Senin, H / 24 September 2018

HOT TOPICS

#BI

#QX

#US

#qx

#SD

#AS

#HC

#\

TERKINI

Indeks +

ASMAUL HUSNA

Al Mu'min

Nasihat Asmaul HusnaAnakku, bila telah menebarkan kedamaian, maka engkau akan menjadi orang yang terpercaya karena engkau sesungguhnya wakil Al Mu’min Sang Maha Terpercaya. Berbahagialah engkau mendapat kepercayaan Al Mu’min sebagai pengemban amanah di muka bumi ini. Karena itu, jangan kau sia-siakan kepercayaan orang tuamu, pasangan hidupmu, anak-anakmu, atasanmu, saudara-saudaramu, perusahaanmu. Ketahuilah, amanah dari Al Mu’min sangatlah mahal harganya. Sekali saja kau lalaikan kepercayaan, niscaya seumur hidup kau tak kan dipercaya lagi. Perhatikanlah olehmu, akhir hidup orang yang merusak kepercayaan, hidup mereka diliputi kehinaan. Karena itu, tetaplah berpegang teguh pada Al Mukmin.*Tulisan disadur dari buku Nasihat Asmaul Husna karya Ary Ginanjar Agustian

3 hari yang lalu

EDUCATION

Orangutan Tapanuli Terancam Punah Akibat Pembangunan PLTA

ESQNews.id, JAKARTA - Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera (FOKUS) Kusnadi Oldani mengatakan pembangunan PLTA ini berlokasi persis di habitat orangutan Tapanuli. Lokasi ini memiliki kepadatan orangutan paling tinggi di Batang Toru, 26-57 persen. Kusnadi mengatakan habitat orangutan hanya berada di Indonesia dan Malaysia. Orangutan Tapanuli bahkan hanya berada di ekosistem Batang Toru.Orangutan Tapanuli, tutur Kusnadi, baru ditemukan November 2017 lalu, dengan populasi yang amat terbatas, tak sampai 800 ekor. Tanpa adanya PLTA pun, menurut Kusnadi, kehidupan orangutan Tapanuli terancam punah. Ini merupakan jenis orangutan yang paling lambat berkembang biak. Dengan amsa reproduksi di usia 15 tahun dan jarak kehamilan sekitar 8-9 tahun, artinya orangutan ini hanya akan beranak 2-3 kali dalam hidupnya.“Statusnya kritis,” kata dia.Selain itu, ujar Kusnadi, kehidupan orangutan Tapanuli amat bergantung pada hutan. Hutan menjadi habitat dan sumber makanan. Mereka tak bisa pula hidup tanpa pohon, sekaligus menghindari interaksi dengan manusia. Saat ini, kata Kusnadi, populasi orangutan Tapanuli terbagi dalam tiga wilayah. Di Blok Barat, terdapat sekitar 600 ekor, Blok Timur, 160 ekor dan Sibualbuali 30 ekor. Pembangunan PLTA membelah Blok Timur dengan Blok Barat dan Sibualbuali.Dengan habitat terisolasi dan polupasi terbatas itu, ujar Kusnadi, orangutan akan kawin sedarah. Dampak berikutnya, mereka akan melahirkan anak cacat dan tidak produktif.“Tak sampai 9 tahun mereka akan punah,” kata dia.Selain itu, ujar Kusnadi, sepanjang pembangunan PLTA, lalu lintas alat berat akan mengganggu kehidupan orangutan. Mereka pun terancam menjadi target perburuan, seiring beroperasinya PLTA.Pegiat Walhi Golfrid Siregar mengatakan WALHI bersama 34 orang pengacara menggugat NSHE ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) 8 Agustus 2018 lalu. Dengan tuntutan dua hal, yaitu meminta pemerintah untuk menunda pembangunan PLTA yang sedang berjalan, sekaligus meminta pemerintah membatalkan pemberian izin pembangunan PLTA itu.Golfrid menerangkan jika masyarakat menolak menjual lahannya ke perusahaan karena ganti rugi yang diberikan amat rendah, hanya sepertiga dari harga seharusnya. Namun mereka tak memiliki pilihan lain dengan adanya ancaman, jika menolak, uang ganti rugi akan dibayarkan lewat pengadilan.​

3 hari yang lalu

NASIONAL

Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi Resmi Sebagai Paslon Capres-Cawapres

Kegiatan kampanye akan dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019 mendatangESQNews.id, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2019. "Penetapan dituangkan dalam keputusan KPU RI Nomor 1131/PL.02.2-Kpt/06/IX/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, tanggal 20 September 2018," kata Ketua KPU Arief Budiman di gedung KPU, Kamis (20/9).Setelah ditetapkan menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, kedua paslon tersebut resmi mendapatkan pengamanan dari Polri. Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi, Ari Dono menambahkan kedua paslon tersebut akan mendapatkan pengamanan dari 37 personil polisi."37 personil yang sudah dilatih nantinya akan melekat 1x24 jam ke paslon capres-cawapres di Jabodetabek," ujar Ari Dono.Sementara untuk calon petahana, kata Ari Dono, akan mendapatkan pengamanan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).Kegiatan kampanye akan dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019 mendatang.

3 hari yang lalu

NEWS

Tugas Leader Bukan Sekadar Problem Solver

ESQNews.id, BOGOR – “Apakah Anda termasuk leader yang senantiasa menyelesaiakan masalah? Apakah Anda menyelesaikan masalah sampai akar atau hanya gejalanya?” Dua pertanyaan itu disampakan Syarifah Noorul Huda yang biasa disapa Coach Huda pada Training 3.0 Coaching di hadapan sekitar 30 peserta pada Kamis (20/9) di Aston Sentul Lake Resort & Conference CenterMenurut Huda, seorang leader tidak cukup problem solver tapi seharusnya mampu membangun talent (develope talent) karyawannya. Jika senantiasa mengambil alih dalam setiap persoalan maka kemampuan bawahan tidak terbangun. Diakui oleh Huda bawa terkadang para leader sering masuk perangkap kesibukan. Karena  merasa kurang memiliki waktu sehingga ingin proses yang cepat. Oleh karena itulah skill coaching sangat diperlukan para leader agar mampu membangun kemampuan karyawannya dalam menyelesaikan masalah. Dengan metode coaching maka talent dan kekuatan karyawan akan dapat dibangkitkan.  Lalu bagaimana jika karyawan melakukan kesalahan? Huda memberi saran agar memanggil karyawan untuk diskusi mencari akar permasalahannya (root couse) agar mereka memiliki wawasan dan pikiran yang jauh. Seringkali masalah yang terlihat di permukaan berkaitan dengan skill, knowledge, dan attitude. Sedangkan sumber permasalahannya justru pada believe dan values yang berada di alam bawah. Inilah yang digali dalam 3.0 Coaching, bukan hanya bagaimana mencapai target, namun bagaimana membangun kekuatan dari dalam dan menggali talent yang dimiliki para karyawan. Sebagaimana HP yang batrenya cepat habis jika terlalu banyak aplikasi yang dibuka. Karyawan juga demikian, tampak sibuk, tampak banyak kerja, namun sesungguhnya banyak energi terbuang percuma. Hal ini yang sering dihadapi karyawan. Dengan teknik coaching maka karyawan dapat membuat setting goal dan menentukan prioritas.

3 hari yang lalu

ASMAUL HUSNA

As Salam

Nasihat Asmaul HusnaKalau engkau telah menjadi raja yang berhati suci, maka bangunlah kedamaian, di manapun, karena As Salam. Dia-lah As Salam Sang Pemilik Kedamaian yang senantiasa menyemai kedamaian di hati hamba-hamba-Nya. Karena itu, hindarilah segala kedengkian dan hasutan yang akan menodai kedamaian. Anakku, bermohonlah pada As- Salam, karena engkau diciptakan oleh Yang Mahadamai. Hiduplah dengan damai di dunia ini, dan mohonlah untuk memasuki negeri As Salam yaitu surga yang penuh kedamaian. Jika engkau pancarkan sifat As Salam di hatimu, maka kedamaian akan terpancar di sekitarmu.*Tulisan disadur dari buku Nasehat Asmaul Husna karya Ary Ginanjar Agustian

4 hari yang lalu

TRAINING

Tidak Menyalahkan Orang Lain, Jawaban Penyelesaian Konflik

ESQNews.id, JAKARTA - Tidak menalahkan orang lain dan bisa merubah diri untuk menerima sesuatu bisa menjadi kunci kesuksesan. Itulah yang menjadi pembahasan dalam salah satu sesi Coach di Training ESQ 3.0 Coaching.Training yang dipimpin Coach Huda dan Coach Arief tersebut berlangsung selama lima hari di Aston Sentul, Bogor, 17-21 September 2018. Saat salah satu sesi coaching, peserta diarahkan untuk menemukan solusi untuk Coachee yang sedang di-coach.Coachee tersebut sering kali menemukan masalah dari dalam diri, tapi kerap kali menyalahkan pasangan hidup dan berujung dengan konflik. Itulah yang menjadi bagian dari masalahnya hingga dia terus merasa bertengkar dengan pasangan hidupnya.Kemudian Coach Huda mengarahkan, Coach yang baik akan mengarahkan Coachee untuk menemukan jawabannya dari dalam diri sendiri atas permasalahannya."Coach berarti mengarahkan agar Choacee menemukan problem dan solusi dalam dirinya," jelas Coach Huda.Setelah itu, sesi coaching tersebut ditutup dengan jawaban yang didapat coachee dari dirinya sendiri.

4 hari yang lalu

OPINI

Romantisme Maiyahan

Oleh: Atiqoh HamidESQNews.id - Saya mengenal pemikirannya dari seorang teman. Ia menganjurkan saya untuk mengikuti Maiyahan lewat You Tube. Meski sejak lama tahu, namun baru dua tahun belakangan saya mulai intens menyimak majelis ilmu yang ditokohi Emha Ainun Nadjib ini.Berusaha memahami penyampaian Cak Nun, kadang kening saya sedikit berkerut. Ada kalanya juga mengangguk-angguk, atau bahkan sesekali terbahak. Ya, itulah Cak Nun dengan pemikiran-pemikirannya sungguh unik dan melintasi.Emha Ainun Nadjib lahir di desa Menturo (biasa disebut desa Santri), Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tumbuh besar di desa dengan lingkungan sosial yang kuat dan religius, Cak Nun hidup sederhana, bersahaja, dan arif. Itulah sebenarnya, antara lain, modal Cak Nun dalam mengembangkan diri.Dari pesantren Gontor hingga menamatkan kuliah di "universitas kehidupan", tak terhitung berapa banyak pementasan karya sastra dan dialog yang dipersembahkan. Di bawah bimbingan mahaguru Umbu Landu Paranggi, karya dan bakti nyata untuk dunia sastra negeri ini ditorehkan. Dari sekian banyak karya tulis Cak Nun, baik puisi, esai, kolom, naskah drama, novel, makalah, dan buku, setidaknya ada tiga nilai penting di dalamnya. Pertama, penghayatan-penghayatan religius dan spritual yang selalu menggunakan pendekatan tasawuf (perilaku etika, adab, moral, dan kerendahan diri terhadap sesama manusia). Kedua, memperjuangkan nilai-nilai yang ada di dalam ketasawufan. Ketiga, pemikiran dan respons dalam konteks sosial-filosofis berdasarkan analisis-logis. Lagu-lagu Cak Nun juga mengandung tiga nilai tersebut secara tersirat.Cak Nun dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, dan pemikir yang menularkan gagasan melalui buku-buku yang ditulisnya. Dan lahirnya Kiai Kanjeng semakin meneguhkan eksistensi Cak Nun di dunia sastra dialogis, meneguhkan Islam melalui kematangan akal dan pikir dalam konteks ejawantah sosial. Saya tidak begitu memahami bagaimana awal mula Cak Nun bertemu dengan pujaan hati, Novia Kolopaking. Namun, dari persembahan demi persembahan, saya merasakan chemistry yang kuat dari keduanya. Bagi saya, Cak Nun dan juga idola saya, Mbak Novia, adalah dua sisi keping mata uang yang saling mengisi, melengkapi, dan melingkupi. Itu terlihat saat mereka berdua bersitatap, seperti ada pendar bintang yang ingin menyesak menyeruak.Setidaknya, kesan ini saya tangkap saat berkesempatan pertama kalinya berhadapan langsung. Halaman TVRI Yogyakarta bulan lalu, menjadi latar pertemuan saya dengan mereka berdua dan Kiai Kanjeng. Menggelegar dan menggetarkan, saat pertama kali "Sepinya Hati Garuda" saya dengarkan langsung dari lantunan Mbak Novia diiringi musik Kiai Kanjeng. Dan, di sepanjang mengaji, saya tak sempat sibuk dengan diri saya, akibat "ulah" mistis Kiai Kanjeng.Ya, penggemar seperti saya tak bisa banyak berbuat kecuali meminta kesediaan untuk berfoto yang harus dicapai dengan susah payah. Beruntung, situasi sedikit berdamai dan akhirnya saya berhasil berfoto bersama mereka. Dari sekian hal yang bisa diteladani, saya hanya ingin menyimpulkan satu hal ringan, bahwa Mbak Novia dan Cak Nun adalah pasangan yang telah saling menemukan. Dan, dalam hal ini, bolehlah saya merasa iri.Penulis Prolifik dan Pengasuh PP Miftahul Jadid Banyuanyar Kalibaru BanyuwangiIngin tulisanmu dimuat di ESQNews.id? Kirim tulisan ke redaksi@esq165.co.id

4 hari yang lalu

TRAINING

Saya Tersungkur di Training ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Tersungkur saat pertama kali mengikuti Training ESQ. Itulah yang diungkapkan Direktur PT. TMI Indonesia Persada, Lukman Bachtiar saat sharing bersama ESQ Media di tengah-tengah Training ESQ 3.0 Coaching."Begitu ikut, saya tersungkur dan saya cinta ESQ sampai sekarang," kata dia.Perkenalan Lukman dengan ESQ berawal dari anaknya sendiri yang ingin mengikuti acara pesantren kilat. Karena waktu itu, kata dia, pendaftaran untuk pesantren kilat sudah tutup."Istri saya bilang, tuh coba ikut ESQ. Setelah ikut ESQ perubahan anak saya drastis. Akhirnya saya bertanya-tanya, diapakan anak saya? sampai akhirnya saya mau tau, akhirnya saya ikut," jelas dia.Itulah sebabnya, dia kembali mengikuti produk training ESQ yakni ESQ 3.0 Coaching. Kali ini dirinya mengikuti salah satu program training ESQ tersebut untuk bisa mengetahui karakter anaknya dan bisa memberikan semangat untuk meraih impian."Tetapi, setelah dua tiga hari ini, saya kok malah dapat yang lain. Seperti ternyata selama ini cara mendidik saya ada yang salah. Juga hubungan saya dengan istri. Saya yakin dan percaya, setelah ini, istri saya menjadi istri yang sangat bahagia, dan anak saya juga," ujar dia mengakhiri.

4 hari yang lalu

TRAINING

3.0 Coaching, Agar Karyawan Berikan Potensi Terbaik

ESQNews.id, JAKARTA - Training ESQ 3.0 Coaching untuk memberikan pengajaran pada karyawan memberikan potensi terbaiknya. Itulah yang menjadi alasan Corporate Culture Management PT Citilink Indonesia, Rudi Jusin mengikuti Training ESQ 3.0 Coaching."saya senang banget, dan alhamdulillah mendapat kesempatan ikut. Dengan mengikuti ESQ 3.0 Coaching ini saya mendapatkan ilmu baru mengenai coach, jadi bagaimana kita bisa memberikan bantuan kepada karyawan di Citilink untuk bisa memberikan potensi terbaik untuk setiap karyawan," kata dia saat ditemui tim ESQ Media di sela-sela training ESQ 3.0 Coaching, Rabu (19/9) di Aston Sentul.Selain itu, lanjut Rudi, coaching yang dia dapatkan diharapkan bisa memberikan pengaruh besar untuk kinerja karyawan tidak Tidak hanya dari sisi kompetensi. Sisi lain seperti sisi spiritualitas juga menjadi meninggkat sehingga menghasilkan keseimbangan."Mungkin yang membedakan coaching di luar dan 3.0 coaching dari ESQ. Dari bagaimana kita bisa menggali iner drive menjadi pointnya," ujar dia mengakhiri.Training ESQ 3.0 Coaching batch 4 ini dilaksanakan selama lima hari, 17-21 September 2019. Training yang diikuti 58 peserta dari dalam dan luar negeri tersebut diselenggarakan di Aston Sentul, Bogor.

4 hari yang lalu

IN PICTURES