Selasa, H / 05 Juli 2022

Gubernur Mahyeldi Launching Core Values ASN Ber-AKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa di Lingkup Pemprov Sumbar

Jumat 20 May 2022 14:30 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Jumat, 20 Mei 2022 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat me-Launching sekaligus internalisasi Core Values ASN BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa di lingkupnya. Kegiatan tersebut digelar secara offline di Kantor Gubernur Sumatera Barat sedangkan yang online melalui Channel Youtube dan Zoom Meeting.

 

Gubernur Sumbar, Mahyeldi hadir secara luring bersama Audy Joinaldy (Wakil Gubernur Sumatera Barat), Alex Denni (Deputi SDM KemenPANRB), Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group dan ACT Consulting), Gita Ariadi (Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia), Para Sekretaris Daerah (Provinsi, Kabupaten & Kota), Para Walikota dan Bupati beserta wakilnya. Sedangkan secara daring melalui zoom meeting hadir Suhajar Diantoro (Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri) serta 1235 ASN Provinsi Sumatera Barat beserta perangkat daerahnya.



 

“Kalau saya menerjemahkan BerAKHLAK ini di samping terjemahan ataupun akronim dari KemenPANRB, BerAKHLAK ini sudah memiliki makna yaitu hubungan antara makhluk dengan kholiq atau penciptanya. Jadi dalam suksesnya ASN menjalankan tugasnya sesuai dengan branding yang dihadirkan oleh KemenPANRB  bahwa BerAKHLAK itu menyangkut nilai nilai seperti Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif,” tuturnya dengan gagah saat berada di podium.


 


Pria yang akrab disapa Buya Mahyeldi itu melanjutkan, “Dan itu akan terjadi, terbentuk ketika hubungan kita di dalam kerja baik dengan sang kholiq atau dengan Allah SWT. Kalau kita melihat dalam kurikulum berbangsa dan bernegara kita, maka ini sangat jelas sekali di dalam dokumen dokumen kehidupan berbangsa dan bernegara bahwa di dalam Undang-Undang Dasar, kita mengatakan bahwasannya kemerdekaan ini lahir atas berkat,  rahmat dan karunia Allah Tuhan yang Mahakuasa. Dan di dalam pembukaan Undang Undang Dasar itu berbunyi bahwa kemerdekaan yang kita raih ini atas berkat, rahmat Allah serta pertolongan darinya.



<more>

 

“Kami berharap launching core values ini tidak hanya sampai di sini. Kami berharap nilai nilai ini dapat diinternalisasikan ditingkat Kabupaten Kota, OPD masing masing. Sehingga apa yang di cita-citakan oleh kita bisa terlaksana. Untuk itu, kami minta kepada BKD, BPSDM untuk memfasilitasi kegiatan selanjutnya bersama Kemendagri, KemenPANRB. Sehingga dalam waktu cepat pesan pesan hari ini tersampaikan kepada seluruh ASN  Sumbar. Dan juga terimakasih dan supportnya kepada Pak Ary sebagai motivator serta pembangunan karakter dari ESQ,” harapnya.

 

Kemudian diadakan simbolis oleh Gubernur dan Wagub Sumbar bersama Alex  Denni,  Ary Ginanjar, Sekda dan lainnya dalam rangka “Launching  Core Values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa” sekaligus foto bersama.


 

“Atas nama KemenPANRB tentu saja kami mengucapkan terimakasih atas support yang luar biasa dari Pak Gubernur untuk memastikan Core Values ini dilaunching. Izinkan saya berbicara lebih banyak why-nya dibanding bagaimana dan apa. Karena ‘apanya’ gampang sekali, BerAKHLAK cuma akronim dari suku kata yang sudah di elaborate oleh Pak Gubernur tadi bahkan sampai ke yang paling mendasar yaitu hubungan secara vertical kepada yang Mahakuasa,” papar Alex Denni yang ikutserta menjadi narasumber.

 

Putra Minang itu menyampaikan terkait penguatan budaya kerja dan employer branding dalam mempercepat transformasi ASN menuju birokrasi yang professional dan berkelas dunia, “Saya ingin berbicara mengapa budaya kerja dan employer branding ini penting kalau kita ingin bertransformasi menjadi ASN yang diharapkan yaitu professional dan berkelas dunia.”



 

“Sesuai dengan harapan Pak Jokowi bahwa Core Values BerAKHLAK ini bisa menjadi fondasi yang kokoh di semua Kementerian dan Lembaga Daerah. Jadi bapak ibu kalau mau pindah atau menjadi bupati dimana saja tidak bingung dan tidak perlu menyesuaikan lagi nilai nilai dasar di setiap tempat kerja, semuanya sama sekarang. Di sini kita jelaskan agar tahu peran masing masing,” sambungnya.


Ia juga mengatakan, “Dan selebihnya akan disampaikan juga oleh Pak Ary Ginanjar soal BerAKHLAK ini lebih dalam, tentang core values yang akan mempengaruhi kinerja kita dalam jangka panjang.”


Sebelum penuturan materi dari sang motivator Indonesia, dalam zoom meeting Suhajar memberikan paparannya lebih dulu, “Alhamdulillah Sumbar termasuk provinsi 3 besar untuk melaunching Core Values BerAKHLAK ini.”


“Sama seperti yang disampaikan Pak Alex dan Pak Gubernur yang sudah paham betul tentang makna dan maksud daripada pertemuaan kita hari ini adalah semata mata untuk meneguhkan kesepakatan kita. Bahwasannya aparatur sipil negara maupun pejabat pejabat yang dipilih oleh rakyat beserta seluruh perangkatnya adalah pelayan masyarakat,” tutur Sekjen Kemendagri secara online.


Pria asal Karimun menambahkan, “Saya menyimak apa yang disampaikan Pak Gubernur bahwa kalau dulu kita dilayani sekarang kita melayani. Seperti itulah yang dimaksud oleh bapak Presiden. Seperti itulah sesungguhnya makna daripada siapa itu pegawai negeri.“


“Seperti yang dikatakan oleh Mark Turner dan David Hulme bahwa negara yang mengalami pertumbuhan yang pesat dan sustainable seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand dan Malaysia memiliki organisasi sektor public yang efektif. Untuk itu, kita juga harus mentransformasi organisasi pemerintahnya menjadi organisasi yang berorientasi pelayanan,” lanjutnya.




Suasana saat kegiatan berlangsung semakin meriah karena adanya penuturan pantun baik dari Mahyeldi, Alex Denni, Ary Ginanjar Agustian, Suhajar Diantoro, Sekda. Mereka saling menyampaikan pantun di awal hingga di akhir pemarapan materi dengan gaya dan ciri khas yang unik dari masing-masing personal. Ditambah juga pemutaran lagu Jaso Mande yang dinyanyikan bersama oleh partisipan yang hadir saat ini baik luring maupun daring. Mereka dipandu langsung oleh Iman G Herdimansyah (Trainer ESQ).


Mendengar hal tersebut Ary Ginanjar memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pembicara yang sudah menyampaikan paparannya, “Kepada Sekjen Kemendagri yang luar biasa. Beliau memberikan contoh, mengajarkan terlebih dulu untuk launching di kampungnya di Karimun. Beliau menjadi role model.”


“Juga kepada Pak Alex Denni yang ternyata orang Minang. Saya bersyukur sekali mengenal beliau. Saya support beliau karena apa yang beliau rencanakan itu menjawab tantangan 4.0. Terkait bagaimana membuat e-Government tetapi tetap berbasis nilai nilai BerAKHLAK dan bisa diterjemahkan secara digital. Saya tidak mau program ini sampai gagal karena manajemen ke depan atau human resourcenya berbasis digital,” ungkap Ary.


Ary menyampaikan bahwa tanggal kelahiran Wagub Sumbar sama dengan Milad ESQ yakni 16 Mei. Dan ternyata Gubernur, Wagub Sumbar serta Sekda merupakan Alumni ESQ.




“Khusus Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan wakilnya, Sekda yang belum jadi alumni ESQ silakan ikut training ESQ 4 tingkat secara free. Ajak suami, istri dengan anaknya. Karena saya berharap tahun 2030 semuanya jadi Alumni ESQ,” harapnya.




Sekilas, Ary mengingat momen haru yang sudah lalu, “Ada satu hal yang luar biasa ketika Gubernur dan Wagubnya dari alumni ESQ mereka sangat harmonis. Mereka adalah Pak Syahrul Yasin Limpo dan Pak Agus. Mereka menjalani amanah sebagai Gubernur dan Wagub selama 2 periode dan tidak pecah. Lalu hari ini, Gubernur dan Wagubnya adalah alumni ESQ yang menjadi role model harmonis, dua duanya kompak subhanallah. Kalau berbicara harmonis di sinilah kita belajar.”




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA