterima kasih kepada Pak Ary Ginanjar yang telah mendukung dan menyediakan Tes DNA Talent,” ujar Gus Ipul.Diketahui, TalentDNA dirumuskan berdasarkan konsep pemikiran Ary Ginanjar Agustian yang telah dikembangkan sejak 25 tahun lalu. Seiring dengan perkembangan zaman, instrumen ini kini telah bertransformasi ke ranah digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).Menurutnya, hasil pemetaan talenta menunjukkan keragaman potensi siswa yang sangat kaya. Sejumlah siswa memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi, sebagian lainnya unggul di bidang sosial, serta tidak sedikit yang menonjol dalam bidang bahasa.“Melalui pemetaan talenta, kami menemukan potensi yang sangat beragam. Ada yang kuat di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa,” jelasnya.Dari hampir 16 ribu siswa Sekolah Rakyat rintisan yang telah mengikuti tes, pemetaan berbasis AI menghasilkan data yang sangat spesifik. Sebanyak 34,3 persen atau 4.659 siswa berpotensi besar di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Sementara itu, 54,2 persen atau 7.353 siswa memiliki potensi kuat di bidang sosial, dan 11,5 persen atau 1.560 siswa menunjukkan bakat menonjol di bidang bahasa.Gus Ipul menilai hasil pemetaan tersebut sangat krusial sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan dan pendampingan siswa ke depan.“Hasil pemetaan ini sangat penting sebagai pegangan bagi kepala sekolah, guru, wali asuh, dan wali asrama dalam memberikan pengajaran yang tepat sasaran selama beberapa tahun ke depan,” tuturnya.Masa Depan dan HilirisasiMenatap masa depan, hasil wawancara kepada siswa menunjukkan 75,3% siswa berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi. Menanggapi hal tersebut, Kemensos telah bersinergi dengan berbagai kementerian, BUMN, hingga lembaga swasta seperti Universitas Ary Ginanjar (UAG University) untuk menyediakan beasiswa dan jalur kerja profesional."Sekolah Rakyat adalah kawah candradimuka bagi para penjaga asa keluarga. Ini adalah sejarah di mana harapan tidak lagi diwariskan sebagai masa lalu, melainkan disiapkan sebagai masa depan yang berdiri sejajar di tengah bangsa," pungkas Gus Ipul mengakhiri laporannya di hadapan Presiden.Ary Ginanjar: "Semua Anak Jenius Jika Diukur dengan Termometer yang Tepat"Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat, khususnya dalam aspek pengembangan karakter dan potensi siswa.Seusai acara peresmian, Ary Ginanjar yang didampingi Menteri Sosial menyampaikan dukungannya langsung kepada Presiden. Ia menilai Program Sekolah Rakyat adalah langkah besar dan berani dalam sejarah pendidikan nasional yang sangat berpihak pada rakyat kecil.“Kami tidak hanya mendukung 15.000 siswa pertama Sekolah Rakyat dengan TalentDNA ESQ, tetapi juga siap memberikan dukungan penuh secara gratis kepada hingga 500.000 siswa Sekolah Rakyat berikutnya. Ini adalah amanah besar untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berjiwa kepemimpinan,” tegas Ary.Identifikasi Bakat Berbasis AISebagai bentuk kontribusi nyata, ESQ Corp. menerapkan life tools TalentDNA secara gratis untuk membantu siswa mengenali potensi diri mereka. Instrumen ini merupakan metode digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mampu mengidentifikasi pola perilaku alami dan talenta spontan dalam diri anak.Melalui pendekatan ini, para siswa Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan emosional. Ary menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi besar Presiden dan Indonesia Emas 2045, di mana pembangunan manusia harus dilakukan secara utuh.“Sekolah Rakyat adalah bukti nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil. ESQ Corp akan berdiri bersama pemerintah untuk memastikan anak-anak ini tumbuh menjadi pemimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya.Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah sistemik di pendidikan umum, di mana data menunjukkan bahwa 92% anak bingung memilih jurusan dan 87% berakhir salah mengambil jurusan. "Di Sekolah Rakyat, kita sudah tahu siapa calon ahli hukum, teknokrat, hingga calon ASN masa depan. Kita tidak perlu ragu lagi dalam mengembangkan anak-anak kita," tambahnya.“Semua anak itu cerdas dan jenius karena diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Cerdas. Di Sekolah Rakyat, kecerdasan mereka tidak diukur hanya dengan IQ. Meminjam pemikiran Prof. Nuh, kecerdasan mereka tidak akan terbaca jika kita hanya menggunakan satu jenis 'termometer' atau ukuran saja, tetapi potensi tersembunyi lainnya. Ini adalah percontohan pertama di dunia,” ujar Ary Ginanjar.Komitmen Nyata Memutus Rantai KemiskinanBukan sekadar memberikan alat tes, Ary Ginanjar menunjukkan komitmen penuh dalam menyukseskan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. Sebagai langkah konkret, ia secara resmi memberikan beasiswa kuliah di Universitas Ary Ginanjar (UAG University) bagi 35 siswa Sekolah Rakyat. Tak hanya itu, 7 siswa di antaranya bahkan sudah bisa diterima bekerja di jajaran ESQ Corp meski masih menempuh pendidikan SMA."Inilah cara kita memutus rantai kemiskinan secara tuntas. Kita bimbing mereka dari dini, kita biayai kuliahnya, kita siapkan lapangan kerjanya, sampai mereka berdaya," tutur Ary disambut tepuk tangan gemuruh dari ribuan hadirin.TestimoniMenteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, menekankan bahwa pemetaan melalui minat, bakat, dan talenta dengan TalentDNA adalah kunci pembangunan manusia ke depan. Dengan mengetahui potensi unik setiap individu, pemerintah dapat membimbing dan membina mereka sesuai arah pembangunan bangsa. Fokus utamanya bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan bagaimana talenta tersebut diarahkan agar setiap siswa mampu meraih kesempatan terbaik bagi masa depan dirinya sendiri maupun keluarganya.Kemudian, Kepala Sekolah Rakyat dari Papua Semuel Franklyn Yawan dan Kepala SRMA 8 Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Sri Susanti, senada menyatakan bahwa TalentDNA mempermudah guru dalam memberikan treatment pembelajaran yang personal sesuai karakteristik anak. Semuel mengungkapkan bahwa di sekolah yang dipimpinnya, seluruh siswa—atau 100 persen dari total 100 anak didik—telah menjalani tes TalentDNA. Meski program ini baru berjalan, Semuel sudah merasakan dampak yang sangat signifikan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) di lapangan."Manfaat TalentDNA ini luar biasa bagi kami. Hasilnya menjadi acuan utama bagi para guru dalam menentukan treatment atau cara penanganan yang paling tepat bagi setiap siswa," jelas Semuel.Ia menambahkan bahwa dengan mengetahui karakteristik unik masing-masing anak, target pembelajaran dapat tercapai lebih efektif karena metode yang digunakan telah disesuaikan dengan kondisi psikologis dan kognitif anak tersebut.Secara khusus, Semuel menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Menurutnya, pemberian akses aplikasi TalentDNA secara gratis merupakan dukungan tak ternilai bagi pengembangan kognitif dan karakter anak-anak di Sekolah Rakyat.Kebanggaan mendalam juga terpancar dari wajah para peserta yang hadir, salah satunya Yanet Berotabui, Kepala Sekolah SMA SR 29 Jayapura, Papua. Bagi Yanet, sebelum adanya teknologi TalentDNA, para pengajar mengaku masih harus "meraba-raba" dan kesulitan mencari data yang akurat mengenai potensi akademik serta karakter asli anak didik mereka.Proses pencarian jati diri siswa sering kali menjadi tantangan yang memakan waktu lama. Namun, kehadiran inovasi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian ini menjadi titik balik bagi sistem pengajaran di Sekolah Rakyat. Para pendidik kini mampu memetakan keunggulan spesifik setiap anak dengan data yang presisi. "Setelah mengikuti TalentDNA, saya tidak hanya tahu kemampuan dan kelebihan anak-anak, tapi saya juga mengenali potensi diri saya sendiri sebagai pengajar," ujarnya.Dengan data yang terpetakan dengan baik, setiap anak kini dipandang melalui lensa keunggulannya masing-masing, bukan lagi melalui kekurangan mereka. "Terima kasih banyak Pak Ary Ginanjar, kami mendapatkan pengetahuan yang luar biasa untuk membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.Semangat perubahan juga disuarakan oleh para pemimpin sekolah di garda terdepan, salah satunya Sri Susanti, Kepala Sekolah Rakyat SRMA 8 Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ia mengungkapkan betapa besarnya dampak dukungan inovasi teknologi yang dihadirkan oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian terhadap efektivitas manajemen sekolah. Menurutnya, TalentDNA bukan sekadar alat tes biasa, melainkan instrumen kompas yang mengubah cara guru melihat siswa."Kami sangat terbantu dengan adanya program dari Pak Ary Ginanjar. Dengan TalentDNA, kami tidak lagi menebak-nebak potensi siswa. Teknologi ini sangat mempermudah kami dalam mengarahkan dan membimbing setiap anak sesuai bakat alaminya, membawa mereka menuju masa depan yang jauh lebih baik dan terukur," tambahnya.

