Selasa, H / 14 April 2026

Respons Darurat Mental Health Siswa, Korwil FKA ESQ Jabar Berikan Training Gratis bagi 1.000 Pelajar se-Jawa Barat

Jumat 13 Mar 2026 12:54 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BANDUNG – Merespons fenomena memprihatinkan terkait tingginya angka gangguan kesehatan mental di kalangan remaja, Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat menggelar aksi nyata. 


Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.000 siswa jenjang SMP dan SMA/SMK se-Jawa Barat mengikuti Training ESQ Peduli Anak Bangsa secara cuma-cuma (gratis).

Acara yang terbagi dalam 3 batch ini berlangsung pada tanggal 9, 11, dan 12 Maret 2026, bertempat di Pusdiklat STIKes Dharma Husada Bandung. 

Mengusung tema besar “Mindfulness for Teenager”, kegiatan ini menjadi oase di tengah gempuran isu depresi dan kecemasan yang melanda generasi muda saat ini.

Gerakan masif ini merupakan buah sinergi yang luar biasa antara Dinas Pendidikan (Disdik), ESQ, FKA ESQ Jawa Barat, STIKes Dharma Husada Bandung, UPZ Baznas STIKes Dharma Husada Bandung, Quran Cordoba, serta Nur Quran Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Sebanyak 1.000 siswa hadir bukan hanya untuk mendengarkan ceramah, melainkan untuk menyelami pengalaman spiritual dan emosional yang mendalam. 

Dipandu oleh Coach Rudi, Trainer ESQ berlisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, para peserta diajak masuk ke dalam experience training yang dikemas layaknya pertunjukan yang menggugah jiwa.

Coach Rudi menjelaskan bahwa program yang diinisiasi oleh Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian bersama FKA ESQ Jawa Barat ini memang dirancang khusus untuk menyasar para pemimpin masa depan.

Peserta yang hadir bukan remaja biasa; mereka adalah para ketua dan pengurus OSIS jenjang SMP, SMA, hingga SMK yang memiliki potensi besar sebagai penggerak di lingkungannya.

"Hari ini kami memberikan pembekalan agar mereka lebih dekat dan mencintai Allah serta Rasulullah. Ketika fondasi ketuhanannya kuat, secara otomatis mentalitas mereka akan jauh lebih tangguh menghadapi tantangan masa depan," jelas Coach Rudi.

Coach Rudi menyoroti fenomena "belenggu" yang dialami Gen Z akibat paparan media sosial. 

Menurutnya, nilai-nilai kebaikan dan suara hati para remaja sering kali tertutup oleh apa yang mereka lihat dan dengar di dunia maya, yang memicu persepsi serta pikiran negatif. Jika dibiarkan, hal inilah yang menjadi akar rusaknya kesehatan mental.

"Banyak Gen Z saat ini kesehatan mentalnya tidak sedang baik-baik saja. Kami ingin menekankan bahwa tidak ada obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan itu semua kecuali kembali kepada Tuhan. 

Kami menanamkan ke dalam alam bawah sadar mereka: apa pun masalah dan tekanannya, ada Allah yang selalu bersama mereka," paparnya.

Metodologi yang digunakan pun bukan sekadar ceramah searah. Melalui pendekatan khas ESQ, para siswa dilatih melepaskan belenggu pikiran negatif dan menghidupkan kembali emosi positif. Dengan begitu, kesehatan mental mereka akan pulih dan meningkat secara signifikan.

"Harapannya, setelah keluar dari ruangan ini, mereka tidak hanya kuat secara pribadi, tetapi mampu menjadi Agent of Change (agen perubahan) bagi rekan-rekan sebaya mereka di Jawa Barat.

Kita kuatkan pikiran positif mereka agar suara hati yang penuh kebaikan itu muncul kembali," pungkas Coach Rudi optimis.

Di sisi lain, Ketua Korwil FKA ESQ Jawa Barat, Yusuf Haryasa, menyampaikan pesan yang sangat kuat. Yusuf menyoroti data faktual yang dirilis pemerintah terkait kondisi psikologis siswa saat ini.

“Di tengah kabar memprihatinkan mengenai tingginya angka gangguan kesehatan mental di kalangan siswa, kita tidak perlu banyak berteori. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan memberikan energi dan keyakinan yang kuat,” tegas Yusuf dengan penuh semangat.

Yusuf memaparkan bahwa langkah ini diambil menyusul pernyataan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bersumber dari sosial media yang mengonfirmasi bahwa sekitar 10.000 siswa di Kota Bandung terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. 

Bahkan, data Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode Agustus-Oktober 2025 menunjukkan angka yang lebih mengejutkan: 48,19% atau sekitar 71.433 siswa di Bandung terindikasi mengalami gangguan mental, mulai dari ansietas (kecemasan) hingga depresi berat.

“Data menunjukkan hampir 50% siswa di jenjang SMP mengalami indikasi gangguan kesehatan jiwa. Ini adalah alarm keras. 

Maka dari itu, FKA ESQ Jabar bergerak serentak. Kami mengundang para guru BK dalam Training ESQ Peduli Pendidikan dan para siswanya dalam Training ESQ Peduli Anak Bangsa agar terjadi sinkronisasi penyembuhan dan penguatan karakter,” tambah Yusuf.

Melalui tema Mindfulness, para remaja diajarkan untuk kembali mengenali jati diri, mengelola emosi, dan menemukan ketenangan di tengah tekanan akademik maupun sosial. 

Harapannya, setelah mengikuti training ini, para siswa memiliki ketahanan mental (mental resilience) yang kuat serta memiliki orientasi hidup yang lebih positif dan bermakna.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan ESQ dan FKA ESQ untuk terus mengawal visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan karakter yang berbasis pada kecerdasan Intelektual, Emosional, dan Spiritual.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA