ESQNews.id, BANDUNG – Sebuah gerakan besar untuk menjaga kewarasan mental dan kekuatan spiritual tenaga pendidik di Jawa Barat pecah di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Jumat (13/3/2026). Korwil Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat secara resmi menutup rangkaian "Training ESQ Peduli Pendidikan" yang diberikan secara gratis kepada 1000 guru se-Jawa Barat.
Puncak acara yang berlangsung dalam 3 batch ini dihadiri langsung oleh Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran sang maestro transformasi karakter ini memberikan energi luar biasa bagi 500 peserta yang hadir di lokasi, mulai dari guru SD hingga SMA/SMK se-Jabar.
Dalam sambutannya, Ary Ginanjar memberikan apresiasi setinggi langit kepada Korwil FKA ESQ Jawa Barat di bawah kepemimpinan Yusuf Haryasa. Ia menyebut Jabar sebagai mercusuar pergerakan alumni di Indonesia.
"Korwil FKA ESQ Jawa Barat merupakan sosok korwil teladan di Indonesia. Hal ini didasari atas konsistensi mereka dalam menjaga dan menjalankan nilai-nilai Asmaul Husna serta prinsip 165 (1: Ihsan, 6: Iman, 5: Islam) secara istiqomah," puji Ary Ginanjar di hadapan para pendidik.
Ia memandang bahwa langkah membekali 1000 guru ini adalah langkah krusial. "Guru adalah ujung tombak. Di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan, menjaga nilai luhur dalam jiwa guru adalah cara kita menjaga masa depan bangsa," tambahnya.
Program mulia ini lahir bukan tanpa alasan. Ketua Korwil FKA ESQ Jabar, Yusuf Haryasa, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan respon cepat terhadap kondisi kesehatan mental remaja yang kian memprihatinkan.
Merujuk pada data yang dipaparkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, terdapat sekitar 10.000 siswa di Kota Bandung yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental.
"Anda semua adalah pejuang yang akan mendampingi putra-putri kita. Di tengah kabar tingginya angka gangguan kesehatan mental siswa, kita tidak perlu banyak berteori. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan memberikan energi dan keyakinan yang kuat," tegas Yusuf.
Yusuf menjelaskan, FKA ESQ Jabar secara khusus mengundang guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mengikuti Training ESQ Peduli Pendidikan agar mampu melakukan asesmen awal yang kuat secara emosional dan spiritual, sebagaimana yang diinstruksikan pemerintah melalui penguatan kapasitas guru BK.
Keberhasilan acara ini merupakan buah manis dari sinergi berbagai pihak, di antaranya Disdik Jabar, ESQ, FKA ESQ, STIKes Dharma Husada Bandung, UPZ Baznas STIKes Dharma Husada, Quran Cordoba, Nur Quran Indonesia, dan PGRI.
Acara dibuka oleh Sekjen FKA ESQ Pusat, Gita A. Fadilla, dan dihadiri pula oleh Waketum FKA ESQ, Komjen. Pol. (Purn.) Nanan Soekarna. Dari pihak birokrasi, hadir memberikan sambutan di awal batch Ahmad Asikin Spd. M Mpd. (Kabid P3TK) yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Ketua Panitia, Dewi Sartika, melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Para guru tidak hanya duduk mendengarkan teori, namun dibawa menyelami pengalaman spiritual yang mendalam (experience training) yang dipandu oleh dua Trainer ESQ berlisensi, Coach Yendra dan Coach Tiko.
Dengan teknik penyampaian yang modern layaknya sebuah pertunjukan yang menggugah jiwa, para guru diajak untuk kembali menemukan Grand Why atau tujuan mulia mereka dalam mengajar.
Sebagai langkah keberlanjutan, selain membekali para guru, Korwil FKA ESQ Jabar juga berkomitmen mengundang para siswa untuk bergabung dalam Training ESQ Peduli Anak Bangsa, guna memastikan mata rantai pendidikan karakter tersambung dengan sempurna antara guru dan murid.