Rabu, H / 24 Oktober 2018

HOT TOPICS

#BI

#QX

#HC

#SD

#AS

#US

#bi

#\

#qx

TERKINI

Indeks +

NASIONAL

Konser Amal Indonesia Bersatu untuk Kemanusiaan

ESQNews.id, JAKARTA - Konser amal musik dan puisi akan digelar dalam balutan tema "Indonesia Bersatu untuk Kemanusiaan". Konser amal tersebut dikhususkan untuk menggalang amal donasi korban bencana gempabumi dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.Salah satu panitia dari Yayasan Sahabat Yatim Indonesia, Sarah mengatakan konser amal tersebut merupakan bentuk dorongan untuk membantu korban yang masih membutuhkan donasi."Mendorong kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air, serta sebagai wujud dari nilai-nilai kemanusiaan untuk bersama membantu saudara kita," ujar dia melalui pesan teks kepada ESQNews.id, Selasa (23/10).Tema yang diusung juga mencerminkan konser amal tersebut tidak memandang di mana bencana menimpa. Tanpa memandang suku, agama, dan golongan mana pun menjadi alasan tema "Indonesia Bersatu untuk Kemanusiaan" dipilih.Konser tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (24/10) pukul 18.30-22.00 WIB. Didukung oleh Menara 165 dari ESQ Group, acara tersebut akan terselenggara di salah satu ballroom di Menara 165, yakni Granada Ballroom yang berkapasitas lebih dari 2 ribu orang.Konser tersebut akan dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendi, Ketua KPAI, Seto Mulyadi dan beberapa tokoh nasional lainnya.Sedangkan artis dan musisi ternama yang akan mengisi konser tersebut adalah Melly Goeslow, Armand Maulana, Dewi Gita dan sederet musisi papan atas lainnya.

8 jam yang lalu

TRAVELING

Data WTTC : Pertumbuhan Pariwisata Indonesia Sangat Pesat

Indonesia berada di posisi 9 dari 185 negara yang pertumbuhan pariwisatanya tercepat di dunia pada 2018 versi World Travel and Tourism CouncilESQNews.id, JAKARTA – Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia. Dalam konferensi pers 4 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (23/10/2018), Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan berdasarkan data dari World Travel and Tourism Council, Indonesia berada di posisi 9 dari 185 negara yang memiliki pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia pada 2018.“Selain itu, pertumbuhan pariwisata Indonesia tercepat nomor 3 di Asia dan nomor 1 di ASEAN,” ungkap Menteri Arief. Ranking Indeks Pariwisata Indonesia yang disampaikan oleh WTTC ujar Menteri Arief, secara konsisten mengalami kenaikan, dari ranking 70 pada tahun 2013, melonjak tajam ke ranking 50 pada tahun 2015, dan naik ke ranking 42 pada tahun 2017.Dia mengatakan Indonesia juga ditetapkan oleh The Telegraph sebagai Top 20 Fastest Growing Travel Industry in the World. Selain itu, pertumbuhan pariwisata Indonesia selama 2017 juga tumbuh di atas rata-rata dunia. Pariwisata Indonesia, imbuh Menteri Arief, secara konsisten terus meraih penghargaan di level internasional. Pada 2016 pariwisata Indonesia meraih 46 penghargaan di 22 negara. Kemudian pada 2017 Indonesia mendapatkan 27 penghargaan pariwisata di 13 negara dan pada 2018 hingga triwulan III, Indonesia sudah meraih 31 penghargaan pariwisata di 9 negara.Menteri Arief juga mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tumbuh 22 persen pada tahun lalu. Sementara rata-rata dunia hanya 6,4 persen dan ASEAN 7 persen. Meski begitu, Menteri Arief mengingatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia masih kalah dengan Vietnam yang tumbuh 29 persen karena melakukan banyak deregulasi.“Tapi kita masih lebih baik dari Malaysia dan Thailand yang hanya tumbuh 4 persen,” ujar dia. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, menurut dia, terus melejit dari tahun 2015 sebanyak 9,7 juta menjadi 11,5 juta pada 2016. Kemudian pada tahun 2017 jumlah kunjungan turis asing tumbuh hingga 14 juta kunjungan. Pada tahun ini hingga Agustus 2018, jumlah turis asing sudah mencapai 10,58 juta dari target 17 juta wisatawan. Jumlah kunjungan pelancong nusantara, ungkap Menteri Arief, juga menunjukkan hal menggembirakan. Sejak tahun 2015 jumlah turis domestik sebanyak 255 juta dan terus tumbuh menjadi 264 juta pada tahun 2016. Begitupun pada tahun 2017, jumlah kunjungan turis domestik terus meningkat menjadi 271 juta. Menteri Arief mengatakan sektor pariwisata saat ini sudah menjadi penyumbang devisa nasional nomor empat terbesar setelah industri kelapa sawit (CPO), migas, dan batu bara. Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak tahun 2015 dari USD12,2 miliar menjadi USD13,6 miliar pada 2016. Kemudian pada tahun 2017 terus meningkat menjadi USD15 miliar. “Diharapkan pada tahun ini sektor pariwisata meraup devisa hingga USD17 miliar. Sedangkan, proyeksi tahun 2019 sebesar USD20 miliar,” jelas Menteri Arief. 

9 jam yang lalu

EKONOMI

Bank Indonesia Jaga Suku Bunga Acuan di Angka 5,75%

Keputusan mempertahankan suku bunga tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan dalam batas amanESQNews.id, JAKARTA – Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI 7 days revers repo rate) bulan Oktober tetap sebesar 5,75 persen. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan suku bunga deposit facility untuk Oktober sebesar 5 persen dan suku bunga lending facility sebesar 6,5 persen.Seusai rapat dewan gubernur di Jakarta, Selasa (23/10/2018), Mirza mengatakan keputusan mempertahankan suku bunga tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas aman.“Selain itu, juga untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” urai Mirza.Bank sentral, menurut dia, juga terus menempuh strategi operasi moneter yang diarahkan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar rupiah maupun valas serta secara efektif memberlakukan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) mulai 1 November mendatang.BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal termasuk mendorong ekspor dan menurunkan impor.“Dengan begitu, defisit transaksi berjalan dapat ditekan dengan perkiraan sasaran 2,5 persen dari PDB pada 2019,” jelas Mirza. BI, menurut dia, akan terus  mencermati perkembangan perekonomian seperti defisit transaksi berjalan, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan, dan inflasi untuk menempuh langkah lanjutan guna memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin sejak Mei dan tetap akan melihat kebijakan suku bunga AS yang diperkirakan masih akan naik. Mirza mengatakan pada Desember nanti kemungkinan besar suku bunga acuan AS akan naik, begitupun pada tahun depan yang diperkirakan naik 3 kali dan tahun 2020 masih akan naik satu kali lagi.“Kami juga masih memperhatikan suku bunga negara-negara tetangga yang masih meningkat,” imbuh Mirza.

9 jam yang lalu

ASMAUL HUSNA

Umroh Akbar ESQ Tours Diikuti Sejumlah Publik Figur

ESQNews.id, JAKARTA - Umroh Akbar bersama Pakar Pembangunan Karakter, Ary Ginanjar Agustian segera terselenggara. ESQ Tours and Travel sebagai pihak penyelenggara merilis ada 250 jamaah yang akan mengikuti acara Umroh Akbar tersebut.Salah satu diantaranya adalah publik figur Ranti Purnamasari. Ranti mengatakan, dirinya menginginkan perjalanan umroh dan merasakan lebih mendalam lagi."Sering sih sebenarnya, tapi bersama dengan pak Ary baru kali ini saya ikut," ujar dia saat ditemui di acara Manasik Umroh Akbar ESQ Tours Travel di Menara 165, Selasa (23/10).Ranti berharap, umrohnya kali ini bisa menjadi umroh terbaik.Hal senada juga dikatakan oleh Arie Kusuma Dewi. Alumni Training ESQ tersebut mengatakan sudah kali kedua mengikuti Umroh bersama ESQ Tours Travel."Tapi baru pertama untuk bersama pak Ary. Saya berharap ini menjadi umroh yang mabrur," jelas dia.Arie mengatakan, apa yang disampaikan oleh CEO ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar tentang ibadah sangat mendalam. Sehingga, lanjut dia, umroh kali ini mungkin akan terasa sangat bermakna."Pak Ary bilang tadi, rasakan ini seolah-olah kesempata terakhir kita untuk beribadah di tanah suci," ujar Arie.Selain Ranti dan Arie, beberapa publik figur lainnya yang mengikuti Umroh Akbar adalah Kombes Pol Arief Rahman pimpinan pasukan Asmaul Husna, Indah Dewi Pertiwi dan Lucky Reza.