7 hari yang lalu

NASIONAL

 

Dihadapan Prabowo, Mensos Bakal Paparkan Dampak Nyata TalentDNA-ESQ Saat Peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru

ESQNews.id, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri peresmian Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang akan digelar di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin 12 Januari 2026.Momentum peresmian nasional Sekolah Rakyat ini mengusung tagline 'Cerdas Bersama, Tumbuh Setara' dan tema Peresmian Sekolah Rakyat dengan tajuk khusus 'Obor Masa Depan Menantang Dunia'.Kehadiran Presiden dinilai menjadi momentum penting bagi Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyampaikan laporan perkembangan penyelenggaraan program Sekolah Rakyat.Dalam kegiatan ini, Prabowo dijadwalkan memimpin langsung peresmian Sekolah Rakyat dan didampingi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.Prabowo bersama para Menteri Kabinet Merah Putih dan stakeholders terkait akan melakukan peninjauan bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat. Presiden juga direncanakan akan mengajar di Sekolah Rakyat.Sejumlah pakar pendidikan juga akan terlibat dalam membahas arah dan urgensi program ini, antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2009-2014 Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Tantan Hermansah, serta Pakar Pendidikan Darmaningtyas. Menariknya, perhelatan kali ini juga mendatangkan motivator nasional yakni Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ).Terinfo, Peresmian Sekolah Rakyat itu akan dihadiri sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur. Dalam acara tersebut, para siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan menampilkan sejumlah pertunjukan, mulai dari paduan suara, teater, hingga pidato. Gus Ipul mengatakan, peresmian tersebut dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi sekaligus pelaporan langsung kepada Presiden terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat yang dinilai berjalan dengan baik. Termasuk pelaporan terkait dampak nyata di Sekolah Rakyat setelah menggunaan Life Tools TalentDNA dari ESQ.Menurutnya, seluruh jajaran Kemensos terlibat aktif memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan.Berdasarkan data Kemensos ada sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah dibangun pada tahun 2025 dengan kapasitas 16 ribu siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.“Jadi ada beberapa tahap di 166 titik ini telah berjalan dengan baik. Ada tantangan, ada dinamika, tapi semuanya bisa diatasi dengan baik oleh para kepala sekolah, oleh para guru, dan juga bantuan dari pemerintah daerah”, ujarnya.Gus Ipul secara gamblang akan menyampaikan beragam laporan atau evaluasi Program yang telah ataupun akan direalisasikan di Sekolah Rakyat. Salah satunya berkaitan dengan kurikulum belajar di Sekolah Rakyat.Kurikulum Sekolah Rakyat yang kini tampil dengan wajah baru yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter dan keterampilan siswa.Melalui pendekatan yang humanis, proses penerimaan peserta didik tidak lagi mengandalkan tes akademik semata, melainkan melalui pemetaan potensi untuk mengenali talenta unik setiap anak sejak dini.Dalam proses belajar mengajar, Sekolah Rakyat telah mengadopsi teknologi digital sepenuhnya. Setiap siswa difasilitasi dengan satu unit laptop dan menggunakan papan tulis digital di kelas. Namun, di balik kecanggihan fasilitas tersebut, inti dari kurikulum ini adalah penguatan karakter dan potensi unik setiap peserta didik.Pemetaan Potensi Berbasis Artificial Intelligence (AI)Salah satu terobosan utama dalam sistem ini adalah penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui TalentDNA Mapping. Pada masa matrikulasi di awal semester, selain mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), setiap siswa menjalani pemetaan DNA talenta untuk mengidentifikasi bakat secara mendalam.TalentDNA dirumuskan berdasarkan konsep pemikiran Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yang telah dikembangkan sejak 25 tahun lalu. Seiring dengan perkembangan zaman, instrumen ini kini telah bertransformasi ke ranah digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).TalentDNA adalah sebuah metode untuk mengidentifikasi kecenderungan pola perilaku yang terus berulang, diberbagai situasi secara alami, natural, dan spontan. Pola perilaku ini menggambarkan apa yang kita rasakan, pikirkan, dan lakukan, sehingga mempengaruhi bagaimana cara kita merespon dan mengambil keputusan dalam kehidupan, secara otomatis. TalentDNA mengungkap algoritma perilaku manusia, yang membuat setiap orang unik dan berbeda.Gus Ipul optimis bahwa hasil pengukuran berbasis AI ini sangat akurat. Dari hampir 16 ribu total siswa Sekolah Rakyat rintisan, ditemukan data pemetaan yang sangat spesifik: * 34,3% (4.659 siswa): Berpotensi besar di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). * 54,2% (7.353 siswa): Berpotensi kuat di bidang Sosial. * 11,5% (1.560 siswa): Menunjukkan bakat menonjol di bidang Bahasa."Hasil pemetaan ini sangat penting sebagai pegangan bagi kepala sekolah, guru, wali asuh, dan wali asrama dalam memberikan pengajaran yang tepat sasaran selama beberapa tahun ke depan," tambah Gus Ipul.Strategi Hilirisasi dan Masa Depan LulusanSekolah Rakyat tidak hanya mendidik, tetapi juga menyiapkan proses hilirisasi siswa. Melalui hasil TalentDNA Mapping, siswa dibimbing secara spesifik sesuai minat mereka, apakah akan melanjutkan pendidikan tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja.Untuk mendukung visi ini, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak: * Beasiswa Pendidikan: Bekerja sama dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School untuk memfasilitasi lulusan berprestasi. * Kesiapan Kerja: Berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bagi siswa yang memilih untuk langsung berkarir setelah lulus.Dengan integrasi antara teknologi AI dan pendampingan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan nasional yang mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan jati diri masing-masing anak Indonesia."Kami dengan Pak Wamen, Pak Sekjen, seluruh jajaran Sekolah Rakyat ingin ini menjadi bagian dari laporan ke Presiden bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah berjalan dengan baik," kata Gus Ipul.Kata Guru Sekolah RakyatPemerintah menilai penguatan kapasitas guru menjadi prasyarat penting agar Sekolah Rakyat benar-benar mampu mencetak generasi yang berdaya, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan jangka panjang. Agar para guru bisa mencetak generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.Untuk itu, Sabirin, guru Sosiologi di SMA Sekolah Rakyat Integrasi Segera Banjarbaru, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas terpilihnya sekolah mereka (untuk Peresmian Sekolah Rakyat)."Ini adalah momen besar bagi kami. Tidak hanya dihadiri siswa kami, tetapi juga perwakilan siswa dan guru dari seluruh Indonesia serta para pejabat daerah," ujarnya. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menandai babak baru dalam transformasi pendidikan di Indonesia yang lebih inklusif dan berbasis potensi.Menurutnya, di balik berdirinya Sekolah Rakyat, terdapat sosok penting yakni Ary Ginanjar Agustian yang memperkenalkan life tools TalentDNA. Katanya, Teknologi ini terbukti menjadi kunci bagi para pendidik di Sekolah Rakyat Integrasi Segera Banjarbaru untuk membedah potensi diri mereka maupun para siswa. Sabirin, salah satu tenaga pengajar, menceritakan pengalamannya menemukan jati diri sebagai "Guru Inovatif" melalui alat tersebut."Dulu saya merasa sifat inovatif adalah kekurangan, namun setelah diuji melalui TalentDNA, saya menyadari itu adalah kekuatan saya untuk menciptakan metode belajar yang menyenangkan dan tidak monoton," jelas Sabirin. Lebih lanjut, "Penggunaan TalentDNA ini sangat membantu guru dalam melakukan asesmen diagnostik yang lebih presisi, mulai dari menentukan gaya belajar siswa (auditori, visual, atau kinestetik) hingga membantu siswa yang sebelumnya putus sekolah untuk kembali bisa membaca dan berprestasi."Sebagai guru Sosiologi, ia melihat langsung bagaimana teknologi TalentDNA yang digagas Ary Ginanjar Agustian mampu mengubah masa depan anak didiknya. Di lingkungan sekolah yang berasrama dan jauh dari gangguan gawai, para siswa didorong untuk fokus mengenali minat dan bakat mereka—apakah akan melanjutkan ke bangku perkuliahan atau berwirausaha.Salah satu dampak nyata yang ia rasakan adalah keberhasilan sekolah dalam memfasilitasi siswa yang sempat tertinggal. Melalui kelas khusus yang menjaga privasi, guru-guru meluangkan waktu ekstra untuk memastikan setiap anak bisa membaca dan mengejar ketertinggalan tanpa rasa malu. "Saya sangat yakin, dengan mengenali potensi setiap anak sejak dini, kita sedang menyiapkan fondasi kuat untuk menciptakan Generasi Emas Indonesia 2045," pungkas Sabirin dengan penuh optimisme.

7 hari yang lalu

AGENDA

 

Jembatan Penghubung JIS-Ancol Mulai Dibangun 25 Januari 2026

ESQNews.id, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan jembatan penghubung antara Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol segera dilakukan pada 25 Januari 2026.“Jadi, untuk JIS jembatannya besok tanggal 25 Januari saya akan melakukan groundbreaking,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis.Sebelumnya, pada Mei 2025, Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun jembatan sepanjang 300 meter yang menghubungkan JIS dan kawasan Ancol sehingga seluruh pengunjung JIS dapat memarkir kendaraannya di Ancol.Menurut dia, rencana itu merupakan bentuk kolaborasi yang sama-sama menguntungkan di antara kedua anak perusahaan milik Pemprov DKI tersebut.Senada dengan Pramono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga menekankan pentingnya penataan kawasan JIS agar lebih nyaman dikunjungi masyarakat.“Kami bersyukur era Gubernur Anies Baswedan membangun Stadion JIS, tapi memang kita juga melihat banyak kendala karena ada fase-fase yang memang tidak selesai sehingga menjadi stuck,” ujar Rano. [Jktinfo]Dia pun memandang JIS masih memerlukan pembenahan karena belum banyak fasilitas yang tersedia, misalnya akses jalan, area parkir, dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area JIS yang belum memenuhi standar untuk mendukung acara berskala besar.Di sisi lain, JIS dinilai memiliki potensi yang besar, bukan hanya sebagai stadion untuk menggelar pertandingan sepak bola, tetapi juga berbagai acara lainnya.Maka dari itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melakukan pembenahan JIS agar menjadi lebih baik lagi.Rano menambahkan pengembangan kawasan JIS juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025-2029 yang mencakup peningkatan transportasi terintegrasi dan perbaikan infrastruktur jalan.

2026-01-09 06:35:00

NEWS

 

MBG Pertama di Tahun 2026, BGN Ingatkan Guru Juga Harus Dapat

ESQNews.id, JAKARTA - Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pertama kalinya digulirkan kembali hari ini di sekolah pada tahun 2026, dan Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan guru harus mendapatkan makanan tersebut mengingat beberapa sekolah masih belum memberikannya.Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang saat mengunjungi MBG hari pertama tahun 2026 di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis mengatakan, pemberian MBG untuk guru sudah tertuang di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 terkait Perluasan Penerima MBG.“Semua guru harus dapat ya, sudah tertuang dalam Perpres, masa’ di sekolah ini belum dapat? Harus dijalankan ya, semua tenaga pendidik, termasuk mau itu tenaga kebersihan, yang menyapu, tenaga Tata Usaha (TU) juga harus dapat,” katanya menegur Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang juga turut hadir di lokasi.Selain itu, Nanik juga menyarankan agar tiap SPPG lebih kreatif memberikan menu makanan, utamanya ikan yang proteinnya sangat dibutuhkan bagi siswa sekolah.“Mungkin mereka ingin ikan lele, jangan telur terus, karena kalau permintaannya banyak harganya bisa naik, jaga supaya enggak naik maka ganti jadi ikan,” ujar dia.Nanik menegaskan dirinya akan kembali lagi ke SMKN 1 Jakarta pekan depan untuk mengecek apakah guru sudah mendapatkan MBG atau belum, mengingat hal tersebut merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto.“Minggu depan saya ke sini lagi, tolong ya benar-benar diberikan untuk guru,” tuturnya.Saat berinteraksi dengan salah satu siswa Kelas X Teknik Konstruksi Perumahan (TKP), Jihan, Nanik mendapati siswa tersebut menangis terharu karena mendapatkan MBG.“Enggak apa-apa, makanya setelah dapat MBG ini harus lebih semangat lagi sekolahnya, ya!” ucap Nanik sembari mengusap bahu siswi tersebut. [Jktinfo]Sementara itu, Kepala SPPG Kemayoran II Jakarta Pusat Adiwiyata Bima Saraswata yang bertanggung jawab terhadap penyaluran MBG di SMK Negeri 1 Jakarta menyatakan pihaknya segera meningkatkan cakupan MBG untuk penerima lain selain siswa, termasuk bagi guru, tenaga tata usaha, hingga tenaga kebersihan.Sepanjang tahun 2025, BGN mencatat telah membangun 19.188 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat mencapai 55,1 juta orang mencakup siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dapat tercapai pada Februari 2026.

2026-01-09 06:00:00

EKONOMI

 

KSAD Jelaskan Biaya Pembangunan Sumur Rp 150 Juta di Lokasi Bencana

ESQNews.id, JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan tentang pembangunan sumur untuk korban bencana di wilayah Sumatera dengan biaya Rp150 juta yang sempat jadi perhatian masyarakat.Menurut Maruli, sumur yang akan dibangun untuk korban bencana memiliki kedalaman tertentu, tidak seperti sumur di sebuah rumah pada umumnya.Kedalaman sumur tersebut harus menyentuh titik mata air agar air yang keluar dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan beberapa rumah.Kedalaman tanah yang dimaksud yakni sekitar 100 sampai 200 meter.“Kalau kita tidak menemukan mata airnya, air itu pasti akan habis,” kata Maruli saat jumpa pers di Dermaga Satuan Angkutan Perairan (Satangair) TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa.Untuk itu, lanjut Maruli, butuh dana lebih besar untuk membangun sumur yang dapat menyalurkan air ke beberapa rumah di seluruh pedesaan.“Rumah saya di Bandung mungkin enggak sampai Rp10 juta jadi tuh (sumur) air, hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini barang kepentingannya kan satu desa kadang-kadang,” jelas dia. [Jktinfo]Sebelumnya, berdasarkan siaran langsung rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1), terjadi pembahasan soal pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.Di forum itu, Maruli dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan kepada Presiden bahwa biaya pengeboran sumur dengan kedalaman 100-200 meter mencapai Rp100-150 juta.Dalam forum tersebut Prabowo menilai biaya tersebut termasuk terjangkau mengingat sumur yang dibangun sedalam 100 sampai 200 meter dan airnya sudah bisa dipakai korban bencana.Selain itu, biaya tersebut sudah termasuk alat-alat pendukung lain seperti instalasi dan tangki air.

2026-01-08 22:00:00

IN PICTURES