ESQNews.id, JAKARTA – Lebaran tinggal menghitung hari, para pemudik sudah mulai berhamburan ke kampung halaman masing-masing. Kemacetan, kelelahan, kecelakaan, kesehatan yang tiba-tiba tidak stabil itu sangat membahayakan dan tentu membutuhkan pertolongan. Salah satunya adalah puskesmas terdekat dengan tenaga medis yang bertugas dan alat-alat medis yang lengkap.
“Pengamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019 akan dilakukan bersama. Tidak hanya pihak ke polisian, TNI, Pemerintah kabupaten hingga jajaran samping turut serta menjaga stabilitas dan kelancaran hari raya umat Islam ini,” tegas Yusuf Widyatmoko selaku Wakil Bupati Banyuwangi.
Baca juga: Beberapa Titik Fasilitas Kesehatan di Banyuwangi Menjelang Idul Fitri
Maka dari itu Puskesmas harus ikut berpartisipasi demi kelancaran bersama dan tentunya mempersiapkan mental, fisik, peralatan medis dan lainnya. “Kami telah melatih sejumlah pengelola wisata di Banyuwangi tentang Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) ini. Mereka sebelumnya kami bekali pengetahuan tentang pengetahuan teori dan praktek bagaimana melakukan pertolongan pertama di lokasi kejadian sebelum tenaga medis datang. Ini untuk antisipasi,” papar dr. Rio selaku Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi.
Baca juga: Pertolongan Pertama (P3K) Kondisi Darurat Saat Mudik
Berdasarkan fanpage “Kabupaten Banyuwangi” Yusuf telah meninjau sejumlah puskesmas yang terletak di jalur nasional untuk memantau kesiapan puskesmas tersebut, yakni Puskesmas Gitik Rogojampi dan Puskesmas Benculuk, Cluring.