10 jam yang lalu

NASIONAL

Pemerintah Sudah Tutup Hampir 1 Juta Situs Negatif

Hingga September 2018, Menteri Rudiantara berkata sekitar 912.659 situs bermuatan negatif telah ditutup oleh kementeriannyaESQNews.id, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga September 2018 telah menutup hampir 1 juta situs yang berisi mengenai konten terorisme dan Suku Ras Antar golongan (SARA). Berdasarkan data pemerintah, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan ada sekitar 912.659 situs bermuatan negatif yang ditutup oleh kementeriannya. Sebanyak 453 di antaranya merupakan situs bermuatan konten radikalisme dan terorisme sementara 186 situs lainnya bermuatan SARA. “Jumlah ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni tahun 2017 yang hanya menutup 787.662 situs bermuatan negatif,” ujar Menteri Rudiantara di Sekretariat Negara, Jakarta pada Rabu. Sementara untuk penindakan akun di media sosial yang bermuatan konten negatif dari tahun 2017 hingga September 2018, lanjut Menteri Rudi, mencapai 6,123 akun di media sosial Facebook dan Instagram dan 1.530 akun di media sosial lain -- termasuk Youtube dan Google Plus. Dia pun mengaku telah bekerja sama dengan polisi untuk menindak akun bermuatan negatif yang berisi hoax dan fitnah. “Penindakan kita lakukan dengan kepolisian, kita di dunia maya, dan polisi di dunia nyata, kalau penangkapan itu kerja sama dengan kami,” tambah dia.

11 jam yang lalu

NASIONAL

Berkaca Kasus Khashoggi, Kebebasan Pers Indonesia Harus Dilindungi

ESQNews.id, JAKARTA – Dugaan kolumnis harian Washington Post, Jamal Khashoggi dibunuh di dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul telah memperkuat pembahasan mengenai kebebasan pers dan keselamatan wartawan di seluruh dunia. Kasus tersebut telah memicu kemarahan global yang dibarengi dengan tuntutan agar tewasnya Khashoggi diungkap kepada public. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengaku prihatin dengan kasus yang menimpa Khashoggi. Apalagi kasus pembunuhan itu terjadi di wilayah diplomatic dan konsuler. “Diharapkan kasus segera terungkap agar publik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kasus ini perlu diungkap dengan jelas dan terang serta disampaikan terbuka kepada media tanpa ada yang ditutupi,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Media, Senin (22/10). Menurutnya, dengan pengungkapan kasus pembunuhan itu, pemerintah Turki dan Arab Saudi bisa menindaklanjutinya dengan langkah-langkah hukum yang berlaku di wilayah masing-masing. Selain itu, anggota DPR dari Fraksi PKS ini juga menyoroti perihal kebebasan pers. Menurutnya, kerja-kerja jurnalis harus dilindungi, termasuk keselamatan jurnalis itu sendiri. “Semua pihak perlu untuk melindungi dan menjaga kebebasan pers dan keselamatan wartawan di seluruh dunia,” tutup Kharis.

14 jam yang lalu

ASMAUL HUSNA

Al Aziz

Nasihat Asmaul HusnaAnakku tercinta, jika engkau telah mampu memelihara apapun yang dianugerahkan kepadamu, maka engkau akan menjadi orang yang gagah. Kegagahanmu bukan sekadar penampilanmu, namun juga kepribadianmu. Ingatlah selalu bahwa kegagahanmu itu sesungguhnya bukan dari dirimu sendiri, namun pancaran dari Al ‘Aziz Sang Mahagagah. Betapa gagahnya Al ‘Aziz hingga tak ada satu pun yang mengalahkan dan melawan-Nya. Meskipun dikaruniai percikan Al ‘Aziz, namun engkau harus tetap berendah hati. Jadilah orang gagah namun penuh kasih sayang, karena kau diciptakan oleh Al ‘Aziz.*Tulisan disadur dari buku Nasihat Asmaul Husna karya Ary Ginanjar Agustian

14 jam yang lalu

NEWS

BULOG Terus Kirimkan Bantuan dan Salurkan Cadangan Beras Pemerintah ke Sulteng

ESQnews.id, PALU  – Perum BULOG melalui program BULOG Peduli menyalurkan bantuan kepada para korban gempa bumi dan tsunami yang saat ini masih banyak tinggal di tenda-tenda pengungsian untuk meringankan beban dan penderitaan para korban yang kehilangan sanak keluarga dan harta bendanya. Bantuan ini adalah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian BULOG kepada saudara setanah air yang terkena musibah ini.Bantuan diberikan dalam bentuk beras, mi instan, gula pasir, minyak goreng dan pangan lainnya diserahkan oleh Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Tri Wahyudi Saleh bersama Kepala BULOG Divre Sulteng dan Kepala Dinas Sosial Kota Palu di sejumlah posko pengungsi yakni Kelurahan Petobo dan Kawatuna, Kota Palu, Sulawesi Tengah.Tri Wahyudi Saleh meminta para korban gempa yang terpaksa mengungsi ke titik-titik pengungsian untuk tetap tabah menghadapi bencana alam yang sangat menyedihkan ini. "Apa yang saudara-saudara alami dan rasakan, kita sebagai anak bangsa ikut merasakannya" ujar Tri.Selain melalui program BULOG Peduli, Tri menyampaikan, BULOG juga telah menurunkan tim relawan sebanyak 25 orang untuk mempercepat penanganan bencana dan menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten. BULOG menyediakan dan merawat CBP tersebut di Gudang dan kemudian akan didistribusikan oleh Pemerintah Daerah setempat sesuai kebutuhan. “Sampai dengan tanggal 19 Oktober 2018 Perum BULOG Sudah mengirimkan bantuan tahap 1 berupa bantuan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) dengan nilai kurang lebih Rp 500 juta dan menyalurkan Beras CBP untuk Bencana Gempa dan Tsunami sebanyak 640 ton, dengan rincian alokasi Propinsi Sulteng 200 ton, Kabupaten Donggala 100 ton, Kab Sigi 100 ton , Kota Palu 100 ton, Kab Parigi 50 ton, Kab Toli toli 25 ton, Kab Poso 65 ton,” jelas Tri.Tri Wahyudi Saleh memastikan stok beras di Sulawesi Tengah hingga kini masih dalam kondisi aman. Bencana yang terjadi beberapa waktu lalu tidak mengganggu persediaan beras walau beberapa Gudang BULOG mengalami kerusakan. Stok beras di Gudang BULOG Sulteng sekitar 12.000 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran, termasuk cadangan beras pemerintah. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran kurangnya pasokan atau langkanya beras untuk wilayah Sulawesi Tengah, dengan cukupnya stok di Gudang BULOG secara tidak langsung berdampak kepada stabilisasi harga pangan khususnya beras. (*)Sumber :  HUMAS BULOG

1 hari yang lalu

NASIONAL

Bersama Santri Damailah Negeri

ESQNews.id - “Kullu mauludin yuladu ‘alal fitroh”, setiap yang dilahirkan, dalam keadaan suci. Begitu pula manusia. Manusia bersih, jernih, suci. Yang mengotori, mengeruhkan, dan menajiskan, realitas manusia itu sendiri. Oleh realitas, manusia dibentuk menjadi berbagai label. Berbagai label menempel pada dirinya. Ia dijadikan sebagai sampel otomatis yang dengannya dapat dikenal oleh label-label itu. Realitas, membaikkan, meninggikan, merusak, merendahkan bahkan kadang men-jahannamkan.   Di muka bumi, manusia dituntut untuk siap berkehidupan. Mampu mengadaptasikan diri dimanapun ia tinggal. Butuh ketangguhan dan perjuangan sesabar mungkin dalam melaksanakan fase itu. Tak mampu beradaptasi dengan realitas, hilang, kalah, mati. Artinya ia sudah berada dalam posisi tak berkemampuan untuk berbuat. Ia tak lain hanya sekedar gelembung yang dibawa kesana kemari tanpa kebermanfaatan dan kebergunaan.   Ada yang unik, dengan label manusia yang satu ini. Label santri namanya. Berbicara santri, yang terbesit pertama di setiap subjek ialah, mereka yang ada di pondok pesantren, belajar agama islam, pinter ngaji, sholat dan berakhlaqul karimah. Hingga saat ini, oleh manusia, pondok pesantren masih menjadi ruang ekspresi utama yang dikeramatkan dan dipercayai sebagai suatu ikhtiar dalam keberhasilan penanaman karakter. Padahal tak cuma sekedar itu-itu saja dalam pemaknaan santri.   Santri tak boleh cengeng, tak boleh membanggakan orang lain. Harus mandiri dan berdikari. Harus hadir dalam setiap kebutuhan. Ia dilatih kuat, terbiasa kekurangan dan terbiasa hidup dalam keterbatasan. Tak cuma terbatas keadaan, ruang ekspresi santri biasanya diatur dengan batas-batas tertentu, atau dikenal dengan batas suci. Ia tak boleh keluar dari batas itu. Kalau melanggar, dihukum (punishment).   Nyantri harus siap diikat oleh sistem dan aturan pesantren yang dirumuskan secara sistemik, ilmiyah dan koperhensif. Sistem itu mengikat dan memaksimalkan nilai mendidik dalam kesehariannya. Nyantri berarti mengasah, melatih diri untuk kuat, tahan dan sabar. Kuat dalam menyikapi apapun, tahan pada hantaman dari berbagai sisi. Pun sabar dalam mencari ilmu dan mengamalkannya. Tak hanya itu, nyantri juga termasuk hijrah dari kenyamanan yang terbuka luas menuju ketidaknyamanan yang sempit dan tertutup. Dengan itu, kemandirian santri terbentuk secara otomatis. Unik, bukan?   Dalam kiprahnya, santri tak hanya terspesifik sebagai kaum agamis. Ia merupakan kaum nasionalis yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Ia promotor perdamaian, kebersamaan dan saling menghargai antar sesama. Perdamaian menjadi doktrin prinsip yang utama dan harus diutamakan. Kebersamaan menjadikannya tak ada kata mundur, apalagi menyerah. Terbukti saat tragedi fatwa hadratus syekh KH. Hasyim Asy’ari tentang resolusi jihad 22 Oktober 1945. Resolusi jihad menggaungkan seruan fatwa bahwa melawan para penjajah negeri ini adalah merupakan suatu kewajiban dan fardhu ‘ain bagi seluruh umat islam lebih-lebih kaum santri. Setiap yang ingin merusak negara kesatuan republik indonesia harus dilawan dan diperangi. Kaum santri harus didepan dalam merebut kemerdekaan. Hingga akhirnya, para kolonialis Belanda saat itu kocar kacir berantakan oleh genderang perlawanan kaum santri dengan senjata perang seadanya.   Tragedi itu dikenang dan tercatat dalam sejarah. Jelas, meninggalkan spirit perjuangan. Ingat resolusi jihad, berarti membakar dan menginternalisasikan kembali spirit kaum santri kala itu. Sebabnya, tiga tahun silam, oleh para tuan di negeri ini, spirit tragedi itu diilegalitaskan dalam bentuk penghargaan sebagai suatu kontribusi besar dalam sejarah kemerdekaan negara. Jelas ini sebuah apresiasi. Lantas, apakah kaum santri harus bangga? Tidak, sama sekali tidak.   Apresiasi bukan suatu kebanggaan dan tak perlu dibangga-banggakan. Sebab, suatu apresiasi mengandung nilai pujian. Setiap pujian membahayakan. Tak boleh membusungkan dada apalagi mencongkakkan diri. Nilai seperti itu tak ada dalam dimensi nilai kesantrian. “Al madhu dzibhun” Pujian itu adalah penyembelihan.” (Shahih secara sanad). Jadikan pujian sebagai suatu tantangan dan ujian. Ia (penyembelihan) harus dilawan.   Kembali ke soal penghargaan. Tak cukup, kaum santri hanya memamerkan kegiatan-kegiatan seremonial dengan branding-branding kuantitas. Ia hanya menyisakan sesuatu yang tak begitu urgent. Jauh dari sekedar itu, kaum santri harus memposisikan nilai kesantrian diatas nilai segalanya. Kualitas harus dititik tekankan pada penyiapan generasi, bukan hanya jadi pembual janji ilahi tanpa isi. Ingat, santri itu abadi, tak ada kata pensiun dalam nyantri.   Santri sebagai kaum terdidik, (selayaknya) menjadi solusi dari problema kehidupan  sosial, bukan justru menjadi bagian dari problem. Harusnya  mampu memberi jawaban dari masalah, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Menjadi pencerah, bukan menjadi bagian dari aktor pemancing marah. Harus argumentatif, bukan provokatif. Menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan. Kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran. *Mohammad Afifi. Santri PP Banyuanyar Pamekasan Madura.Ingin tulisanmu dimuat di ESQNews.id? kirimkan ke email kami di redaksi@esq165.co.id

2 hari yang lalu

IN PICTURES