Senin, H / 08 Agustus 2022

Rasisme di Jerman Alasan Ozil Pensiun dari Timnas

Senin 23 Jul 2018 13:50 WIB

-

Pesepakbola Jerman, Mesut Ozil (kiri) bersama Presiden Turki, Recep Toyieb Erdogan.

Foto: Editon

"Saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya adalah seorang imigran ketika kami kalah," kata Ozil



ESQNews.id, BERLIN-Pesepakbola Mesut Ozil mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional Jerman, dengan alasan "rasisme dan ketidakhormatan" pada hari Minggu. Pemain bintang Jerman, yang memiliki darah Turki itu, telah dikritik oleh politisi dan media Jerman setelah ia bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada bulan Mei, menjelang pemilihan di Turki.


Dalam serangkaian tweetnya pada hari Minggu, Ozil membela pertemuannya dengan Erdogan pada sebuah acara amal di London dan mengatakan fotonya dengan presiden Turki bukan tentang politik atau pemilihan.


"Ini tentang saya menghormati pemerintahan negara keluarga saya. Apapun hasilnya dalam pemilihan sebelumnya, atau pemilihan sebelum itu, saya tetap akan berfoto," ujar Ozil.


Bintang berusia 29 tahun itu mengecam media Jerman yang mempertanyakan kesetiaannya pada Jerman, dan menuduhnya atas kegagalan tim nasional di Piala Dunia 2018 di Rusia.


"Saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya adalah seorang imigran ketika kami kalah," katanya.


Ozil menyatakan kekecewaannya karena masih menghadapi diskriminasi dan rasisme meskipun dia lahir dan bersekolah di Jerman.


“Teman saya Lukas Podolski dan Miroslav Klose tidak pernah disebut sebagai orang Jerman-Polandia, jadi mengapa saya disebut orang Jerman-Turki? Apakah ini karena Turki? Apakah karena saya seorang Muslim?," tanya Ozil.


Ozil juga mengecam Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) Reinhard Grindel karena mencecarnya dengan agenda politik, segera setelah dia dikritik oleh politisi dan media untuk bertemu dengan presiden Turki Erdogan.


"Saya dulu memakai baju Jerman dengan kebanggaan seperti itu, tapi sekarang saya tidak," katanya, sambil menambahkan bahwa itu adalah keputusan yang sangat sulit baginya.


"Tapi ketika pejabat DFP yang berpangkat tinggi memperlakukan saya seperti mereka, tidak menghormati akar Turki saya dan secara egois mengubah saya menjadi propaganda politik, maka cukup sudah, cukup! Rasisme seharusnya tidak pernah diterima," tegas Ozil.

Source: Anadolu


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA