Senin, H / 13 April 2026

MGM-AI: "GPS" Kalbu dan Kompetensi dari ESQ yang Akhiri Era Training Sia-sia demi Indonesia Emas 2045

Jumat 06 Feb 2026 09:51 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ


ESQNews.id, JAKARTA – Di tengah arus disrupsi teknologi yang kian kencang, tantangan terbesar bagi perusahaan bukan lagi sekadar memberikan pelatihan (training) kepada karyawan, melainkan memastikan pelatihan tersebut tepat sasaran. 


Fakta mengejutkan dari riset Harvard menunjukkan bahwa 70% program pelatihan tidak berdampak, dan 56% materi training dianggap tidak relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.


Menjawab kegelisahan para pemimpin Human Capital tersebut, ESQ – ACT Consulting International kembali mengukir sejarah dengan meluncurkan inovasi terbaru: MGM (My Growth Map) – AI Personalized Talent Training pada tanggal 5 Februari 2025 melalui Zoom Meeting, dihadiri lebih dari 400 partisipan (levelnya para pimpinan Organisasi, Lembaga, dan lainnya).


Mengusung tema “From Knowing You to Growing You: From Talent Insights to Measurable Growths,” MGM hadir sebagai jawaban cerdas berbasis teknologi AI TalentDNA 5.0. 


Ini bukan sekadar alat analisis biasa, melainkan kompas pertumbuhan yang mampu memetakan kebutuhan pengembangan individu secara presisi.


Sekilas info, keandalan tools berbasis AI TalentDNA ini telah terbukti nyata. Tidak hanya di sektor korporasi, teknologi ini juga dipercaya untuk mendukung program prioritas Presiden RI, seperti program Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Penggunaan di level Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Kaltim semakin mempertegas bahwa MGM adalah standar baru dalam pengembangan SDM nasional.


Dukungan Para Pakar dan Praktisi Hebat


Peluncuran MGM ini dikupas tuntas dalam sebuah Exclusive Webinar yang menghadirkan tokoh-tokoh profesional di bidangnya yakni Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Corp & Pakar Pembangunan Karakter), Rina Sarif (Advisor to President HC Transformation ESQ Corp, peraih Top 50 Most Influential HR Leaders Southeast Asia 2025).


Kemudian dilengkapi juga pemaparan materinya oleh Madyastha Aji Bhirawa (Clinical Psychology & Organizational Assessment Specialist).


Paparan tersebut disaksikan langsung oleh para direksi dari Lion Air, Bio Farma, ASABRI, BMKG, hingga Kementerian Koperasi.


Kabar Gembira! Khusus bagi peserta yang hadir dan melakukan peminatan langsung di sesi webinar, ESQ memberikan Special Investment sebesar 50%. 


Tak hanya teori, webinar ini juga menghadirkan testimoni langsung dari para pemimpin instansi yang telah merasakan dampak transformasi dari MGM salah satunya: Heni Nurul Aisyah (Assistant Vice President Human Capital BCA Syariah)


Melengkapi testimoni dari sisi manajemen, Heni Nurul Aisyah, membagikan pengalaman pribadinya saat menggunakan My Growth Map (MGM). Bagi Heni, teknologi ini bukan sekadar alat analisis SDM, melainkan sebuah instrumen untuk melakukan introspeksi diri.


Heni menilai bahwa visi Dr. Ary Ginanjar Agustian mengenai pentingnya "membaca diri" sangat relevan dengan hasil yang ia rasakan. 


"Bagi saya, MGM adalah sarana untuk memahami diri sendiri lebih baik. Dengan pemahaman ini, kita bisa menyiapkan pribadi yang tidak hanya kuat secara kompetensi, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar dan organisasi secara berkesinambungan," jelas Heni.


Menurutnya, perubahan besar selalu diawali dengan perenungan mendalam untuk menemukan kekuatan sejati.


"Manusia pada dasarnya sulit untuk berubah, apalagi keluar dari karakter uniknya. Namun, melalui MGM, kita diajak untuk mengenali potensi asli tersebut sehingga kita bisa memaksimalkan kompetensi yang ada tanpa kehilangan jati diri," tambahnya.


Dari sisi fungsional, Heni memberikan apresiasi terhadap sistem MGM yang sangat memudahkan pengguna awam untuk mengenali diri mereka sendiri. 


Fitur-fitur yang tersedia dinilai sangat user-friendly, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang psikologi.


Kehadiran para pimpinan HC dari BCA Syariah ini mempertegas bahwa MGM bukan hanya alat yang canggih secara teknologi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang paling dalam. 


Transformasi SDM Indonesia Emas 2045 kini memiliki navigasi yang jelas: memahami diri untuk membangun negeri.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA