Kamis, H / 06 Oktober 2022

Tokoh Penting di Indonesia Gelorakan Dies Natalis EBS yang Ke-8

Sabtu 05 Dec 2020 19:12 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Potret saat prosesi pemotongan tumpeng di Studio lantai 23 Menara 165

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – ESQ Business School (EBS) rayakan Dies Natalis yang ke-8, tepat pada Sabtu (5/12/2020) by Zoom Meeting. Event tersebut dihadiri oleh beberapa Tokoh yang memiliki peranan penting di Indonesia, yakni Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D (Rektor Universitas YARSI), Dr. H. Sugiharto, M.B.A (Menteri BUMN 2004), Komjen Pol. (Purn) Nanan Sukarna, Ir. I Made Tangkas, M.Si (Founder IBIMA), Priyantono Rudito, M.Buss., Ph.D (Executive Director of Co-branding at Ministry of Tourism Republic of Indonesia), Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi (Ketua Dewan Penasihat FKA) dan lainnya. 

Di awal sesi, Dwitya Agustina, S.T., M.B.A (President EBS), Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (CEO ESQ Group), Dyah Utami Aryanti, M.Ed (CEO ESQ Course), masing-masing memberikan sambutannya serta beberapa paparan kalimat terkait tema yang diambil yakni “Adaptif, Tangkas, dan Tangguh Kunci Keberhasilan Selama dan Pasca Pandemi.”


<more>

Milad yang dihadiri hampir 300 orang (dosen, staff, mahasiswa/i EBS, dan masyarakat umum) tersebut disajikan sebuah video presentasi mahasiswa pasar lokal (karya anak bangsa). Video itu ditayangkan langsung dari Studio lantai 23 Menara 165.



Selanjutnya, pria yang akrab disapa Kang Nanan memberikan Inspiring Sharing tentang 3 hal yang harus diingat dan diimplementasikan dalam hidup. Pertama, nilai-nilai spiritualism, yang dipaparkan Ary Ginanjar tentang visi misi kehidupan dunia dan akhirat. Kedua, nasionalism tentang 4 pilar (pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) sebagai fondasi. Ketiga, karakter atau integritas dalam diri. 

“Jadi saya titipkan kepada ESQ Business School ini bahwa 4 nilai itu menjadi landasan untuk diri kita. Serta di samping nilai-nilai entrepreneurship yang harus dikembangkan. Kemudian kita dapat rejeki lagi berupa 7 budi utama yang dicanangkan oleh pak Ary yakni jujur, tanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, peduli.”



Hal tersebut dibenarkan oleh I Made Tangkas, bahwa bangsa dan negara harus membangun karakternya. Karena menurutnya, tidak ada sebuah bangsa yang besar dan tidak menjadi negara yang unggul jika tidak dibangun SDM serta industrinya. Karena ini nyata dan sudah di jalankan oleh negara tetangga, Asia Pasifik.



“Hari Armada RI ke-75 bertepatan dengan Hari Jadi EBS. Jika EBS dipadankan dengan Armada artinya ia bisa berada dimana saja dan memikul tanggungjawab yang lebih besar. Untuk membantu perubahan-perubahan negara ini menuju roadmap Indonesia Emas 2045,” jelas Ketua Dewan Penasihat FKA, Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi. 



Ia yakin dimanapun Alumni ESQ dan EBS mampu bermanfaat bagi khalayak. Serta mahasiswa/i atau lulusan EBS bisa menghadapi segala kondisi termasuk di Era VUCA (berubah-ubah, ketidakpastian, rumit, ketidakjelasan).

“Saya diberikan sebuah peran untuk mencoba berpacu dengan rekan-rekan para mahasiswa. Dan tentunya anglenya adalah bagaimana caranya lulusan siap menghadapi masa depan tapi juga dalam kekinian terkait Covid-19. Kita sebagai dosen khususnya harus inovatif dalam gaya belajar online khususnya,” papar Fasli Jalal.



Setelah pemaparan dari masing-masing narasumber, tim EBS mengakhiri sesi dengan ungkapan syukur ditandai dengan potong tumpeng. Nampak dari potret Ary beserta jajarannya ada yang mengenakan batik serta jas Almamater EBS, lalu Ary memotong tumpeng dan bagikan kepada Dwitya sebagai simbolis.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA