Rabu, H / 30 September 2026

Hadapi AI! Training ESQ & TalentDNA di Jepara Jadi Senjata Rahasia Cetak Guru Berkarakter Demi Generasi Emas 2045

Minggu 27 Sep 2026 08:56 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JEPARA — Ledakan Bonus Demografi menuju terwujudnya Generasi Emas 2045 bisa menjadi bumerang mematikan jika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) gagal dibentuk sejak dini. 


Di tengah gempuran Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan yang kian merajalela, peran guru kini diuji keras. Akankah sosok tenaga pendidik tergantikan oleh mesin?


Menjawab tantangan krusial tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, memberikan 'warning' dan pesan menohok kepada seluruh tenaga pendidik di wilayahnya. 


Ia menegaskan bahwa Generasi Emas tidak akan pernah lahir tanpa totalitas seorang guru.




Sebagai kepala daerah, Witiarso menitipkan satu poin fundamental: guru tidak boleh sekadar menjadi mesin transfer ilmu (kecerdasan intelektual) dan emosional semata. 


Lebih dari itu, guru wajib memiliki kecerdasan spiritual untuk membentengi keimanan dan membentuk akhlak peserta didik.


"Guru harus bisa digugu dan ditiru. Berikanlah contoh yang baik, ilmu yang baik, dan jangan lupa kecerdasan spiritualnya juga. 


Jadi tidak hanya pengajar yang memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga bagaimana memiliki kecerdasan spiritual yang ditularkan pada anak didik," tegas Witiarso.


50 Guru Digembleng Lewat Training ESQ Menghadapi Era AI


Sebagai langkah konkret penyelamatan generasi bangsa, sebanyak 50 tenaga pendidik di Kabupaten Jepara digembleng secara intensif dalam Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) 165 Peduli Pendidikan. 


Pelatihan perdana di Jepara ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (21-22/9/2026), di Meeting Room Medina Dental Clinic, Jepara.




Trainer ESQ, Kurnia Setiya Putra, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memompa semangat para pendidik dalam membangun generasi emas. 


Fokus utamanya adalah melahirkan pribadi unggul melalui penggabungan tiga kekuatan: Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ).


Senada dengan hal itu, Trainer ESQ Novriza Ardhana melontarkan fakta yang membuka mata terkait fenomena digitalisasi saat ini. 


Menurutnya, perkembangan pesat teknologi tidak seharusnya membuat guru merasa tersaingi, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat sisi kemanusiaan dalam sistem pendidikan.


"AI memang bisa memberikan jawaban, tetapi hanya guru yang bisa memberikan arah," kata Novriza.




Ia menilai, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar membuat siswa pintar menjawab soal, melainkan bagaimana membentuk mental yang tangguh, peduli, dan sadar spiritual di tengah gempuran media sosial dan konten serba instan.


Untuk itu, pelatihan ESQ ini juga mengintegrasikan pendekatan TalentDNA, sebuah metode yang membantu insan pendidikan membedah potensi dan karakter individu setiap siswa. 


"Guru harus kembali kepada fitrah profesinya. Karena ketika AI semakin pintar, guru justru harus semakin manusiawi," tegas Novriza.


Testimoni 


Dampak dari pelatihan ESQ ini langsung dirasakan oleh para peserta. Endri Susanto, salah satu peserta yang juga guru di SMPN 2 Bangsri, mengaku mendapatkan pencerahan luar biasa tentang bagaimana membangun disiplin dan menjadi role model yang nyata bagi siswanya.


"Kita diajarkan bagaimana memahami diri bahwa kita sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Apa yang kita punya sudah sepatutnya diajarkan kepada peserta didik. Itulah tugas sejati guru dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa," ungkap Endri, melansir dari media massa.


Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan penguatan kapasitas guru lewat training ESQ ini, Jepara bersiap membuktikan bahwa secanggih apa pun teknologi di masa depan, sentuhan moral dan spiritual seorang guru akan selalu menjadi kunci utama penentu nasib bangsa di tahun 2045.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA