Rabu, H / 15 Agustus 2018

HOT TOPICS

#BI

#QX

#US

#HC

#qx

#\

#AS

#SD

TERKINI

Indeks +

CONSULTING

Cara Unik AUTO 2000 Tanamkan Nilai Integritas pada Karyawan

ESQNews.id, JAKARTA - Saat menanamkan values perusahaan pada karyawan, biasanya perusahaan akan menjalankannya secara formal. Berbeda dengan AUTO 2000, sebagai dealer Toyota terbesar di Indonesia, cara menanamkan values perusahaan justru dilakukan dengan cara yang unik. Hal tersebut dijelaskan Kepala Divisi HC AUTO 2000, Wie Tjung Sudarma saat dikunjungi tim ESQ Media di kantornya di bilangan Sunter, Jakarta Utara."Kita tadi pagi baru saja mengadakan culture festival. Hari ini ada culture yang memang sangat dibantu oleh teman-teman ACT (Accelerate Culture Transformation ESQ Leadership Center). Hari ini tema kami walk the talk, bagian dari values kami yakni integriti," ujar dia, Senin (13/8).Wie Tjung mengatakan, bagaimana agar apa yang menjadi values perusahaan bisa terwujud dalam prilaku nyatan, dan juga kuat tertanam dalam karyawan. Wie Tjung mengatakan, yang utama adalah fun, agar nilai perusahaan tidak terlihat terpaksa ditanamkan. "Kita norak-norakan aja, saya menchalange agar tidak terlalu formil untuk internalisasi values. Pada saat kami bicara integriti, idenya adalah datang tepat waktu. Is simple tings,  bagaimana agar ini bisa menjadi sesuatu yang oke," jelas dia.Agar selalu diingat, lanjut dia, akhirnya Wie Tjung memilih untuk konsep berbicara di belakang truk. Dibuatlah miniatur bak truk dari belakang dan ditulis seperti lumrahnya tulisan norak pantat-pantat truk yang sering terlihat seperti misalnya "Ku tunggu jandamu" atau "doa ibu". Wie Tjung memilih menulis "Ku tunggu kau di pengkolan gaya motor jam 8 teng!" untuk miniatur belakang truknya."Tujuannya apa, biar nggak datang terlambat. Wajah direktur dibuat di belakang truk, direkturnya yang opening memberikan sambutan," kelakar dia.Setiap departemen yang datang paling pagi diberikan penghargaan semacam vocer makan siang. Selama sebulan ini, lanjut dia, seluruh karyawan akan didorong untuk berforo dan direkam video untuk dimintai komitmen dalam satu bulan ke depan."Kita rekam, nanti kita edarin, paling tidak itu kan intimidasi masal pak. hahaha. Kalau sudah ngomong, sudah direkam nggak dilakukan awas aja, kan gitu. Saya memainkan sedikit ilmu psikologi di situ, tapi pada saat ngomong di depan orang banyak, itu kan sama seperti membuka diri untuk dihajar ketika nggak komen," ujar dia mengakhiri.

5 jam yang lalu

EKONOMI

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Pengusaha Islam

Konferensi ini jadi kesempatan untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah masyarakat dan mematangkan industri halalESQNews.id, JAKARTA - Indonesia menjadi tuan rumah sidang tahunan Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture, 22-23 Oktober mendatang. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan acara ini menjadi titik awal untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah.Menurut Rosan, acara ini tepat karena Indonesia saat ini sedang mengejar tingkat inklusi keuangan syariah warganya yang tertinggal jauh dibanding negara-negara Muslim lain ataupun negara tetangganya.Konferensi bertema “Inclusion in Sharia Economy: A New Paradigm” ini akan membahas beberapa tema, yaitu “Peran ICCIA dalam Pembangunan Ekonomi Halal, Ekonomi Pemberdayaan Pebisnis Perempuan, hingga Kesempatan Berinvestasi di Negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI).“Ini event cukup besar, melibatkan 700 peserta dan rombongan pengusaha dari negara-negara OKI,” ujar Rosan saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa.Menurut Rosan, inklusi keuangan syariah merupakan mekanisme yang tepat untuk membantu mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Indonesia, sebagai negara yang mempunyai penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki modal yang kuat untuk memanfaatkan ekonomi syariah sebagai alat untuk mengatasi berbagai isu pembangunan.Selain itu, Indonesia juga mempunyai posisi sebagai negara dengan perekonomian yang tergolong kuat di antara negara-negara OKI dan bisa memimpin pengembangan usaha serta pendanaan syariah. ICCIA adalah kamar dagang yang berafiliasi dengan OKI yang beranggotakan 57 badan atau federasi kamar dagang masing-masing negara OKI, yang didirikan oleh menteri-menteri luar negeri OKI di Istanbul, Turki pada 1976.Menurut Rosan, sebagai tuan rumah Indonesia mendapat kesempatan menawarkan investasi pada tiga proyek. Pilihannya ada pada keuangan syariah, infrastruktur dan pariwisata. Saat ini, Kadin akan berkoordinasi dengan pemerintah agar proyek yang ditawarkan siap untuk berjalan, tidak terbentur masalah perizinan atau peraturan yang berlaku. Bentuk investasinya, kata Rosan, bisa berbentuk public privat partnership (PPP) syariah. “Kita sudah bicara dengan Kementerian Luar Negeri, Otoritas Jasa Keuangan. Kita selaraskan dengan aturan yang ada,” ujar dia.Menurut Rosan, penyelenggaraan konferensi ICCIA ini berdekatan dengan pelaksanaan Trade Expo Indonesia yang dimulai 24 Oktober. Dengan demikian, para peserta juga diajak mengunjungi pameran dagang Indonesia terbesar itu dan dilanjutkan dengan transaksi bisnis. Ketua Kadin Komite Timur Tengah dan OKI Fachri Thaib mengatakan pembahasan tema industri halal pada konferensi ICCIA ini akan mendorong Indonesia menyelesaikan aturan-aturan turunan UU Jaminan Produk Halal yang sedang dibahas. UU ini akan berlaku mulai Oktober 2019.Dengan demikian, industri di Indonesia mendapatkan kepastian tentang langkah apa saja yang harus diambil untuk menghadapi era produk halal tahun depan.“Dengan putusan konferensi ICCIA itu nanti semuanya bisa jelas,” ujar dia.Ketua Pelaksana ICCIA Muhammad Bawazeer mengatakan tiga tema dalam konferensi, yaitu infrastruktur, perbankan islam dan pariwisata selalu dibahas saat kunjungan kepala negara-negara Timur Tengah ke Indonesia. Namun, belum ada realisasi konkret dari proyek yang dirancang."Konferensi ini bisa mengingatkan kembali agar ada realisasi proyek," ujar dia.Konferensi ini juga akan mengagendakan pertemuan business to business antara 20 pengusaha Indonesia dengan mitranya dari negara OKI dengan berbagai komoditas.Source: Anadolu

9 jam yang lalu

CORPORATE

IBIMA, Cita-cita Indonesia Mandiri dengan Industri

ESQNews.id, JAKARTA - IBIMA atau Insan Bisnis Industri dan Manufaktur Indonesia memberikan harapan ekonomi Indonesia di bidang industri manufaktur kembali bertumbuh. Memiliki cita-cita sebagai salah satu penyumbang GDP terbanyak untuk Indonesia, itulah yang dungkapkan I Made Dana M. Tangkas saat ditemui ESQNews.id di sela-sela mengikuti Training of Trainer di Menara 165, Selasa (14/8)."Kita optimis menuju ke sana (Indonesia Mandiri)," ujar dia.Presiden Institut Otomotif Indonesia ini juga mengatakan, cita-cita itu bisa tercapai bukan juga karena kerja keras IBIMA sendiri. Harus ada peran masyarakat Indonesia yang bisa menghargai produk dalam neger sendiri. Masyarakat, kata dia, perlu kompak bersama membantu industri rakyat, dan sumber bahan baku yang diolah di Indonesia menjadi barang jadi dan berasal dari masyarakat.Peserta Training of Trainer ESQ Leadership Center berfoto bersama CEO ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian di Menara 165"Kita lihat Jepang, Cina, atau Korea Selatan. Katakan Jepang SDA-nya kecil tapi bisa manufaktur yang hebat. Bahan bakunya sedikit, tapi di Indonesia kita punya SDA-nya. Makanya saya sebut, teknologi dan kapital. Kita perlu perkuat, kompetensinya kita punya, jadi harus diperkuat seperti pak ary antara kompetensi teknologi, industri dan juga spiritual. Ini menjadi suatu yang bisa membangun industru secara utuh," ujar dia mengakhiri.Salah satu langkah tersebut, lanjut Made, adalah mengikuti rangkaian Training Of Trainer dari ESQ Leadership Center. Hal tersebut, kata dia,  untuk memberikan skil dari tim trainer untuk mengisi kegiatan IBIMA dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Mandiri dengan industri."Hari ini adalah (Training of Trainer) dari tim trainer yang akan kita bentuk untuk mengisi kegiatan kita di seluruh indonesia bukan hanya di Jakarta saja," ujar dia.mengakhiri.

12 jam yang lalu

NEWS

PJB Inspiring Employee of The Year

ESQNews.id, SURABAYA – Sebagai konsultan budaya perusahaan, ACT Consulting dipercaya menjadi juri eskternal Best Employee di PJB (Pembangkit Jawa Bali) pada Senin-Selasa (13-14/8). Bertajuk “PJB Inspiring Employee of The Year”, ACT Consulting mendampingi proses pemilihan karyawan inspiratif tahun ini. Bertempat di kantor pusat PJB Surabaya, Tim ACT menyaring 80 kandidat yang mengikuti audisi.Kegiatan yang merupakan proyek pertama ACT Consulting dengan PJB ini menunjukkan komitmen dan keseriusan PJB dalam membangun sumber manusia. Dengan mengundang juri  independen dari pihak eskternal diharapkan dapat secara ojektif memilih karyawan yang benar-benar inspiratif yang akan memberi pengaruh positif pada karyawan lainnya.Seluruh peserta mengikuti proses audisi melalui tahapan seleksi hingga tersisa 20 nominator yang mewakili IPJB Way yaitu nilai Integrity, Professional, Joint Collaboration, Business Excellence. Tahapan terakhir adalah wawancara untuk menggali langsung dari nominator hal yang menginspirasi yang kelak mempengaruhi lingkungannya utnuk menjalankan IPJB Way.Senior consulting Y. Ariningtyas Prameswari dan M. Zain Firdaus mewakili ACT Consulting melakukan audisi dan seleksi dengan konsep dan tools yang didesain oleh tim ACT Consulting. Lembaga konsultan  yang membantu berbagai perusahaan dalam transformasi budaya perusahaan ini menyediakan program customized solution sehingga sesuai kebutuhan PJB. Kegiatan ini program tahunan yang dilakukan PJB sebagai salah satu upaya pembangunan budaya perusahaan khususnya mengajarkan nilai organisasi melalui cerita-cerita pendek yang menginspirasi. Sehingga salah satu tugas bagi para kandidat adalah membuat tulisan pendek.Yuni yang biasa disapa Tyas menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan pada ACT Consulting mendapatkan kepercayaan ini. Ia berharap projek ini menjadi langkah awal untuk kerjasama berikutnya.“Semoga dengan project ini membuka kesempatan untuk kerjasama selanjutnya antara ACT Consulting dengan PJB,” ujar Tyas.

12 jam yang lalu

CORPORATE

Bersama IBIMA, Yakin Indonesia Mandiri Ekonomi

Langkah IBIMA untuk membuat Indonesia mandiri adalah langkah yang harus diambil dengan optimis.ESQNews.id, JAKARTA - Bersama Insan Bisnis Industri dan Manufaktur Indonesia (IBIMA) yakin Indonesia bisa mandiri. Mandiri dalam artian secara ekonomi maupun manufaktur dan produk Industri. Hal tersebut dikatakan oleh CEO ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian saat mengisi Training Of Trainer (TOT)."Yang akan membawa Indonesia mandiri itu adalah Industri, dan yang mampu melakukannya adalah IBIMA!," ujar dia dalam training bertema "Membangun Industri Berdikari dan Sejahtera" di Menara 165, Selasa (14/8).Ary Ginanjar juga mengatakan, harapan besar Industri Manufaktur di Indonesia bisa berkembang. IBIMA diharapkan bisa berperan penting mengingat didirikannya IBIMA memang memiliki impian menyumbang hingga 30 persen GDP.Sedangkan Ketua Umum IBIMA, Made Dana M. Tangkas mengatakan, jika melihat kita lihat kontribusi industri terhadap GDP kan masih di bawah 20 persen. Padahal Indonesia adalah negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan manufaktur. Foto bersama peserta Training of Trainer IBIMA bersama CEO ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian."Kalua mau menjadi negara industri ya harus 35 persen," jelas dia.Ditanya, apakah optimis Indonesia bisa menjadi negara Industri yang memberikan GDP lebih di atas 30 persen dari sektor Industri? Made mengatakan, sudah barang tentu setelah mendapat luapan semangat dari Ary Ginanjar, langkah IBIMA untuk membuat Indonesia mandiri adalah langkah yang harus diambil dengan optimis. Salah satu langkah tersebut adalah mengikuti Training of Trainer ESQ."Tadi sudah ngobrol bareng pak Ary dan kita harus optimis. Hari ini (Training Of Trainer) adalah tim trainer yang akan kita bentuk untuk mengisi kegiatan kita di seluruh Indonesia bukan hanya di Jakarta saja," ujar dia.

12 jam yang lalu

OASE

Pengabdian Kedua Sang Jenderal

Budi Waseso, Purnawirawan Komisaris Jenderal Polisi Republik Indonesia ini dikenal sebagai sosok penegak hukum yang tak kenal ampun, terlebih untuk kasus-kasus narkotika. Pria kelahiran Pati, Jawa Timur 58 tahun silam ini mencuat namanya setelah berhasil membongkar kasus-kasus besar gembong narkoba, salah satunya yang paling akhir adalah menangkap penyelundupan Narkotika seberat 1,6 Ton. Kini Sang Jenderal kembali menerima mandat untuk mengabdi pada negara di bidang yang jauh berbeda. Dipilih menjadi Direktur Utama BULOG, Buwas siap berjuang untuk pengabdian keduanya dalam mewujudkan kedaulatan pangan.Atas prestasinya di Kepolisian sebagai penegak hukum, dia menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dalam menuntaskan salah satu kejahatan ekstra ordinari tersebut. Setelah memasuki masa pensiun, pria dengan sapaan akrab Buwas ini dipilih Presiden untuk memimpin salah satu BUMN, yakni BULOG.Menjadi tantangan baru bagi Buwas yang sebelumnya berlatar belakang Polisi, dan karir tertinggi sebagai Komjen Polisi dan Kepala BNN, kini dia berstatus sebagai Direktur Utama BULOG yang jauh berbeda dari segi latarbelakang instansi dan pengerjaannya."Saya bilang pada Presiden Jokowi, saya ini nol soal pangan dan regulasi pangan, tapi kenapa saya?"Tidak hanya itu, Buwas juga bercerita tentang karakter dibalik dirinya yang dibesarkan dari keluarga militer. Juga tentang cerita unik dirinya yang lebih memilih kavling kuburan ketimbang membeli rumah terlebih dahulu. Buwas terlahir di keluarga dengan seorang ayah tentara dengan pangkat terakhir sebagai Letnan Kolonel. Keluarganya memiliki kedisiplinan yang tinggi. Hal tersebut memberikan pendidikan pada dirinya untuk menjadi tangguh. Tapi itu justru yang memberikan pendidikan manusia itu menjadi manusia yang tangguh. Dengan segala keterbatasan manusia harus fight. Hal tersebut menjadikan menjadi manusia yang tangguh. dan keluarga saya itu dibentuk dari orang yang memang punya ketangguhan.Buwas meniti karirnya di kepolisian dari awal hingga saat ini dia bergelar Komisaris Jenderal Polisi. Dirut BULOG, Mayjen Pol (Purn) Budi Waseso (kemeja putih), Bersama CEO ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian (kemeja hitam). Dok Humas Bulog."Saya bisa mencapai itu karena dulu ayah saya memberikan motivasi dia pada saya. Manusia hidup manusia berkarya manusia bekerja harus memiliki pedoman hidup," ujar dia.Ada petuah yang selalu dipegang seorang Buwas dari sang ayah. Dia menyebutnya 3K untuk Komitmen, Konsistensi dan Konsekuensi. Manusia-manusia harus punya komitmen, membangun komitmen untuk pedoman dan menjalankan komitmen. "Kata ayah saya, kamu kalau bekerja harus punya komitmen, apalagi kalau kamu berkeluarga, harus punya komitmen. Komitmen adalah kerja tim, kerja yang sama," jelas dia.Kemudian kedua adalah Komitmen itu harus dikerjakan dengan Konsisten. Manusia itu konsisten termasuk hidup. Jika berprofesi sebagai polisi harus konsisten, karena di awal memang komitmen untuk menjadi polisi.Ketiga adalah konsekuen. Jika kedua K diawal sudah dijalankan, maka akan ada tantangan dan hambatan yang dihadapi inilah yang disebut Konsekuen."Kamu harus konsekuen, dan terima segala konsekuensi dan resikonya, kamu harus ambil tidak boleh menyerah dan meranduk, tidak boleh cari kambing hitam. Kamu harus tanggung jawab," Buwas menjelaskan.Saat ditemui, Buwas mengenakan kemeja putih yang dulu sering dia kenakan saat menjadi Kepala BNN. Ayah tiga anak ini melanjutkan, menjadi Dirut BULOG itu adalah sebuah perjalanan hidup. Buwas mengatakan, sedari dirinya memilih menjadi seorang perwira polisi, itu berarti sudah memegang komitmen sebagai abdi negara. "Saya sudah menjalankan pensiun 1 April lalu, tapi ternyata negara menunjuk saya, saya diberikan kesempatan kurang lebih satu bulan setelah masuk masa pensiun. Saya dipanggil untuk pengabdian kedua saya setelah pensiun, yaitu menjadi Dirut BULOG sampai hari ini, sampai mana (berakhir masa jabatan) kita tidak tahu," kelakar dia.Memimpin dua instansi yang jauh berbeda tidak memberikan beban yang berarti bagi seorang Buwas. Bagi dia, yang terpenting adalah 3K tadi saat melaksanakan tugas pengabdian kepada negara. "Saya bersyukur, karena apa kepentingan saya untuk negara ini sangat besar. Sekarang saya berada di masalah pangan, isi perut, kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Kalau saya tidak bisa berbuat itu, maka yang menderita itu adalah seluruh manusia,"Membenahi Kembali Organisasi BULOG.Tugas pertama yang paling terasa adalah meneguhkan kembali integritas saat bekerja untuk seluruh pegawai BULOG. Bagi Buwas, saat ini ada banyak masalah kompleks, salah satunya adalah masalah organisasi BUMN yang saat ini dia pimpin."Saya berkonsultasi dengan pak Ary Ginanjar, ini salah satu upaya saya untuk melakukan pembenahan supaya organisasi ini, institusi ini bisa bermanfaat untuk banyak orang," jelas dia.Menurut Buwas, Institusi bisa berjalan karena manusianya. Kalau manusianya tidak baik, jalannya pasti tidak baik. Sebaliknya. Saya tidak mau kerja asal-asalan, karena pasti hasilnya nanti tidak baik.Buwas juga mengatakan, hal-hal kompleks lainnya yang menjadi tantangan dirinya sebagai Dirut BULOG harus dilihat dari akar masalah. Permasalahan seperti kestabilan harga dan kwalitas barang bahan pangan menjadi perhatiannya.Contohnya, Indonesia adalah negara agraris dan seharusnya tidak boleh ada kekurangan pangan. "Saya hanya berpikir begini, satu negara apa pun negara itu kekuatannya diukur dari manusiannya.Manusia yang bagaimana yang mempengaruhi negara untuk maju dan kuat? itu dari manusia yang sehat, pandai dan cerdas. ORang yang sehat pandai dan cerdas berangkat dari makanan," jelas dia.Sumber awal dari kuatnya bangsa adalah ketahanan pangan tadi. Buwas mengajak berpoikir jika pangan tak terpenuhi maka pertumbuhan generasi penerus akan terhambat. Jangankan cerdas, untuk sehat saja susah, kata dia.Maka sangat naif jika negara yang begitu hebat dari agraris justru ketergantungan pangan. Hari ini, lanjut pria yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Aceh ini, Indonesia ketergantungan pangan dari negara lain."Ini sangat naif bagi saya, pertanian perikanan tapi kita tidak menghasilkan apa-apa Hari ini kita tergantung pada negara lain. Indonesia, jangankan kedaulatan pangan, swasembada pangan saja tidak, apalagi kita bicara kedaulatan, karena kita bicara kedaulatan pangan. Hari ini pun kedaulatan pangan tidak. Karena beras masih menjadi kegelisahan masyarakat.Kita sangat rawan pangan. Karena apa, menurut saya Indonesia tidak perlu dihancurkan dengan pengiriman pasukan dengan teknologi yang canggih. Menghancurkan Indonesia cukup satu, stop impor pangan, embargo pangan! maka dalam waktu dua bulan, Indonesia selesai. Boleh dibuktikan, sekarang apa kebutuhan pokok kita yang tidak impor?," jelas dia.Kemudian apa yang ditawarkan BULOG sebagai Solusi?Buwas menegaskan tugas BULOG sebagai menyetabilkan harga, ketersediaan barang dan kualitas barang akan bekerja maksimal. Tidak hanya dengan jawaban normatif, Purnawirawan Jenderal Polisi ini mengatakan akan menghormati kerja keras petani dengan memasok stok bapok dari petani Indonesia dan dengan harga yang menghormati seorang petani."Hari ini kita lihat adakah petani yang sejahtera? adakah petani yang kaya di republik ini? tidak ada, untuk hidup saja susah, padah kita yang dihidupi oleh mereka. Siapa pun pejabat di republik ini, ketergantungan awal pasti dari petani. Tapi hari ini kita tidak menghormati petani. Nah, BULOG adalah salah satu yang harus menghormati petani. Maka kita harus berpihak pada petani," jelas dia.Tegas, tidak boleh ada yang membeli hasil pertanian dengan harga yang merugikan petani. Harus ada yang menguntungkan petani. Dikala harga dibawah harga standar dan merugikan petani, maka BULOG harus membeli barang pertanian dengan harga standar, bukan harga yang paling bawah, itu adalah salah satu wujud BULOG berpihak pada petani.BULOG juga punya peran untuk menstabilkan kualitas. Sehingga kita dorong ke konsumen yang tidak paham. Jadi konsumen mendapat barang berkualitas dengan harga murah. "Kita menjual tidak mencari keuntungan. ini fungsi stabilisasi," jelas dia.Buwas mengatakan, kedua nilai ini harus dipahami orang-orang di dalam BULOG. Karena dengan tidak memegang nilai-nilai tersebut, kebijakan BULOG bisa jadi untuk mendapat keuntungan-keuntungan pribadi sangat besar. "kalau dia tidak memahami akan tanggungjawab dia dan keberadaan dia di BULOG untuk memegang amanat yang sangat besar. Untuk itulah sebabnya saya mulai membenahi dari dalam, memberikan pemahaman kepada seluruh personil saya dari mulai saya sampai ke bawah dengan pemahaman yang sama, dengan tugas yang diembat di dalam institusi BULOG itu,"Sosok yang Religius.Selain cerita tentang pekerjaannya, Buwas juga menyempatkan diri tentang pengalaman pribadinya yang lucu, seram bercampur dengan makna religiusitas yang tinggi. Adalah kisah lebih memilih membeli kavling kuburan ketimbang rumah."Waktu itu saya bilang sama istri saya, "mah, saya mau pesan kavling," belum selesai saya bicara, istri saya senang bukan main, mungkin disangka kavling rumah," ujar dia sambil tertawa geli pada ESQNews.id, Selasa (18/7).Buwas kembali melanjutkan kisahnya, belum selesai bicara soal kavling tanah kuburan, sang istri memotong dengan kata-kata setuju. Setuju untuk yang dimaksud kavling rumah. Tapi mendengar tanggapan istri, Buwas diam saja dan memilih untuk merahasiakan kavling yang dimaksud adalah kavling kuburan."Singkat cerita, saya ditelfon sama pengurus kavling, kalau surat-surat sudah jadi dan akan mengurus serah terima. Tapi karena saya sibuk, akhrinya saya telfon ke rumah, telfon istri saya. Saya telfon "Mah, sibuk nggak, itu yang urus kavling mau ke rumah," nadanya senang betul istri saya bilang "Iya mamah ada di rumah," masih tertawa geli.Sesampainya petugas kavling di rumah, sang istri bingung karena ternyata kavling yang dipesan sebuah kuburan. Bukan senang, justru istri Buwas lemas karena merasakan firasat yang aneh lantaran suaminya yang sehat walafiat memesan tanah kuburan sebanyak jumlah keluarganya."Jadi itu ada lima, tiga anak saya, satu saya, satu istri saya," kelakar dia.Setelah kaget mengetahui kavlingan itu adalah sebuah tanah kuburan, sang istri mengadu ke ibunda Buwas. Keanehan itu merebak ke keluarga besar Buwas hingga dikumpulkan seluruh keluarga untuk membicarakan tingkah aneh Buwas yang saat itu masih berpangkat Kombes Pol."Jadi semua keluarga dikumpulkan, saya kaget, saya kira ibu ada apa-apa. Eh sesampainya saya di rumah, justru orang-orang melihat saya (dengan pandangan) aneh."Mengingat kejadian tersebut, dia kembali tertawa dan melanjutkan ceritanya. Sang ibunda sedikit marah lantaran di tradisi Jawa, tidak diperbolehkan membeli tanah kuburan sebelum ajal memang datang."Jadi Ibu saya yang masih memegang tradisi Jawa melarang itu, tidak boleh. Tapi saya memberikan pengertian, sebenarnya itu adalah sebuah persiapan. Mungkin kita tidak tau kapan kita meninggalkan dunia ini, tapi kita tau, kematian itu pasti," ujar dia.Bukan tanpa alasan Buwas lebih memilih mendahului kavling tanah kuburan ketimbang rumah. Ada latar belakang sehingga Purnawirawan Komjen Polisi ini menimbang membeli kavling tanah kuburan."Jadi ada dua kejadian, yang pertama adalah paman istri saya dari Padang yang berangkat ke Jakarta untuk menemui kedua anaknya. Di perjalanan di taksi dari Bandara itu, dia terkena serangan jantung dan meninggal," ujar Buwas mengingat-ngingat.Setelah diketahui si penumpang tewas, supir taksi yang gelagapan hanya menyerahkan jenazah ke rumah sakit terdekat dan meninggalkan begitu saja. Jenazah yang tidak diketahui di mana keluarganya itu tergeletak hingga ditemukan sebuah ponsel dari tas milik jenazah."Dari situ keluarga tahu ada keluarga yang meninggal, dan saat itu kedua anak dari almarhum tidak memiliki biaya untuk mengantar pulang jenazah ayahnya ke Padang," jelas dia.Memiliki karunia lebih, akhirnya Buwas yang menangani kepulangan jenazah ke kampung. Beberapa jejaring kepolisian di Padang juga dimintai tolong untuk mempermudah pemakaman almarhum ke desanya di Padang.Setelah kejadian tersebut, tak berapa lama seorang keluarga Buwas meninggal dalam keadaan sendiri. Tante buwas tersebut meninggal sakit dan posisi anak-anaknya sedang di luar negeri."Akhirnya saya berpikir dan berbicara dalam hati saya, hai Buwas, semua ini bisa terjadi oleh siapa saja, kamu juga bisa," ujar dia.Mendengar latar belakang kejadian Buwas memilih kavling tanah kuburan, ibunda Buwas kemudian setuju. Kini kavling tanah kuburan di Parung, Bogor sebagian menjadi kavling keluarga besar Buwas, termasuk kavling untuk ibunda dan keluarga saudara-saudara kandungnya.*Wawancara ini juga dimuat di Majalah ESQ Magz edisi Agustus-Oktober 2018

14 jam yang lalu

OASE

Pesan Ary Ginanjar Pelepasan Jamaah Haji ESQ Tours

"Yang terberat adalah mampu mencintai Allah sebenar-benarnya, laksana cinta Ibrahim kepada Allah aza wa jalla," kata Ary.ESQNews.id, JAKARTA - CEO ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian memberikan pesan kepada seluruh Jamaah Haji khususnya yang diberangkatkan ESQ Tours Travel. Ary berpesan untuk selalu menyiapkan segala hal untuk beribadah dengan sebaik-baiknya."Sudah siapkah hati kita untuk menjadi tamu Allah, untuk menjadi tamu yang dirahmati Allah, yang disambut Allah," ujar dia di Cengkareng, Jakarta, Senin (13/8).Ary Ginanjar menekankan agar seluruh jamaah haji kembali membersihkan niat-niat yang tidak patut sebelum menginjakkan kaki ke tanah suci. Saat ini, lanjut Ary, haruslah kita menyiapkan seluruh jiwa raga seolah-olah ini adalah kesempatan haji yang terakhir."Hanya sekali saja diwajibkan, jangan pernah ini tidak kita jalankan dengan sepenuh hati," kata dia.Pakar Pembangunan Karakter Bangsa ini juga berpesan, ibadah haji berarti berbicara tentang menapak tilas jejak nabi Ibrahim Alaihisalam. Perjalanan yang terberat, lanjut dia bukan thawaf dan sai, atau juga bukan berdesak-desakan saat melontar jumroh apalagi udara yang panas, atau tidak tidur di hari tasrik."Yang terberat adalah mampu mencintai Allah sebenar-benarnya, laksana cinta Ibrahim kepada Allah aza wa jalla. yang terberat adalah kemampuan menyembelih nafsu, rasa cinta kita kepada dunia, dan menggantikan hanya allah yang ada dalam dada," kata dia.

2 hari yang lalu

NASIONAL

Puluhan Jamaah Haji ESQ Tours Diberangkatkan

ESQNews.id, JAKARTA - ESQ Tours Travel hari ini, Senin (13/8) memberangkatkan puluhan Jamaah Haji. Travel yang menerima penghargaan terbaik dari World Halal Tourism 2016 ini memberangkatkan 54 Jamaah haji untuk tahun ini.Salah satu jamaah haji dari ESQ Tours Travel, Sriatun (78 tahun) mengatakan, dirinya siap diberangkatkan haji bersama suaminya. Walaupun sudah berusia lanjut, Sriatun mantap karena sudah mengerti pelayanan haji dari ESQ Tours Travel yang begitu baik.Sriatun dan Suami.Sedangkan untuk jamaah termuda, Muhammad Zidni Rahman (20 tahun)berangkat haji bersama seorang kakaknya. Pemuda yang berasal dari Palmerah, Jakarta ini menilai Haji merupakan panggilan yang tidak bisa diabaikan, dan harus dilaksanakan secara maksimal."Haji itu panggilan, nggak bisa ditolak nggak bisa dipaksakan, harus bisa memaksimalkan ibadah di sana," jelas dia.Muhammad Zidni Rahman.Zidni Rahman memilih ESQ Tours Travel sebagai lembaga perjalanan hajinya karena keluarganya memang akrab dengan program-program ESQ."Emang orang tua sering ada acara, ada ESQ Kids, trus pernah juga umroh dari ESQ waktu kecil." ujar dia.

2 hari yang lalu

INTERNASIONAL

ESQ Mystery of Success Undang Decak Kagum WN Singapura

ESQNews.id, JAKARTA - Training singkat Mystery of Success mengundang decak kagum Warga Negara tetangga, yakni Singapura. Training yang dibawakan langsung CEO ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar tersebut memberikan kesan luar biasa terhadap Heru."Belum pernah melihat langsung Pak Ary, tapi hari ini lima menit pertama saya bilang 'Orang ini memang orang hebat'," ujar dia saat ditemui tim ESQ, Ahad (12/8) Heru mengaku terkejut, pasalnya selama ini dia hanya melihat Ary Ginanjar dari konten Youtube saja. Akan tetapi setelah melihat secara langsung, dia yakin Ary Ginanjar adalah sosok yang bisa mengubah hidup orang banyak.Senada dengan Heru, Vera yang berasal dari Jabodetabek juga mengakui training singkat tersebut memberikan motivasi yang luar biasa."Saya kangen untuk bisa ikut lagi," jelas dia. Vera mengatakan, dirinya sudah lama mengenal ESQ, namun sangat disayangkan agak sulit untuk menyesuaikan waktu kesibukan dengan jadwal training. Akhirnya dirinya bisa mengikuti kembali training walaupun dengan cukup singkat."Adik saya juga untuk ikut juga bagus. Saya diinformasikan, akhirnya saya bisa ikut," ujar dia mengkahiri.

2 hari yang lalu

IN PICTURES